LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Bab 84


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Terry pun ingin pamit pada Sinta. Karena merasa tak nyaman dengan pandangan Gendis.


"Ren, ayo kita balik?" ajak Terry yang menghampiri Rendi sedang bersama Fadli dan Malik.


"Ya, Teh! Aku belum makan," ucap Rendi.


"Kamu dari tadi ngapain aja?" kesal Terry seraya mengerutkan keningnya.


"Ada apa sih Ter, kok jadi buru-buru mau pulang?" tanya Fadli.


"Iya, padahal kan cuma kamu sama Sinta yang hidupnya sudah terasing dari kita-kita!" ucap Malik seraya menautkan kedua alisnya.


"Ish, apaan sih! Gak jelas banget," ucap Terry berdecak kesal.


"Katakan sama kita, kamu kenapa?" tanya Fadli seraya memperhatikan Terry.


Karena memang Fadli adalah pemuda yang pemikiran nya terlihat dewasa.


"Aku salah deketin cowok orang," ucap Terry jujur. Terry tak bisa berbohong kepada sahabat-sahabat nya.


"Maksudnya Raja?" tanya Malik yang sedari tadi memperhatikan Terry bersama Raja. Karena Malik akan menjadikan Terry bahan Bullyan di grup, jika jadian sama Raja.


"Iya," jawab Terry seraya mengangguk kan kepala nya.


"Ah, sedari tadi aku gak melihat dia sama cewek?" ucap Malik seraya mencari keberadaan Raja.


"Katanya dia playboy, lalu cewek nya baru saja menegur aku," ucap Terry lemah.

__ADS_1


"Apa? Ceweknya, ngelabrak kamu?" tanya Malik. "Mana orang nya, biar aku labrak balik," ucap Malik yang langsung melipat lengan kemeja nya.


"Malik, kamu gak usah sok jagoan gitu. Sama Puput aja kamu takut, gimana sama cewek di sini!" sindir Terry.


"Bukannya takut, aku tuh cuma sayang sama dia." Malik berkilah.


"Udah yuk, Ren! Kita pamit pada Sinta," ajak Terry.


"Tapi, Teh! Perutku lapar," ucap Rendi memelas.


"Nanti aku traktir makan di luar," ucap Terry yang langsung menarik tangan Rendi.


Terry dan Rendi pun berjalan menghampiri Sinta, yang sedang duduk bersama Dito juga kedua temannya.


"Sin, aku pamit pulang, ya!" ucap Terry yang sudah berdiri di hadapan Sinta.


"Aku ada urusan mendadak," ucap Terry yang sebenarnya tidak ingin berbohong. Hanya saja. dia sudah tidak nyaman jika terus di perhatikan oleh Gendis.


Raja datang menghampiri Sinta, karena melihat Terry sedang bersama Sinta.


"Ter, aku cariin dari tadi," ucap Raja.


"Loh, kamu nyariin Terry?" tanya Sinta dengan ekspresi wajah terkejut, karena tak biasa Raja mencari seorang wanita.


"Eh, iya!" jawab Raja tersipu malu.


Terry merasa tak nyaman dengan kondisi di hadapan nya.

__ADS_1


"Terry mau pulang," jawab Sinta.


"Loh, acaranya belum selesai." Raja mencoba mencegah Terry.


"Aku ada urusan, jadi harus segera pulang." Terry berucap seraya tersenyum canggung.


Rendi telah tahu jika majikannya sedang berada di posisi yang tidak nyaman.


"Iya udah, Teh! Aku nunggu di mobil," ucap Rendi sembari menjabat tangan Sinta dan teman-teman lainnya.


"Aku pamit sama kak Sulis dan mama juga." Terry minta di temani menuju kursi tempat mempelai pengantin.


"Aku antarkan Terry dulu, ya!" ucap Sinta pada teman-teman nya.


"Aku, antar!" ucap Raja yang berjalan di belakang Terry dan Sinta.


Terry merasa tak nyaman dengan pandangan mata Gendis. Akhirnya dia memeluk erat lengan Sinta.


Usai pamit, Sinta dan kawan-kawan nya mengantarkan Terry menuju mobilnya.


"Ter, boleh minta nomor kamu?" tanya Raja yang sudah berdiri di sebelah pintu mobil Terry karena dia telah masuk ke dalam mobil.


"Untuk apa?" tanya Terry dengan nada ketus.


"Aku mau kenalan aja, memang gak boleh?" tanya Raja.


"Kamu tanya Sinta saja, ya!" Terry langsung menutup pintunya.

__ADS_1


"Da, da..." Terry melambaikan tangan pada teman-teman nya.


__ADS_2