LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Tentang Risma


__ADS_3

"Siapa Risma?" tanya Sudirja yang belum sepenuhnya mengetahui tentang kasus Ferdi.


"Risma itu temanku, dia adalah orang yang mengenalkan Ferdi pada Gendis." Raja menjelaskan kepada Sudirja.


"Baiklah, kita akan mulai penyelidikan awal." Sudirja pun ingin mendengarkan penjelasan dari Raja.


"Sepertinya yang menculik Risma itu adalah orang yang sama," tebak Dito.


"Iya," balas Raja.


Mereka yakin jika semua adalah ulah Ferdi, namun Dito sangat mencemaskan sang kekasih yang kini belum diketahui keberadaannya.


"Apakah Risma akan bertemu dengan Sinta?" tanya Dito.


"Aku gak tahu," jawab Raja seraya menggelengkan kepalanya.


Flashback


Pagi ini Risma ingin pergi ke pasar karena stok sayuran habis di kulkas. Kemudian Risma meminta uang pada Alya untuk membeli sayuran dan juga lauk untuk seminggu kedepannya. Keuangan panti memang dipegang oleh Alya. Karena Alya sudah cukup dewasa untuk mengatur keuangan yang diamanatkan oleh Raja.


"Alya, aku mau belanja sayur di pasar." Risma menghampiri Alya yang sedang merapikan kamarnya.


"Tunggu tukang sayur aja, Kak." Alya memberikan saran kepada Risma.


"Tapi Al, kalo di pasar lebih murah dan masih segar." Risma kekeh ingin pergi ke pasar, karena dia ingin membeli yang lain selain sayur. Risma ingin membeli kebutuhan untuk sekolahnya, karena saat ini dia difasilitasi home schooling oleh Raja.

__ADS_1


Raja tidak ingin keselamatan Risma terancam, karena jika dia ditangkap oleh Ferdi maka akan mengancam nyawa Sinta juga.


"Baiklah, Kak. Aku kasih uang dua ratus ribu," kata Alya seraya menyodorkan uang seratus ribu sebanyak dua lembar.


"Alya, aku ingin membeli peralatan sekolah. Apa ada yang mau nitip?" tanya Risma


"Kebutuhan kami sudah disediakan oleh kak Raja," kata Alya.


"Iya, sudah. Aku jalan dulu," pamit Risma sembari membawa tas belanja.


Risma pun pergi ke pasar menggunakan mobil angkot. Sebelumnya Risma memang dilarang oleh Raja untuk keluar panti. Tetapi sepertinya Risma merasa bosan, dan dia ingin melihat suasana luar panti.


Setelah memilih banyak sayuran untuk stok selama seminggu, Risma langsung mencari peralatan sekolah.


Saat akan menyebrang jalan raya, Risma terlihat oleh Ferdi yang hendak ke kantor.


"Kamu ikuti gadis itu," perintah Ferdi pada ajudannya.


Kemudian salah satu ajuda di turunkan di pinggir jalan untuk mengikuti Risma.


Sampai akhirnya Risma telah sampai di panti dengan membawa banyak sayuran segar.


"Kak, kok banyak sekali?" kaget Alya


"Iya, karena aku menawar dagangan mereka." Risma menjawab sambil tertawa geli kala mengingat dia sudah berdebat dengan beberapa penjual sayur untuk mendapatkan harga yang murah.

__ADS_1


"Tok, tok, tok ..."


Suara ketukan pintu terdengar dari arah pintu depan.


"Siapa Kak?" tanya Alya


"Enggak tahu, apa kamu ada janji?" tanya Risma. "Iya, sudah. Kamu susun sayuran di kulkas, kakak akan bukakan pintu."


Risma bergegas menuju pintu untuk melihat tamu yang datang.


Pintu pun terbuka, terlihat Ferdi sudah berdiri di hadapan Risma dengan beberapa pengawalnya.


"Pak Ferdi!" kaget Risma saat melihat sosok yang saat ini sedang dia hindari


"Apa kabar, Risma?" tanya Ferdi seraya membuka kacamata hitamnya


"Tangkap dia," perintah Ferdi pada salah satu pengawalnya.


Risma segera berlari kedalam kamar, untuk menghindari Ferdi.


"Tolong ..." teriak Risma.


Sontak anak-anak panti pun bangun dari tidurnya karena merasa terganggu dengan teriakan Risma.


"Risma buka pintunya," teriak Ferdi sambil menggedor pintu kamar.

__ADS_1


"Cepat dobrak," perintah Ferdi pada ajudannya.


Silakan berikan komentar dan gift ya


__ADS_2