
"Sinta, dengarkan aku dulu." Raja mencoba mengimbangi langkah Sinta.
Namun tak juga berhasil, karena kini Sinta sudah menjauh dari gerbang sekolah.
Raja pun berbalik arah, untuk mengambil motornya.
Bel pulang telah berbunyi, semua siswa dipulangkan lebih awal dari jadwal biasanya karena beberapa guru sedang rapat di walikota.
Sebentar lagi sekolah akan mengadakan ujian sekolah, sehingga semua guru bertugas untuk mengatur jadwal ujian nanti beserta mendapatkan materi yang akan diujikan.
Para guru berharap seluruh siswa dapat mengerjakan soal-soal ujian dengan baik. Karena harapan mereka ada para siswa dapat melanjutkan kuliah di tempat favorit.
Raja telah sampai di parkiran, lalu melajukan motornya ingin menghampiri Sinta.
Namun sayangnya Sinta sudah tidak terlihat dijalanan.
"Kemana Sinta? Kok tiba-tiba sudah gak ada?" bingung Raja sembari melihat kearah jalanan dihadapannya.
"Mmmppp, lepaskan!" Sinta mencoba memberontak dari dekapan seseorang yang berada disebelahnya.
Seorang laki-laki dengan tangan kekar telah menutup mulutnya menggunakan saputangan.
Seketika Sinta pun memejamkan matanya dan tak sadarkan diri. Ternyata saputangan yang membekap mulut Sinta telah dikucuri dengan obat bius.
Sinta pun tertidur dan tak sadarkan diri.
Raja tidak pernah berpikir jika Sinta saat ini sedang diculik. Dia pun melajukan motornya menuju kearah rumahnya.
"Cepat masukkan dia kegudang," perintah seseorang sambil mengangkat tubuh Sinta yang masih tertidur pulas.
Sinta pun di rebahkan diatas lantai dengan kedua tangannya terikat kebelakang.
__ADS_1
"Mau diapakan gadis ini, Bos?" tanya seseorang sembari menoleh ke arah Ferdi.
"Mau aku kirim keluar negeri, sepertinya dia akan mengirimkan uang yang banyak untukku karena wajahnya cantik." Ferdi mengulas senyum licik di bibirnya. "Biarkan saja dia tertidur sampai besok kita kumpulkan dengan gadis lainnya."
Ferdi pun pergi meninggalkan Sinta yang masih tertidur diatas lantai.
Hari sudah larut malam, Sulis sangat cemas dengan keadaan Sinta. Kemudian dia langsung menghubungi Dito.
"Dit, Sinta sama kamu?"
tanya Sulis melalui sambungan telepon selulernya.
"Enggak, Kak! Memangnya Sinta belum pulang?"
Dito menjawab sambil balik bertanya kepada Sulis.
"Belum, ponselnya juga gak aktif."
"Aku akan tanya Raja,"
Kemudian Dito langsung menutup sambungan telepon selulernya. Dia langsung menghubungi Raja.
"Halo Raja, Sinta belum pulang. Apa kamu tahu sekarang dia ada dimana?"
"Apa, Sinta belum pulang?"
Raja terkejut dengan laporan Dito, menurut hemat Raja mungkin Sinta sedang merajuk. Sepertinya Sinta kesal dan cemburu saat mendengar percakapan Dito tadi pagi dengan seseorang.
"Apa kamu tahu sekarang Sinta dimana?"
"Aku pikir tadi dia sudah pulang, karena dia terlihat sangat emosi saat mendengar percakapanmu tadi pagi."
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
"Tadi pagi Sinta mendengar percakapanmu dengan pemilik yayasan, dia mencurigai kamu sedang berselingkuh."
"Apa!"
Dito terkejut mendengar penjelasan Raja.
"Jadi apa Sinta sedang menyendiri?"
"Aku tidak tahu, karena ponselnya tidak aktif."
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
tanya Raja.
"Apa kita tunggu sampai malam? Menunggu kabar dari kak Sulis,"
kata Dito
"Iya, tunggu saja. Barangkali memang dia sedang menyendiri."
Beberapa jam kemudian, Sulis kembali menghubungi Dito. Dia sangat cemas dengan keberadaan Sinta. Sinta tidak juga memberikan kabar kepadanya.
"Dito, kenapa Sinta belum juga pulang?"
Terdengar suara panik Sulis menanyakan kabar tentang adik kesayangannya.
"Apa! Sinta belum juga pulang? Baiklah, aku akan mencarinya."
Kemana Dito akan mencari Sinta?
__ADS_1
Cek bab berikutnya, jangan lupa selalu like dan berikan gift untuk mendukung karyaku.