LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Sinta cemburu


__ADS_3

Bel sudah berbunyi, seluruh siswa pun bersiap-siap untuk segera pulang ke rumah.


Raja segera bersiap-siap menuju rumah Herman. Karena dia akan mengadakan rapat dengan Dito.


"Sinta!" panggil Dito yang melihat Sinta sudah keluar dari sekolah. Dito memarkirkan motornya di sebelah gerbang dekat dinding sekolah.


Sinta pun melihat Dito yang sedang duduk di atas motor nya.


"Sin, itu pacar kamu yang tadi pagi?" tanya Riska yang begitu penasaran dengan Dito.


"Iya," jawab Sinta tersipu malu.


"Sin, ganteng banget!" puji Ayu yang berada di sebelah Sinta.


Sinta hanya terdiam, dia tidak berkata-kata karena merasa cemburu.


"Ayu, Riska maaf ya! Aku gak bisa bareng," kata Sinta dengan nada kecewa.


"Iya, enggak apa-apa!" jawab Riska sembari tersenyum simpul ke arah Dito.


Dito pun membalas senyuman Riska, lalu Sinta cemburu melihat Dito membalas senyuman Riska


"Ehem..." Sinta berdehem sembari melirik ke arah Dito.


"Eh, kenalin dong pacarnya!" ucap Ayu sambil menyenggol lengan Sinta.


Sebenarnya Sinta merasa kesal saat mereka berdua terpesona dengan ketampanan Dito.


"Oh, iya! Kenalkan Dito," kata Sinta memperkenalkan Dito kepada Riska dan juga Ayu.


"Hey," sapa Ayu seraya mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Namun Dito tidak membalas uluran tangan Ayu, melainkan mengatupkan kedua tangannya.


"Dito!" jawab Dito.


Sinta pun merasa senang saat melihat sikap Dito yang tidak ingin berjabat tangan dengan Ayu.


"Eh, iya!" Ayu langsung menarik tangan nya.


Riska mengurungkan untuk mengulurkan tangannya kepada Dito. Dia tidak ingin malu seperti Ayu.


"Sin, kita duluan ya!" kata Riska yang langsung menarik tangan Ayu.


"Iya, dadah..." Sinta melambaikan tangan melepaskan kepergian kedua temannya.


"Jangan cemburu," ledek Dito seraya memakaikan helm ke kepala Sinta.


"Aish! Siapa yang cemburu?" kata Sinta seraya mencebikkan bibir nya.


Kemudian Dito melajukan motornya meninggalkan sekolah Sinta


"Terima kasih, kamu sudah menjaga perasaan ku." Sinta berbisik di telinga Dito yang di halangi oleh helm.


Dito pun mengulas senyum, saat Sinta sedang memperhatikan dirinya. Sepertinya Sinta sudah mulai mengerti dengan perasaan cintanya.


Sesampainya di rumah, Dito langsung pamit kepada Sinta.


"Kamu gak mampir dulu?" tanya Sinta.


"Cewek dan cowok gak boleh berduaan. Nanti yang ketiganya setan," ucap Dito


Sinta pun tersenyum malu, saat Dito sedang menasehatinya

__ADS_1


Setelah melihat Sinta sudah masuk ke dalam rumah, Dito langsung melajukan motornya.


Raja telah sampai di kantor Herman, dia pun menunggu kedatangan Dito.


Selang beberapa menit kemudian, Dito pun sampai di kantor Herman.


"Ja!" sapa Dito yang telah masuk ke dalam ruangan Herman.


"Ayo, silakan masuk!" kata Herman


Setelah mereka bertiga berkumpul, lalu Dito menjelaskan kejadian tadi saat berkunjung ke yayasan.


"Raja, apa kau yakin jika yayasan itu adalah panti?" tanya Dito.


"Iya, dia bilang kalau itu adalah yayasan panti asuhan." Raja menjelaskan kepada Dito.


"Tapi tadi dia bilang kalau itu adalah agen penyalur tenaga kerja," ujar Dito.


"Tapi aku merasa janggal, karena tak ada satupun foto pemilik yayasan. Dan yang lebih mengejutkan adalah saat nomor rekening yang dia berikan adalah milik Feri."


"Om, apa kau sudah menyimpan foto-foto yang tadi aku kirim?" tanya Dito kepada Herman.


"Sudah," jawab Herman.


"Lalu apa rencana mu?" tanya Raja


"Aku harus masuk ke dalam yayasan itu, dengan menyamar." Dito berucap sembari berpikir.


Sepertinya Dito ingin benar-benar masuk ke dalam yayasan, untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.


Apa yang akan dilakukan oleh Dito?

__ADS_1


Cek bab selanjutnya.


__ADS_2