LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Hampir ketahuan


__ADS_3

"Dita," kata Dito memperkenalkan diri kepada dua orang yang berjaga di depan pintu gerbang yayasan.


"Masuk," perintah salah seorang penjaga berkulit putih.


Dito pun masuk ke dalam yayasan diikuti oleh penjaga berkulit sawo matang.


Di dalam kantor yayasan sudah ada beberapa mahasiswi yang telah duduk di bangku masing-masing. Dito pun melihat Rinjani sudah datang di bangku dekat pintu masuk.


"Hey, kita ketemu lagi." Rinjani menyapa Dito yang telah duduk di sebelahnya.


"Hey," jawab Dito


Tiba-tiba Rinjani terlihat memperhatikan wajah Dito dengan intens.


"Sepertinya, aku pernah ngeliat kamu. Tapi dimana ya?" pikir Rinjani


Dito langsung membuang muka dan tak melihat Rinjani.


"Mungkin hanya perasaan kamu saja," ucap Dito tanpa melihat ke arah Rinjani


Beberapa menit kemudian datang seorang wanita yang kemarin menghubungi para mahasiswi.


"Baiklah, apakah kalian sudah menandatangani surat perjanjian yang telah aku kirim by email?" tanya Noni sembari memperhatikan para mahasiswi yang telah hadir dihadapannya.


"Sudah, Bu!" jawab serempak para mahasiswi yang hadir. Mereka berasal dari berbagai universitas di Yogyakarta.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang serahkan formulir pendaftaran yang sudah ditandatangani oleh orang tua kalian," kata Noni seraya menadahkan tangannya.


Seluruh mahasiswi yang berjumlah sepuluh orang termasuk Dito sudah menyerahkan lembar formulir pendaftaran.


Setelah di kumpulkan, Noni kembali melaksanakan absensi. Ingin mengenal para mahasiswi yang akan pergi ke luar negeri.


"Mulai nanti malam, kalian harus sudah berkumpul di sini. Bawa semua keperluan kalian untuk karantina. Karena seminggu lagi kalian akan dikirim keluar negeri," kata Noni memberikan pengumuman.


"Baik, Bu." Seluruh mahasiswi menjawab serempak.


Setelah memberikan formulir pendaftaran, Dito izin ke toilet. Dia sangat ingin buang air kecil.


Dito meminta izin kepada Noni untuk menunjukkan toilet di yayasan.


Sebenarnya Noni tidak ingin menunjukkan toilet kepada Dito. Karena yayasan itu merupakan privasi dan tidak boleh ada orang tahu. Tetapi melihat wajah Dito yang meringis, membuat Noni tidak tega.


"Kamu jalan saja lurus, lalu belok ke kanan." Noni memberitahu Dito.


"Baik, Bu." Dito langsung bergegas menuju toilet.


"Eh, tunggu." Suara Noni menghentikan langkah Dito.


Dito pun langsung menoleh ke arah Noni, yang takut di curiga jika dia adalah seorang laki-laki.


"Sesudah pipis, langsung kamu siram. Jangan sampai meninggalkan bau pesing," pesan Noni

__ADS_1


Dito menghela nafas lega, karena Noni tidak curiga kepadanya.


"Dita ..." seseorang memanggil Dito tetapi dengan sebutan Dita.


Dito tidak sadar, karena memang Dito sudah sangat ingin membuang air kecil.


Dito mempercepat langkahnya menuju toilet.


Rinjani pun izin kepada Noni untuk menyusul Dito, karena dia juga ingin buang air kecil.


"Bu, saya juga mau ke toilet."


Tanpa persetujuan dari Noni, Rinjani bergegas menghampiri Dito.


Rinjani mengikuti langkah Dito menuju ke arah toilet seperti yang diucapkan oleh Noni.


Ketika sampai di toilet, Rinjani pun masuk kedalam.


Rinjani melihat pintu toilet yang masih terbuka, karena di dalam hanya ada dua ruangan toilet perempuan.


"Dita pipis dimana, ya?" pikir Rinjani saat melihat kedua pintu toilet terbuka. "Gak mungkin dia pipis di toilet laki-laki. Atau mungkin dia udah kebelet jadi gak liat petunjuknya," ucap Rinjani sembari berpikir.


Kemudian Rinjani langsung masuk ke dalam toilet. Sesudah buang air kecil, dia akan mencari keberadaan Dita alias Dito.


Silakan berikan komentar dan like

__ADS_1


__ADS_2