LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Ketemu Terry


__ADS_3

Tanpa rasa bersalah, Raja tetap melangkahkan kakinya menuju ke bangku taman.


"Heh! Kamu pikir kepala ku kena botol plastik ini gak sakit apa?" tegur seseorang yang datang menghampiri Raja sembari membawa botol plastik.


Sontak Raja pun terkejut, dia langsung menoleh ke asal sumber suara.


"Terry!" kaget Raja


Raja masih mengingat wajah Terry, karena memang dia selalu mencuri pandang saat acara pernikahan Sulis.


"Kamu..." Terry mencoba mengingat lagi nama pemuda di hadapannya.


"Raja..." Raja mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri.


"Eh, Raja!" ucap Terry tersipu malu


"Kamu kok megang botol kosong?" tanya Raja tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Terry sedikit kesal dengan sikap Raja yang tidak mengingat kejadian tadi. Padahal jelas-jelas Raja yang telah menendang botol plastik kosong ke arah nya.


"Kamu yang menendang botol plastik ini!" Terry menunjukkan botol plastik kosong pada Raja.


Seketika Raja pun teringat jika tadi dia telah menendang botol plastik kosong. Maklum saja jika Raja sedang tidak fokus pada ingatan nya. Karena saat ini Raja sedang banyak masalah.


"Eh, iya! Maaf," ucap Raja yang langsung mengambil botol plastik kosong dari tangan Terry.


Kemudian Raja membuang botol itu ke dalam tong sampah.


"Ka-mu sama siapa?" tanya Raja gugup.


"Aku sama--"

__ADS_1


Belum sempat Terry menjawab, ternyata terdengar suara Raka di belakangnya.


"Terry..." panggil Raka yang sudah berada di belakang Terry.


"Raka!" kaget Raja


Raja bingung dengan keberadaan Raka di dekat Terry.


"Kamu kenal sama Raja?" tanya Raka


"Iya," jawab Terry


"Kamu kenal Terry?" tanya Raka yang melihat ke arah Raja.


"Iya," jawab Raja


"Terus kamu lagi ngapain sama Terry?" tanya Raja.


"Terry lagi main ke rumahku, dia itukan sepupuku." Raka menjawab pertanyaan Raja.


"Iya, memangnya kenapa?" ucap Raka


"Iya, enggak apa-apa! Aku hanya pura-pura terkejut saja." Raja mengulas senyum ke arah Terry.


Seketika Terry pun langsung tersipu malu, sata Raja senyum ke arah nya.


Raka melihat keanehan pada wajah Terry dan Raja.


"Kalian kenapa sih? Kok pada diam-diaman?" tanya Raka sembari melihat ke arah Terry dan Raja.


"Eh, aku boleh duduk di situ?" tanya Terry seraya menunjuk jarinya ke arah bangku taman.

__ADS_1


"Boleh," jawab Raja. "Silakan!" Raja menggeser tubuhnya untuk mempersilahkan Terry duduk di bangku.


"Raka, boleh kasih aku waktu sebentar sama Terry?" pinta Raja berbisik di telinga Raka


"Oh, baiklah!" ucap Raka seraya memutar kedua bola matanya malas.


Kemudian Raka bergegas pergi meninggalkan Terry dan juga Raja.


Setelah melihat kepergian Raka, akhirnya Raja pun berjalan menuju ke arah bangku dan duduk di sebelah Terry.


"Kamu mau minum apa?" tanya Raja basa-basi.


"Aku bawa minum," jawab Terry sembari menujuk botol mineral di tasnya.


"Oh," jawab Raja sedikit tegang.


"Eh..." ucap keduanya bersamaan.


"Kamu dulu," kata Terry dengan wajah malu-malu.


"Ladies first," kata Raja


"Baik," kata Terry sambil tertunduk malu. "Gendis siapa?" tanya Terry tanpa basa-basi.


Karena memang Terry adalah tipikal gadis tak suka basa-basi. Sikap begitu tomboy dan juga pemberani. Tapi masih ada sisi feminim di penampilan Terry, karena dia selalu bertanya fashion dengan sahabat nya Puput.


"Dia hanya teman yang pernah aku tolong," jawab Raja.


"Oh," jawab Terry seraya menganggukkan kepalanya.


"Memangnya ada apa?" tanya Raja

__ADS_1


Baca di bab selanjutnya ya!


Tunggu author lagi mikir lagi ya guys!


__ADS_2