LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Bab 61


__ADS_3

Raja mengetuk pintu apartemen, yang berada di lantai tujuh.


" Tok, tok, tok ... "


Terlihat kakaknya Raja, sudah membukakan pintu.


" Kak, " sapa Raja yang berdiri di hadapan kakaknya.


Sinta langsung mencium tangan kakaknya Raja, begitupun Gendis dan Raka.


Di susul Raja yang juga mencium tangan kakaknya.


" Kenalkan, Kak Putri. " Raja memperkenalkan kakaknya pada teman-temannya.


" Sinta, " ucap Sinta memperkenalkan diri.


" Sinta? " Putri memandang intens Sinta. Dia merasa familiar dengan nama yang di ucapkan oleh teman Raja yang berdiri di hadapannya.


" Iya, emang ada apa, Kak? " tanya Raja


" Raka, " ucap Raka menyela pembicaraan antara Raja dan Putri.


" Hey, kamu tampan juga! " Putri memuji Raka.


" Ah Kakak, bisa aja! " Raka tersipu malu saat di puji oleh Putri.


" Gendis, " ucap Gendis menyusul sambil tersenyum.


" Teman-temanku gak boleh masuk? " Raja menyindir kakaknya.


" Eh, masuk-masuk. " Putri mempersilakan Raja dan kawan-kawannya masuk ke dalam apartemennya.


Mereka berempat pun masuk, ke dalam apartemen milik Putri.


" Maaf, Kak. Boleh aku numpang mandi? "


tanya Sinta. " Badanku rasanya uda gak enak, gerah. "


" Boleh, " ucap Putri yang langsung mengantar Sinta menuju kamar mandi.


" Aku juga, Kak! " Gendis menyusul Sinta menuju kamar mandi.


Usai mengantarkan Sinta, Putri langsung menuju dapur.


" Kamu mau makan apa, Ja? " tanya Putri sambil membuka kulkasnya.


Raja menghampiri Putri, terlihat makanan ala Eropa berjajar di dalam kulkas.


" Terserah kakak aja, " jawab Raja.


Kemudian Putri mulai mengolah bahan makanan, yang tersedia di dalam kulkas.


" Ja, sejak kapan kamu berubah? " tanya Putri sambil mengupas kentang.


" Maksud Kakak? " Raja bingun dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh kakaknya.


" Dulu kamu cuek banget sama aku, dan aku merasa seperti tidak punya adik saja, " ucap Putri yang memang hidupnya terpisah dari Raja.


Sejak kecil Raja tinggal bersama sang nenek, sedangkan Putri tinggal bersama kedua orang tuanya. Hubungan kakak beradik yang kurang dekat, karena di pisahkan dari asuhan.


Putri yang selalu hidup dengan bergelimang harta, sedangkan Raja di ajarkan hidup prihatin oleh neneknya.

__ADS_1


" Aku masih sama seperti dulu, " jawab Raja.


" Aku gak percaya, pasti ada seseorang yang mengubah sikapmu. " Putri melihat perubahan pada diri sang adik.


" Apa salah satu dari gadis itu? " tanya Putri penasaran.


" Sudahlah, aku datang kesini karena ingin membantu temanku. Bukan untuk berdebat denganmu, " ucap Raja malas.


" Membantu temanmu yang mana? " tanya Putri yang semakin penasaran.


" Kekasih temanku mengalami kecelakaan, dan dia datang ke sini untuk menjenguknya. " Raja menjelaskan.


" Eh, tunggu-tunggu. Sejak kapan kamu perduli sama orang? " Putri mengerlingkan kedua matanya ke arah Raja.


" Sudahlah, aku malas berdebat. " Raja langsung meninggalkan kakaknya, yang sedang bergulat di dapur.


Usai membersihkan diri, Sinta langsung menghampiri Putri yang sedang mengolah makanannya di dapur.


" Lagi masak apa, Kak? " tanya Sinta yang mendekati Putri.


" Masak spaghetti, sama roti panggang isi daging. " Putri menjawab sembari merebus spaghetti.


" Aku bantu, " ucap Sinta yang mendekati Putri.


" Oh boleh, " jawab Putri.


Mereka menyelesaikan memasak, dan menghidangkan nya ke meja makan.


" Raka, Raja makanan sudah siap, " panggil Sinta.


Kemudian Sinta menghampiri Gendis, yang masih berada di dalam kamar.


" Dis, " Sinta memanggil Gendis.


" Kita makan, yuk! " ajak Sinta yang sudah berdiri di sebelah Gendis


Mereka pun sudah berkumpul di ruang makan. Menikmati hidangan yang dibuat oleh Putri dan Sinta.


Spaghetti, roti panggang isi daging dan juga kentang goreng sudah tersaji.


" Maaf, Kak! Apa gak ada nasi? " Tanpa rasa malu, Raka bertanya pada Putri.


" Aku belum masak nasi, karena akan lama jika di olah. Makanya aku membuat hidangan yang mudah dan cepat. " Putri menjelaskan pada Raka.


" Raka, uda makan aja. Gak usah protes segala, " ucap Gendis sambil menendang kaki Raka.


Raka hanya mendengus kesal, karena di tegur oleh Gendis.


Mereka mulai menyantap hidangan yang tersaji. Saat makan memang tidak di ijinkan untuk berbicara. Mereka hanya fokus menyantap makanan sampai habis tak tersisa. Hal itu untuk menghormati tuan rumah.


Usai menyelesaikan santapannya, Gendis dan Sinta merapikan meja makan. Sinta menuju wastafel, untuk mencuci piring.


Raja dan Raka berjalan menuju balkon, terlihat pemandangan sore hari yang begitu indah.


" Sin, kapan kamu mau ke rumah sakit? " Gendis bertanya seraya membantu Sinta mencuci piring.


" Aku akan meminta Raja mengantarku, usai mencuci piring, " ucap Sinta.


" Siapa yang kekasihnya di rumah sakit? " Putri menyela pembicaraan Sinta dan Gendis.


" Sinta, Kak! " jawab Gendis sambil menunjuk ke arah Sinta.

__ADS_1


" Di rumah sakit mana? " tanya Putri.


" Aku belum lagi menghubungi nya, usai mencuci piring aku akan menghubungi nya. Untuk menanyakan rumah sakit tempat dia di rawat. " Sinta menjelaskan pada Putri.


" Oh, " jawab Putri.


" Bolehkah aku ikut, " Putri menawarkan dirinya. " Nanti biar aku antar dengan mobil, " sambungnya.


" Baik, Kak. Terima kasih, ya! " Sinta mengakhiri pekerjaan nya.


Kemudian dia menghampiri Raja dan Raka, yang sedang berada di balkon.


" Raja, aku ingin menghubungi ponsel Dito. " Sinta memanggil Raja.


Sayup Putri mendengar nama Dito, kemudian dia langsung menghampiri Sinta.


" Dito? " Putri mengulang perkataan Sinta.


" Iya, Kak! Memangnya kakak kenal sama Dito? " tanya Raja yang menatap kakaknya.


" Kamu kekasih, Dito? " tanya Putri menegaskan.


" Iya, dia tunangannya. " Raja menyahut.


" Raja, kakak lagi ngomong sama teman kamu, " bentak Putri


" Iya , Kak! Apakah kakak kenal sama Dito? " Sinta mengulang pertanyaan Raja.


Putri terdiam, dia mengamati penampilan Sinta. Cantik, tapi tak ada yang menarik dari penampilannya. Memakai jilbab, dan baju yang longgar. Apakah Dito menyukai tipe wanita seperti di hadapannya?


Batin Putri terus bergejolak, padahal dia sangat tahu jika Dito adalah pemuda tampan dan juga kaya. Kenapa mau dengan wanita berpenampilan tak menarik seperti gadis di hadapannya?


" Kak, kenapa bengong? " Raja membuyar kan lamunan Putri.


" Ah, enggak apa-apa. Ya sudah, kakak antarkan sekarang. " Putri bergegas ke kamar nya, untuk berganti pakaian.


" Kakak tahu tempat Dito di rawat? " tanya Raja sambil mengikuti Putri


" Iya, cepat kau ganti baju. " Putri memerintahkan Raja.


Usai merapikan diri, para gadis langsung menghampiri Raja dan Raka.


" Kalian sudah rapi? " tanya Raka yang sudah berdiri di depan pintu.


" Sudah, ayo jalan. " Putri langsung membuka pintu apartemennya.


Mereka pun keluar dari apartemen, dan berjalan menuju lift.


" Kakak kenal Dito, dimana? " tanya Sinta yang penasaran.


" Melly adalah temanku, " jawabnya.


" Oh, kak Melly! " Sinta mengangguk-anggukkan kepalanya.


" Tadi siang, aku sempat melihat kondisi Dito. Dia masih belum sadarkan diri." Putri memberitahu keadaan Dito pada Sinta.


Silakan like dan berikan komentar mu guys!


Numpang promo, bila berkenan silakan mampir ke karya baruku.


KISAH KASIH UNTUK SATRIA , sedang ikut kompetisi Yang Muda Yang Bercinta. Minta like dan komentar jika mampir setelah membaca, Terima kasih.

__ADS_1



__ADS_2