
Raja terlihat kesal dengan Gendis yang sangat keras kepala. Akhirnya dia meninggalkan Gendis.
"Raja .." Gendis memanggil Raja, namun tak dihiraukan.
Raja pun berjalan menuju mobil, untuk mengajak Sinta pulang.
Sesampainya di mobil, terlihat Sinta sudah berada di dalamnya.
Raja pun mengetuk kaca jendela mobil. "Sinta, tolong bukakan pintu!" pinta Raja
Sinta pun membukakan pintu untuk Raja, padahal pintu tidak dikunci.
"Kenapa kamu sangat manja? Padahal pintunya tidak di kunci," cibir Sinta seraya menajamkan matanya
"Aku hanya mengujimu," ucap Raja memberikan alasan
Kemudian Raja melajukan mobilnya pergi meninggalkan sekolah.
"Raja, kenapa kau menyuruh Gendis untuk menjauhiku?" tanya Sinta
Sontak Raja pun terkejut dengan pertanyaan Sinta. Sebelumnya Raja sudah mengetahui jika Sinta akan menanyakan hal itu. Namun lagi-lagi Raja lupa untuk mencari jawabannya.
"Aku hanya di suruh Dito," ucap Raja melimpahkan tanggung jawab pada Dito.
__ADS_1
Karena Raja tidak ingin ambil pusing, tentang pertanyaan dari Sinta.
"Apa! Dito yang menyuruhmu?" Sinta terlihat berpikir, apa alasan Dito menyuruh Gendis untuk menjauhinya.
"Sebaiknya kamu jangan terlalu banyak berpikir, aku tidak ingin kamu sakit lagi."
Sinta menyadari jika Dito sangat perhatian kepadanya.
Mereka berdua pun telah sampai di depan rumah Sinta.
"Terima kasih," ucap Sinta yang sudah keluar dari mobil.
"Sudah kewajibanku untuk mengantarkan kamu pulang," kata Raja.
Raja sebenarnya adalah anak orang kaya, harta kedua orang tuanya hampir setara dengan keluarga Dito. Hanya saja Raja ingin hidup mandiri, dan tidak ingin bergantung kepada harta kedua orang tuanya.
"Iya, sudah! Kamu hati-hati," pesan Sinta.
Kemudian Sinta pun menjauh dari mobil yang di kendarai oleh Raja.
Sinta melambaikan tangan melepaskan kepergian Raja.
Sementara Dito telah sampai di universitas untuk menyerahkan formulir pendaftaran.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan administrasi, Dito pun bergegas pergi meninggalkan kampus. Saat akan berjalan menuju area parkiran, Dito melihat ada mobil mewah yang akan masuk ke area parkiran.
Mobil mewah keluaran terbaru itu di iringi oleh beberapa mobil dibelakangnya. Sepertinya penumpang yang berada di dalamnya adalah seorang pejabat.
Dito memperhatikan mobil itu dengan seksama, siapa orang di dalamnya?
Ternyata mobil itu pun berhenti tepat di hadapannya. Dito hanya berdiri tanpa bergeser sedikit pun dari tempatnya.
"Minggir!" perintah seseorang sembari mendorong tangan Dito.
Terlihat seorang laki-laki dengan stelan jas berwarna hitam, di padu dengan kacamata hitam. Mereka telah keluar dari mobil masing-masing untuk menjaga seseorang yang berada di dalam mobil mewah tersebut.
Beberapa detik kemudian, orang yang berada di dalam mobil mewah itu pun keluar.
Seorang laki-laki dengan stelan jas berwarna hitam dan kemeja berwarna putih, telah keluar dari mobil mewah tersebut.
"Pak Ferdi anda sudah di tunggu di ruang aula." Seorang laki-laki paruh baya mendekati pria yang bernama Ferdi
"Ferdi?" gumam Dito.
Akhirnya Dito mengurungkan niatnya untuk kembali pulang. Dia akan mengikuti Ferdi menuju ke arah aula.
Ferdi di kawal sangat ketat oleh beberapa pria bertubuh tegap, karena dia pejabat yang sangat berpengaruh di kota. Banyak musuh yang tak terlihat, karena Ferdi sering bermain licik saat sedang menjalankan bisnisnya.
__ADS_1
Dito terus mengikuti Ferdi menuju ruang aula, yang di sana sudah banyak anak-anak mahasiswa sedang menunggunya.
Jangan lupa untuk like dan komentar