LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Kedatangan sahabat Sinta


__ADS_3

"Dit, apa kita bisa ngobrol di kafe kamu?" tanya Sinta melalui sambungan telepon selulernya.


Pagi ini Sinta ingin bertemu dengan Dito, lalu dia menghubungi sang kekasih melalui sambungan telepon selulernya.


"Aku lagi di kampus, belum pasti pulang jam berapa. Setelah aku pulang, nanti aku jemput."


"Bagaimana kalau aku datang ke kampus? Sekalian mau lihat-lihat kampus juga," kata Sinta.


"Tapi kepulangan aku belum pasti, nanti kamu akan lama nungguinnya."


"Gak apa-apa, sekalian cari angin," kata Sinta


"Cari angin jangan di kampus, nanti kamu yang kecantol sama cowok-cowok di kampus."


"Jangan su'uzon," kata Sinta


"Iya, terserah kamu."


Sinta langsung menutup sambungan telepon selulernya.


Sinta sedang mencari tempat kuliah yang nyaman untuknya. Karena pendaftaran kuliah pada bulan Agustus. Selama masa tunggu, dia harus benar-benar mencari tempat belajar yang nyaman dan sesuai dengan bidangnya.


Sinta bergegas keluar dari kamarnya. Dia melihat rumahnya sudah sepi, sepertinya Sulis dan Hasan sudah pergi.


Hasan pamit kepada Sulis untuk pulang ke Jakarta. Karena hari ini Dito kembali membuka cabang di Jakarta.


Saat akan keluar rumah, terlihat Raja yang sedang berdiri di sebelah mobilnya.

__ADS_1


"Raja, sejak kapan kamu di situ?" tanya Sinta yang terkejut dengan kehadiran Raja.


"Dito menghubungi aku, katanya kamu mau ke kampus."


"Iya, sih. Tapi gak harus dijemput sama kamu juga kali," ujar Sinta.


"Hey, Sin." Terdengar suara perempuan yang tak asing di telinga Sinta.


"Terry," panggil Sinta saat melihat sahabatnya berada di dalam mobil Raja.


Terry pun keluar dari mobil, lalu memeluk Sinta.


"Aku kangen banget sama kamu," kata Terry yang tidak ingin melepaskan pelukannya.


"Aku juga kangen," kata Sinta.


Sinta dan Terry pun masuk ke dalam mobil. Mereka duduk di belakang, sedangkan Raja duduk sendiri di depan.


"Aku berasa kayak supir," singgung Raja sembari melihat ke arah kaca spion.


"Ih, cerewet." Terry berdesis. "Ish,"


Kemudian Sinta dan Terry melanjutkan perbincangan mereka dan tidak memperdulikan Raja.


"Sin, aku mau mencari kampus di Yogyakarta."


"Wah, jadi kamu mau pindah ke sini?" tanya Sinta antusias.

__ADS_1


"Iya," jawab Terry.


"Puput sama Ning juga mau pindah ke sini," sambung Terry.


"Wah, seru nih kayaknya. Kita bakalan sama-sama lagi." Sinta begitu bahagia mendengar kabar tentang kepindahan teman-temannya ke Yogyakarta.


"Fadli dan Malik?" tanya Sinta.


"Aku gak tahu, kamu tanya aja sama pacar-pacar mereka."


"Ah, bodo amat soal Fadli sama Malik. Yang pasti kita akan sama-sama lagi." Sinta langsung memeluk Terry.


Raja hanya menggelengkan kepalanya melihat kehebohan dua gadis di belakangnya.


"Baru saja aku mau bilang sama Dito, kalau mau pindah ke Jakarta. Eh, kamu malah mau kuliah di sini," kata Sinta yang memang selalu terbuka dengan sahabatnya.


"Iya, apa aku gak boleh pindah kuliah di sini?" tanya Terry sembari melirik ke arah Raja.


"Oh, iya, ya. Aku paham," kata Sinta dengan senyum meledek ke arah Raja


Raja hanya berpura-pura tidak tahu tentang arah pembicaraan dua gadis di belakangnya.


"Raja, sejauh mana kamu kenal sama sahabat ku Terry?" tanya Sinta secara terang-terangan.


"Ha, Sinta. Kamu jangan bikin malu aku dong," ucap Terry merajuk.


Silakan berikan komentar dan like

__ADS_1


__ADS_2