LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Raja di jodohkan dengan Gendis


__ADS_3

Sinta melihat kearah belakang angkot, ternyata Raja sedang mengikutinya.


"Dito, kamu benar-benar sayang banget sama aku," batin Sinta dalam hati seraya tersenyum tipis.


Tak terasa mobil angkot telah sampai di depan area komplek perumahan nya. Lalu Sinta pun memberhentikan mobil angkot, "kiri-kiri..."


Mobil angkot pun berhenti persis di depan komplek perumahan pemerintah.


Sinta pun langsung turun dari angkot, lalu membayar ongkos nya.


Saat melihat ke arah belakang mobil angkot, Sinta tidak melihat keberadaan Raja.


"Ah, mungkin Raja sudah pulang!"


Sinta pun langsung berjalan menuju ke arah rumahnya.


Sementara Raja telah sampai di rumahnya, lalu memarkirkan motornya di garasi.


Raja terkejut melihat mobil yang sedang terparkir di depan halaman rumahnya.


"Mobil siapa ini?" gumam Raja sembari memperhatikan mobil di hadapannya.


"Raja..."


Tiba-tiba ada suara perempuan yang memanggilnya. suaranya Terdengar tak asing di telinga Raja, kemudian dia pun menoleh ke arah belakang.


Terlihat Gendis yang sudah berada di belakangnya.

__ADS_1


"Gendis, ngapain kamu di sini?" tanya raja dengan tatapan sinis


"Loh, emangnya kamu lupa? Sekarang ini orang tua kita itu sedang membicarakan perjodohan kita," ucap Gendis penuh percaya diri


"Kepedean!" Raja pun bergegas pergi meninggalkan Gendis dan masuk ke dalam rumahnya.


"Ish..." Gendis terlihat kesal karena raja telah mengacuhkannya


Kemudian Gendis berjalan menyusul Raja masuk ke dalam rumah.


"Raja..." Panggil Herlina yang sedang duduk di sofa.


Raja bingung dengan keberadaan mamanya yang masih berada di rumah. Biasanya Herlina selalu sibuk dengan kegiatan sosial di luar rumah.


"Kok tumben banget, mama ada dirumah?" tanya Raja dengan nada ketus.


"Raja, kamu jangan kasar gitu sama mamamu." Anggita mencoba mencari muka di depan Herlina.


"Raja..." panggil Gendis yang ingin menghampiri Raja.


"Sudah, Gendis. Percuma saja kamu menghampiri Raja, dia gak bakal dengerin kamu." Herlina mencegah Gendis


"Sebaiknya kamu kesini, Nak!" panggil Anggita seraya menepuk sofa di sebelahnya.


Gendis pun berjalan menuju ke arah Anggita dan juga Herlina.


"Kamu jangan ambil hati, tentang pembicaraan anakku tadi." Herlina memohon kepada Anggita.

__ADS_1


"Oh, enggak kok! Aku juga uda paham karakter Raja." Anggita mencoba tersenyum dengan terpaksa, padahal hatinya sangat membenci Raja.


Sebenarnya Anggita tak terima dipermalukan oleh anak tanggung seperti Raja. Hanya saja dia harus berhasil menjodohkan Raja dan Gendis.


Selang beberapa menit, Raja pun keluar dari kamar dengan memakai Hoodie hitam.


"Raja, kamu mau kemana?" tanya Herlina.


Raja tak memperdulikan panggilan sang mama, dia masih berjalan menuju ke arah motornya yang terparkir di garasi.


Gendis pun langsung bangkit dan berlari mengejar Raja. Namun amat disayangkan, langkah Raja begitu cepat hingga membuatnya tertinggal.


Raja telah melajukan motornya meninggalkan rumah, dan Gendis terlihat kecewa memandang kepergian Raja.


Raja terus melajukan motornya menuju ke arah taman kota. Setelah sampai, dia pun memarkirkan motornya di pinggir jalan.


Begitu ramai suasana taman menjelang sore hari. Motor nya telah terparkir di pinggir jalan, kemudian Raja pun berjalan menuju ke area bangku taman.


"Huft, kenapa aku harus berhubungan dengan gadis itu!" keluh Raja sambil menendang botol plastik kosong di bawah kakinya.


"Pluk..."


Sialnya botol itu mengenai kepala seseorang, dan membuat Raja dalam masalah.


Tebak hayo siapa yang kena botol plastik?


Ikutin terus cerita nya, Maaf author balik lagi ke cerita LDR setelah sekian lama vakum.

__ADS_1


Author usahakan akan lanjutkan lagi ya.


Yang suka komentar dong?


__ADS_2