LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Raja yang cerdik


__ADS_3

'Gimana? Apakah sudah kamu urus?' Tanya Dito melalui sambungan telepon seluler.


'Sudah, aku lagi di kantor pengacara Herman.' Raja melaporkan kepada Dito.


'Aku tunggu kabar selanjutnya.' Dito pun mengakhiri pembicaraan.


Sesaat kemudian terdengar bunyi pesan masuk. "Sinta?"


"Padahal aku sedang mengurusi permintaanmu." Raja bergumam sembari menggelengkan kepalanya.


Kemudian Raja mengirimkan pesan kepada Sinta


"Aku sedang dirumah."


Raja menjawab dengan singkat pertanyaan Sinta.


"Untungnya pacarmu orang kaya, kalau tidak pasti aku harus menerima nasib menikah dengan Gendis."


Setelah membalas semua pesan masuk, Raja pun menemui Herman. Herman adalah pengacara terkenal dan juga handal dalam mengurusi sebuah kasus. Cincin berlian yang berjajar di jari jemarinya, adalah ciri khas diri Herman.


"Gimana, Om?" tanya Raja pada Herman.


"Ayo kita berangkat!" ajak Herman.


Lalu Herman dan Raja pun segera bergegas menuju kantor polisi.


Herman sudah menyiapkan beberapa berkas yang dibutuhkan untuk menangkap Ferdi.


"Om, apakah Ferdi bisa di tangkap?" tanya Raja.


"Tenang saja, hal itu akan aku lakukan. Karena semua bukti telah ada di berkas ini," kata Herman penuh percaya diri.

__ADS_1


"Baiklah," jawab Raja seraya menganggukkan kepalanya.


Sebelumnya Raja telah datang ke rumah Risma untuk meminta bukti lainnya.


Risma terlihat menyedihkan di rumahnya, karena dia harus berhenti sekolah hanya karena takut dengan Ferdi


Saat Raja di rumah Risma


"Ris!" panggil Raja yang sedang melihat Risma sedang menyapu teras rumah.


"Raja! Mau apa kau ke rumahku?" gugup Risma saat melihat kehadiran Raja.


"Aku sedang mencari bukti otentik, apa kamu bisa membantuku?" tanya Raja.


"Maaf, aku tidak tahu." Risma pun bergegas masuk ke dalam rumahnya.


"Apa kamu mau sekolah lagi?" tanya Raja mencoba merayu Risma.


"Apakah Gendis akan menuntutku saat di sekolah nanti?" tanya Risma dengan tatapan ragu.


"Aku akan usahakan kamu bisa kembali lagi ke sekolah," ujar Raja


Kemudian Risma pun mempersilahkan Raja untuk masuk ke dalam rumah.


"Duduklah," kata Risma yang mempersilahkan Raja duduk di bangku.


Raja melihat kehidupan Risma yang sungguh memprihatinkan.


"Dimana orang tuamu?" tanya Raja.


"Bapakku sudan pergi meninggalkan ibuku, sedangkan ibuku harus menjadi buruh cuci."

__ADS_1


"Oh!" jawab Raja. "Kamu punya koleksi foto om Ferdi?" tanya Raja.


"Raja, Om Ferdi sangat berkuasa. Kamu gak akan mungkin bisa melawannya," kata Risma dengan wajah cemas.


"Kamu tahu gak? Kalau Gendis telah memfitnahku," kata Raja


"Tidak," jawab Risma seraya menggelengkan kepalanya. "Sejak kejadian Gendis di culik, aku sudah tidak masuk sekolah."


"Oh!" jawab Raja


"Kamu bisa mengenal dunia prostitusi seperti ini dari mana?" tanya Raja dengan tatapan menyelidik.


"Raja, bagi kami orang miskin itu sangat mudah berhubungan dengan dunia seperi ini," ujar Risma


"Risma, aku ingin membantumu," kata Raja meyakinkan Risma.


"Raja, aku sangat takut dengan om Ferdi Kekuasaan nya bisa membunuh orang," kata Risma.


"Aku lebih takut menikah dengan Gendis, dari pada harus menikah dengan Gendis," kata Raja dengan wajah geram.


"Tapi apakah kamu sudah tertangkap dengan bukti yang kuat, aku jamin kamu bisa sekolah lagi,"


"Baiklah, akan aku coba sebisaku." Risma pun langsung mengambil ponselnya.


Raja pun menyimpan semua dialog antara Risma dan Om Ferdi


Ternyata Risma adalah penyalur gadis-gadis remaja untuk para lelaki hidung belang.


Gendis adalah salah satu gadis yang dijadikan Risma sebagai mesin uang.


tinggalkan like dan komen ya

__ADS_1


__ADS_2