
Seminggu sudah Sinta dan teman-temannya berada di London. Sulis sudah pulang terlebih dahulu bersama Hasan. Karena mereka akan menyiapkan acara pernikahan.
"Dit, apa kamu akan menghadiri pesta pernikahan kak Sulis?" tanya Sinta yang kini sedang duduk di taman berdua dengan Dito.
"Jika kondisiku sudah membaik, aku akan datang." Dito tersenyum ke arah Sinta.
"Kamu harus rajin minum obatnya, dan jangan telat makan." Sinta menyarankan pada Dito.
"Iya, Cantik! Aku gak akan lupa, harus cepat sembuh. Biar bisa ngeliat kamu pakai kebaya." Dito mencapit hidung Sinta.
"Ish, mulai lagi deh usilnya." Sinta mengerucutkan bibirnya.
"Biar tambah mancung," ucap Dito.
Dari jauh terlihat Raja, yang sedang mengintip Sinta dan Dito dari balik dinding.
"Kamu yang sabar, ya!" Gendis berbisik dari belakang Raja
Raja menoleh ke arah Gendis, yang berdiri di belakangnya. Kemudian dengan wajah dingin, Raja pergi meninggalkan Gendis.
Gendis tersenyum tipis, dia berhasil menggoda Raja.
Sementara Sinta dan Dito sedang bercengkrama berdua, melepas perpisahannya bersama Sinta.
"Aku pasti akan berbesan dengan Sarah?" tanya Sinta seraya memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Iya, kenapa bisa kebetulan gitu ya?" tanya Dito sambil berpikir.
__ADS_1
"Kamu kenal kak Hasan?" tanya Sinta.
"Apa harus aku ceritakan secara detail?" Dito balik bertanya.
Sinta langsung melihat jam di tangannya. "Sudah jam sepuluh, aku harus segera pergi!" ucap Sinta yang langsung berdiri.
"Kamu kayak Cinderella aja!" Dito menggoda kekasih hatinya. "Gak mau dengar cerita tentang Hasan?"
"Lain waktu aja, sekarang antarkan aku untuk keluar dari rumahmu." Sinta langsung mendorong kursi roda yang di duduki oleh Dito.
"Kalau kamu di sini lebih lama, aku tidak akan susah-susah mengeluarkan uang untuk membayar perawat." Dito memegang tangan Sinta dari arah depan.
Sinta mencubit pelan pipi Dito. "Uang kamu banyak, jadi harus bayar lebih jika aku harus berada di sini," ucap Sinta yang sedang menjahili Dito.
"Aku akan berikan semua hartaku, asal kamu tetap di sini," jawab Dito.
"Jangan lebay!" ucap Sinta sambil memutar kedua bola matanya.
"Kalian sudah mengucapkan salam perpisahan?" Raka meledek Sinta dan Dito yang baru datang.
"Raka!" Gendis mencubit pinggang Raka.
"He..., he..." Raka terkekeh
" Raja, aku titip Sinta." Dito tersenyum ke arah Raja.
Raja hanya tersenyum canggung, kali ini dia harus membangun tembok untuk perasaannya kepada Sinta.
__ADS_1
"Iya." Raja menjawab tanpa menatap wajah Sinta.
"Udah, yuk! Nanti kita bisa terlambat naik pesawat." Gendis langsung menghampiri Sinta dan menggandeng tangannya.
"Aku pulang dulu, doakan biar selamat sampai tujuan." Sinta memegang tangan Dito.
"Iya, aku doakan kalian pulang sampai rumah dengan selamat." Dito menjawab
"Assalamua'laikum..." Sinta mengucap salam
"Wa'alaikumsalam," jawab Dito.
Mereka bertiga pun pamit pada Dito, Raka dan Raja pun memeluk Dito. Sedangkan Gendis hanya bersalaman pada Dito.
Mereka berempat pun naik ke mobil dan di antar oleh Jimmy.
Dalam perjalanan, Raja hanya terdiam. Sebelumnya dia sudah pamit pada Putri, melalui sambungan telepon selularnya.
"Sin, aku tuh iri banget ngeliat hubungan kamu sama kekasih kamu," ucap Gendis yang memeluk lengan Sinta sambil menyandarkan kepalanya. Kedua matanya melirik ke arah Raja. Berharap Raja akan cemburu, dan Gendis akan masuk ke hati Raja.
Jangan lupa like dan berikan komentar.
Alhamdulillah LDR Cinta SMA masuk promosi,
Terima kasih untuk kalian yang sudah membaca karyaku.
Maaf jarang update, karena sedang ikut even YMYB. Tapi author usahakan mulai besok update tiap hari.
__ADS_1
Semoga kalian sehat selalu.