
Hey guys, jangan lupa untuk selalu tinggalkan tap like untuk karyaku. Jika kamu suka berikan vote dan komentar ya. Dukungan mu sungguh berarti untuk membuat ku semangat update.
Dito langsung mengajak Sinta, untuk makan siang di hotel milik nya
Usai makan siang, Dito sudah mengatur janji dengan klien bisnisnya. Dia akan bertemu sesudah ba'da ashar.
" Kamu, bisa menemani ku?" tanya Dito.
" Menemani, kemana?" Tanyanya.
" Aku ada janji, dengan salah satu klienku. Dan dia akan menemui ku di sini." kata Dito.
" Iya sudah, tapi jangan terlalu malam mengantarkan ku pulang. Bisa-bisa di omelin sama kak Sulis." kata Sinta
" Iya, hanya sebentar. Aku hanya ingin mengenal dekat, dan besok akan berkunjung ke pantinya." kata Dito membuat acara weekend bersama Sinta.
" Oh, dia punya panti?" tanya Sinta.
" Iya, " jawab Dito, " Sembari menunggu, aku mau mengecek hotel. Kamu mau ikut?" tanya Dito yang sudah berdiri sambil mengulurkan tangannya.
" Boleh, " jawab Sinta menyambut uluran tangan Dito.
Mereka pun berjalan, menyusuri lorong hotel. Melihat suasana hotel yang dulu pernah mereka singgahi.
Selang beberapa menit kemudian, ada notifikasi yang masuk dari ponsel Dito.
" Sebentar, aku mau mengecek pesan masuk." kata Dito yang ingin mengambil ponsel di dalam kantong celananya.
" Iya, " Sinta menghentikan langkahnya, dia langsung menuju ke arah balkon untuk melihat pemandangan.
" Seperti nya, dia sudah sampai di depan." kata Dito.
" Ya sudah, kita solat ashar dulu." ajak Sinta.
Mereka pun berjalan menuju musholla, yang di sediakan oleh Dito untuk para karyawan.
Dito berpesan pada kliennya, untuk langsung masuk ke dalam kafe. Karena dia akan melaksanakan solat ashar.
Usai melaksanakan solat asar, Dito pun menuntun tangan Sinta dengan erat. Hanya itulah hal yang bisa dia lakukan saat ini, untuk melepaskan kerinduan.
Mereka telah sampai di kafe, Dito mencari keberadaan kliennya.
Kemudian Dito langsung menghubungi nya, menanyakan apa sudah masuk ke dalam kafe.
Sinta masih setia mengikuti kekasih nya, dia berdiri di belakang Dito. Sambil menyapa karyawan yang sedang bekerja.
" Ayo, " kata Dito yang langsung menarik tangan Sinta.
" Ih, kamu jangan main tarik-tarik aja dong." rengek Sinta.
" Iya, maaf. Soalnya uda jam empat. Nanti kak Sulis akan marah, jika aku memulangkan mu saat sudah malam." kata Dito.
Dito mencari kliennya yang berjaket Hoodie berwarna hitam. Lalu duduk di pojok, dekat dengan tangga masuk.
__ADS_1
" Itu, dia." kata Dito yang telah melihat kliennya.
Dito berjalan sembari menuntun Sinta, " Ih, aku kaya anak kecil aja deh!" keluh Sinta.
" Selamat sore." sapa Dito yang telah berdiri di hadapan kliennya, sedang kan Sinta berdiri di belakang Dito.
" Sore." balasnya yang langsung berdiri.
" Dito, " ucap Dito memperkenalkan diri.
" Raja, Raja Cakra buana." sahutnya.
" Perkenalkan, Sinta tunangan ku." Kata Dito yang langsung menyingkirkan badan nya. Dan menarik tangan Sinta untuk maju mendekati nya.
Sinta begitu terkejut saat melihat Raja berada di hadapan nya. Begitu juga dengan Raja, sangat terkejut mendengar Sinta adalah tunangan dari bosnya.
Mereka berdua saling berpandangan, sambil menyipitkan kedua matanya.
" Kalian sudah saling kenal?" tanya Dito yang melihat keanehan pada ekspresi di wajah kedua nya.
" Iya, dia teman sekolah ku." jawab Sinta dengan tatapan datar.
" Oh, jadi kalian berteman?" sambut Dito.
" Iya, " jawab Raja dengan senyuman terpaksa dan sedikit kecewa.
" Silakan duduk." kata Dito yang langsung menggeser bangku untuk di duduki oleh kekasihnya.
" Terima kasih." jawab Sinta sambil tersenyum.
Sinta mengalihkan pandangan ke arah jalanan, sedang kan Raja fokus menatap layar laptopnya.
" Aku, mau ke toilet." Kata Sinta yang langsung bangun.
" Iya, " jawab Dito yang terlihat fokus pada layar laptopnya.
Sinta berjalan meninggalkan Dito dan Raja, dia menuju toilet.
" Huft, kenapa aku klien Dito harus Raja sih?" Kesal Sinta sambil memandang wajahnya di cermin.
" Lantas, kenapa tadi pagi dia gak masuk sekolah? Lalu sekarang dia malah ketemu Dito?" Sinta masih bermonolog sendiri, dia mengutarakan isi hatinya dengan berbicara di cermin toilet.
Lima belas menit berlalu, Sinta menghela nafasnya. Dia pun keluar dari toilet, dan dengan mengejutkan harus berpapasan dengan Raja
" Kamu.." sontak Sinta terkejut saat bertabrakan dengan Raja.
Raja nampak acuh, tak menghiraukan kehadiran Sinta.
" Ish, " kesal Sinta.
Sinta langsung berjalan mendekati Dito, dan duduk di sebelahnya.
Sinta menatap tajam ke arah Raja, terlihat wajahnya begitu dingin dan penuh aura keseriusan.
__ADS_1
" Sin.." panggil Dito yang membuyarkan lamunan nya.
" Eh iya, ada apa?" Tanya Sinta yang langsung menoleh ke arah Dito.
" Aku hanya ingin kamu mengelola bisnis ku, di sini." Ucap Dito menegaskan.
" Apa? " Ucap Sinta terkejut mendengar penuturan kekasih nya.
" Maaf, kalau aku akan mempercayai mu untuk mengelola nya. Karena aku pikir, kau dan Raja adalah teman satu sekolah." Kata Dito yang membawa nama Raja.
" Lalu?" Kata Sinta sambil mengernyitkan keningnya.
" Aku minta tolong kepada mu, agar bisa bekerja sama dengan Raja. Mengawasi bisnis franchise minuman ku yang lagi viral." Papar Dito.
" Apa? Aku gak salah dengar?" Sinta terkejut mendengar perkataan Dito.
Kenapa Dito bisa mempercayakan bisnisnya pada Sinta, dan membiarkan dia bekerja bersama Raja.
Padahal Dito selalu cemburu, jika Sinta di goda oleh laki-laki.
Sinta menatap sinis ke arah Raja, yang masih menunjukkan ekspresi wajah yang dingin.
Dia tidak terkejut, bersedih ataupun bahagia.
" Dito, apa kau ingin membuat aku pusing?" Keluh Sinta
" Kamu bisa belajar, menjadi pengelola keuangan untuk ku. Agar tidak kaget saat sudah menjadi istriku." Ucap Dito sambil menunjukkan senyum ciri khasnya.
" Baiklah, kalau kau memaksa. Tapi jangan salahkan aku, jika aku tidak pandai berhitung." Kata Sinta seraya melirik ke arah Raja.
" Masa calon istri ku yang juara matematika di sekolah, tidak pandai berhitung?" Ledek Dito seraya mencubit hidung Sinta.
" Ish, kamu mulai deh " rajuk Sinta yang mencubit perut Dito.
Raja hanya tersenyum pias, melihat kemesraan antara Dito dan Sinta.
" Raja, apa ada yang ingin kau tanyakan?" Tanya Dito yang sudah menutup layar laptopnya.
" Tidak, aku sudah cukup mengerti. Bukannya aku akan dibantu oleh nona sang juara matematika?" Canda Raja seraya melirik ke arah Sinta.
Sinta menanggapi candaan Raja, dengan memutar kedua bola matanya malas.
" Baiklah, kita akhiri pertemuan hari ini. Semoga kau bisa aku percaya dalam bisnis ku " kata Dito seraya mengulurkan tangannya.
" Iya, semoga kita menjadi rekan bisnis yang amanah." Balas Raja menyambut uluran tangan Dito.
" Bagaimana soal panti, apa aku boleh mengunjungi nya besok?" Tanya Dito, " Karena hari senin, aku harus membuat KTP dan langsung terbang ke Inggris." Kata Dito
" Bisa, mau datang jam berapa?" tanya Raja.
" Kamu bisanya jam berapa, cantik?" tanya Dito pada Sinta.
-
__ADS_1
Silakan like dan berikan komentar mu