
"Ja, bisa di cepetin gak?" tanya Sinta seraya menepuk pundak Raja.
"Kalau mau cepat, kamu harus peluk aku." Teriak Raja.
Sinta kembali berpikir, jika harus melajukan motornya dengan cepat, maka dia harus memeluk Raja agar tidak terjatuh dari motor.
"Demi persahabatan..." teriak Sinta yang langsung memeluk erat badan Raja.
Jantung Raja tiba-tiba berdebar sangat cepat, kala tangan Sinta telah melingkar di tubuhnya.
Alih-alih ingin melupakan Sinta, dia malah terjebak dalam pelukan Sinta.
"Oh Tuhan, cobaan macam apa ini?" gumam Raja dalam hatinya. "Aku tidak sanggup berada dalam posisi ini," batin Raja.
"Raja, kamu harus fokus menyetir motor nya. Karena aku bisa merasakan debaran jantung kamu," teriak Sinta dengan polosnya.
Raja hanya bisa memutar kedua bola matanya malas, saat tebakan Sinta benar soal jantung nya.
"Kenapa gadis ini sangat polos," gumam Raja.
Ternyata mobil sedan, akan berjalan menuju ke arah jalan tol. Jika Raja terus mengikutinya, maka dia tidak bisa masuk ke dalam jalan tol. Maka Raja mempercepat laju motor nya, kemudian dia langsung menghadang dari arah depan.
__ADS_1
"Cittt..." Suara decitan motor terdengar saat mengerem untuk menghadang laju sedan berwarna hitam.
Sinta semakin mengeratkan pelukannya, sambil memejamkan kedua matanya. Sinta merapalkan doa-doa, agar dia selamat dari acara kebut-kebutan antara Raja dan penculik Gendis.
Mobil langsung membanting stir ke arah kanan, saat mengetahui ada motor yang menghadang dari depan.
Seketika mobil menabrak loket tol, dan berhenti dengan kap terbuka di bagian depan.
Saat mengetahui sedan hitam telah menabrak loket tol, Raja langsung menghampiri mobil yang sudah ringsek.
Sinta pun turun, ingin melihat keadaan Gendis yang masih berada di dalam mobil.
" Gendis," panggil Sinta mencoba membangunkan Gendis.
Seluruh pengendara mobil berhenti, ingin melihat keadaan korban yang menabrak loket tol.
"Kayaknya dia pingsan," kata Raja. "Kita tunggu ambulans," ucap Raja yang langsung mengambil ponsel nya. Dia ingin menghubungi ambulans dan juga pihak DLLAJ, untuk mengurus mobil yang menabrak loket tol.
Selang beberapa menit kemudian, mobil ambulans pun datang bersama mobil patroli kepolisian.
"Bisa kalian memberikan keterangan lebih lanjut di kantor polisi?" tanya pihak polisi yang menghampiri Raja dan Sinta.
__ADS_1
Karena para saksi menunjuk ke arah mereka, tentang terjadinya kecelakaan.
"Bisa, Pak!" jawab Raja.
Sementara om Feri dan anak buahnya di bawa ke rumah sakit. Setelah itu mereka akan di mintai keterangan lebih lanjut.
Gendis pun di bawa ke rumah sakit, sedangkan Raja dan Sinta menuju kantor polisi.
Sesampainya Raja dan Sinta berjalan menuju ruang penyidik.
"Bisa kalian jelaskan kronologis nya?" tanya polisi dengan name tag di dada bernama Sudirja.
" Begini Pak Dirja," ucap Raja yang mulai menjelaskan satu persatu kejadian yang dia alami.
"Iya, Pak! Aku hanya membantu temanku yang tadi pingsan, karena dia akan di culik oleh pemilik mobil sedan itu," ucap Sinta dengan lantang.
"Kalian tahu siapa yang sedang kalian hadapi?" tanya pak Dirja dengan tatapan serius.
"Lelaki hidung belang, yang mencoba menculik temanku," ujar Sinta.
"Dia itu salah satu pejabat tertinggi di anggota dewan. Jadi kasus kalian pasti akan tertutup, dan kalian pasti akan kalah menghadapi pak Feri Ariawan." Jelas pak Dirja kepada Sinta dan Raja.
__ADS_1
Sinta dan Raja saling bertukar pandang, saat mendengar penjelasan pak Dirja.