
Raja tidak menyangka jika Gendis akan memfitnahnya. Padahal jelas-jelas saat itu Raja telah menolongnya dari pria hidung belang yang telah memperkosanya.
"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Raja yang telah merebahkan diri di atas tempat tidur.
Kali ini Raja benar-benar di jebak oleh Gendis. Padahal saat ini dia sedang mengurusi kasus penculikan Gendis.
Diam-diam Gendis mengambil gambar Raja setelah di perkosa oleh Bram yaitu papa tirinya.
Saat Sinta memoto dirinya untuk dibuatkan visum yang akan di berikan pihak ke kepolisian. Gendis pun mencetaknya lagi untuk meyakinkan Cakrabuana jika Raja telah tidur bersama nya.
Entah apa yang ada di pikiran Gendis? Padahal jelas-jelas Raja telah menolaknya sewaktu di bandara.
"Sebaiknya aku tanya Sinta, bagaimana Gendis bisa mendapatkan foto ini," ucap Raja seraya menggenggam beberapa lembar foto di tangan nya.
Hari sudah larut, Raja bergegas menuju tempat tidur untuk melepaskan kelelahan nya.
***
Matahari sudah bersinar, seluruh siswa pun berbaris di depan kelas masing-masing.
Pagi ini Raja terlihat ikut berbaris di deretan para siswa laki-laki.
Sebenarnya mereka bertanya-tanya dalam hati, tentang keberadaan Raja di barisan mereka. Karena tak biasanya Raja ikut dalam barisan.
__ADS_1
Satu persatu siswa masuk ke dalam kelas, dan menempati bangku masing-masing.
"Sinta, istirahat nanti aku ingin bicara sesuatu," ucap Raja seraya menoleh ke arah Sinta.
Sinta hanya melirik sekilas ke arah Raja, karena bu guru Viola telah datang untuk mengajar.
Selang beberapa jam, pelajaran telah usai. Bel istirahat berbunyi, menandakan semua siswa telah menyelesaikan jam pelajaran kedua.
"Sinta, kita ke kantin. Ada hal yang sangat penting," ucap Raja dengan mimik serius.
"Raja, aku tahu kamu mau ngobrol soal Terry 'kan?" batin Sinta sambil menatap kepergian Raja.
Sinta mengira jika Raja akan membicarakan perihal Terry kepadanya. Karena semalam Terry menceritakan banyak hal tentang Raja kepada dirinya.
Awalnya Terry ragu, karena Raka telah menceritakan hal buruk tentang Raja kepada dirinya. Namun semua di tepis oleh Sinta, dan Terry lebih mempercayai Sinta daripada sepupunya itu.
Sinta pun mengikuti langkah Raja, dia berjalan menuju kantin.
"Sinta..." panggil Gendis yang langsung menarik tangan Sinta.
Sinta pun menghentikan langkahnya, lalu duduk bersama Gendis di bangku depan kelas.
"Ada apa?" tanya Sinta. "Kamu sudah masuk sekolah?" tanya Sinta dengan raut wajah gembira.
__ADS_1
"I-iya," jawab Gendis gugup.
Gendis tak tega untuk menyakiti hati Sinta, hanya saja dia di ancam oleh Feri agar menghentikan kasusnya.
"Aku mau bicara sesuatu sama kamu," ucap Gendis seraya menatap intens ke arah Sinta.
"Gendis dan Raja lagi pada kenapa ya? Mereka ingin berbicara hal serius kepadaku," batin Sinta sambil berpikir.
"Cepat katakan, karena aku mau ke kantin."
"Sin, aku di ancam oleh om Feri!" ucap Gendis
"Apa! Diancam?"
"Iya, Om Feri akan menyebarkan foto-foto ku saat penyelidikan yang dilakukan saat aku di perkosa oleh Bram. Dan menyabotase fotoku bersama Raja."
"Apa!" Sinta terkejut mendengar pernyataan Gendis.
"Aku bingung, sebenarnya aku gak ingin melibatkan Raja. Hanya saja om Feri mengancamku dengan foto itu," ucap Gendis dengan wajah panik. "Aku harus bagaimana?"
"Apa yang akan Raja bicarakan padaku?" batin Sinta bertanya dalam hatinya.
Maaf dikit dulu ya guys!
__ADS_1
Silakan like dan komentar ya