LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Amanat untuk Raja


__ADS_3

"Dito kamu ada di sini?" Gendis terkejut saat melihat kehadiran Dito di belakangnya


"Aku harap kamu jangan dulu membahas hal-hal pribadi dengan Sinta," kata Dito


Dito pun berjalan menghampiri Sinta lalu duduk berseberangan dengan Gendis.


"Aku harap bisa mendapatkan lelaki seperti Dito, yang begitu sangat perhatian dengan kekasihnya." Gendis berdoa dalam hati.


"Maaf aku baru tahu kalau Sinta operasi usus buntu," kata Gendis. "Karena Raja tidak memberitahu aku."


"Ya, nggak apa-apa! lagi pula hal ini jangan terlalu dibesar-besarkan," kata Sinta.


"Gendis bisa kita bicara di depan?" tanya Dito


Gendis pun melirik ke arah Sinta, meminta persetujuannya.


Sinta membalas dengan tersenyum.


Kemudian Gendis pun bangun lalu bergegas keluar dari kamar Sinta. Lalu disusul oleh Dito yang berjalan mengikutinya.


Gendis duduk di sofa, lalu Dito duduk di hadapannya.

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Gendis.


"Sebaiknya, kamu jangan dulu mendekati Sinta," ucap Dito yang melarang Gendis.


"Apa alasannya?" tanya Gendis


"Saat ini, aku hanya fokus pada kesehatan Sinta. Jadi aku harap kau jangan dulu mendekati Sinta, sampai kondisinya membaik."


"Jika memang Sinta sakit, aku bisa kok membantunya." Gendis terlihat kesal saat Dito melarangnya mendekati Sinta.


"Justru, hal itu yang membuat Sinta akan sakit lagi. Sebaiknya kamu jangan dulu mendekati nya," tegas Dito.


Sinta begitu perhatian dengan kasus yang dialami oleh Gendis kala itu. Namun sayangnya Gendis justru tidak perduli dengan perhatian Sinta. Hingga Gendis berbohong tentang kejahatan Feri. Padahal jelas-jelas Sinta akan membelanya, agar Gendis tidak lagi terjerumus dalam kehidupan prostitusi.


Maka dari itu, Dito benar-benar akan tegas pada siapa saja yang kini berteman dengan Sinta.


Walaupun hubungan Dito dan Sinta hanya sebatas bertunangan, tetapi cinta Dito membuatnya bertekad untuk menjaga Sinta.


Dito tidak ingin gadis yang paling dia cintai terluka ataupun menderita. Apalagi Sinta adalah gadis sensitif yang suka ikut campur dengan masalah orang lain. Jiwa sosial nya tinggi, hingga Sinta tidak bisa tinggal diam saat temannya sedang mengalaminya suatu masalah.


"Baiklah," ujar Gendis.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu pulang dan jangan menampakkan diri di depan Sinta," pesan Dito.


Gendis pun tersenyum kecut, lalu langsung berjalan keluar rumah Sinta.


"Loh, Dit! Teman nya Sinta kemana?" tanya mama seraya membawa kue bolu buatan nya.


"Pulang, katanya ada keperluan mendadak." Dito menjawab seraya mengulas senyum berbohong.


Sementara Gendis hanya bisa menggerutu saat telah meninggalkan rumah Sinta.


"Ish, kenapa pacarnya Sinta jadi galak begitu ya?" gumam Gendis seraya berjalan tergesa-gesa menuju jalan raya.


Gendis terlihat kesal dengan sikap Dito yang telah mengusirnya. Ada alasan apa hingga dia tak boleh bertemu dengan Sinta?


Padahal Gendis ingin bercerita kepada Sinta, jika dia ingin membantu Raja untuk menjebloskan Feri ke penjara. Tetapi semua terlambat, karena Dito telah mengambil alih masalah Raja.


Sinta tidak di ijinkan untuk mengurusi masalah Raja. Dan Dito meminta Raja untuk menjaga Sinta agar tidak mendekati Gendis ataupun Gendis mendekati Sinta.


Semalam Dito datang ke rumah Raja, untuk membahas kasusnya yang akan dia tangani. Dito meminta Raja agar membuat Sinta hanya fokus pada pelajaran.


Raja pun menjadi tenang saat tahu jika Dito mau membantu nya.

__ADS_1


__ADS_2