LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
23


__ADS_3

Hey guys, jangan lupa untuk selalu tinggalkan tap like untuk karyaku. Jika kamu suka berikan vote dan komentar ya. Dukungan mu sungguh berarti untuk membuat ku semangat update.


Dito


Hari sudah pagi, namun udara di Inggris masih sangat dingin. Karena memasuki musim dingin, maka semua orang di wajibkan memakai mantel tebal.


" Dito..." panggil Melly yang berada di depan pintu kamar Dito.


" Iya, kak?" jawab Dito yang sudah rapi memakai mantel dan menggendong tasnya.


" Sarapan." ucap Melly yang langsung pergi dari kamar Dito.


Dito pun keluar dari kamarnya, dan melangkah menuju ruang makan.


" Merry, seperti biasa ya. " kata Dito pada Merry.


Segera Merry mengambil kotak makan, di dalam rak. Lalu mengisinya, dengan menu sarapan pagi.


" Kamu gak mau makan di rumah lagi?" tanya Melly.


" Enggak, kak. Aku makan di sekolah saja, soalnya tugas ku sudah menumpuk." ujar Dito yang masih sibuk melihat ponselnya.


Dia ingin mendapatkan kabar dari Sinta, soal hadiah yang kemarin dia berikan. Namun Sinta tak juga mengirim pesan kepada nya.


" Kamu kenapa gelisah gitu, Dit?" bingung Melly melihat kecemasan di raut wajah adiknya.


" Enggak, apa-apa." jawabnya santai.


" Ini kotak makannya, Tuan." kata Merry yang memberikan kotak makan berwarna merah.


" Merry, aku mohon kau jangan pernah mengijinkan tamu masuk selain teman perempuan kak Melly." pesan Dito yang telah berdiri.


" Ya, Tuan." jawab Melly sambil menganggukkan kepalanya.


Dito pun pergi meninggalkan ruang makan, dan segera bergegas menuju kampusnya.


" Merry, bukankah kehidupan di Inggris itu bebas?" gerutu Melly sambil melihat kepergian adiknya.


Merry hanya mengangkat kedua bahunya, dia tidak tahu jalan pikiran tuannya. Yang jelas, dia hanya menuruti perintah sang majikan yang telah membayarnya.


" Iya sudah, aku jalan." sungut Melly dengan wajah malasnya.


Merry hanya menggelengkan kepalanya, melihat kakak dari bosnya selalu menggerutu dan tidak pernah sejalan dengan tuannya.


Sesampainya di kampus, Dito langsung memarkirkan mobilnya di halaman sekolah.

__ADS_1


Segera dia menuju perpustakaan, untuk mencari bahan tentang tugasnya.


Saat akan melewati lorong, dia berpapasan dengan Putri.


" Hey, Dit." sapa Putri sambil membetulkan rambut nya yang menutupi kedua matanya.


" Hey, " jawab Dito dengan tersenyum.


" Dit, Melly mana?" tanya Putri.


" Masih di rumah." jawabnya, " Maaf, aku harus segera ke perpustakaan." pamit Dito.


Putri pun memandang kepergian Dito, dia sangat terpesona dengan senyumnya.


" Sayangnya, dia sudah tunangan." gumam Putri.


Perpustakaan di kampusnya, sudah buka sejak pukul enam pagi. Karena visi dan misi mereka, sangat mengutamakan membaca. Sehingga para mahasiswa, tidak kekurangan bahan untuk mata kuliah mereka.


Sesampainya di perpustakaan, Dito langsung mencatat namanya di daftar kunjungan.


Dia mencari tempat duduk yang nyaman, untuk membuka layar laptopnya.


Dari jauh, Sarah melihat Dito sedang duduk di dekat jendela. Sarah berniat untuk menghampiri Dito. Dia pun berjalan menuju pintu masuk. Saat sudah di depan pintu, Sarah di panggil oleh Rossi.


" Sarah..." panggil Rossi.


" Pak Andreas memanggil mu, menyuruhnya mengganti kan George sebagai asisten dosen." kata Rossi.


" Apa? Aku tidak bisa." kata Sarah sambil melihat ke arah Dito.


" Kau harus menghampiri nya, dia bilang akan membantu membuatkan mu skripsi." kata Rossi.


Akhirnya Sarah pun membatalkan niat, untuk mendekati Dito. Dia memutuskan untuk menemani Andreas menjadi asisten dosennya.


Dito menghubungi Raja, dia ingin mengetahui perkembangan bisnisnya. Sekaligus ingin menanyakan tentang Sinta, tentang pekerjaan yang di ambilnya sebagai guru privat.


" Raja, apa kau sudah mencari tahu siapa yang mempekerjakan Sinta?" Dito mengirimkan pesan pada Raja.


" Belum, Sinta tidak mau memberi tahu ku. Seperti nya dia sangat marah kepada ku, hingga menjauhiku. " Pesan di terima oleh Dito.


" Iya sudah, aku segera menyelesaikan semua kesalahan pahaman. "


Usai menyelesaikan tugas nya, Dito pun merapikan semua peralatannya. Dan bergegas menuju kelasnya, yang lima menit lagi akan di mulai.


Sore ini Dito ada janji dengan Sarah, untuk mengajarkannya matematika. Sedangkan Sarah akan bekerja bersama Dito, untuk menyusun laporan keuangan.

__ADS_1


Pelajaran pertama di mulai, Dito pun mengeluarkan laptop nya. Pelajaran tentang cara melakukan pemasaran, dan mencari target pasar.


Semester kedua, seluruh siswa di harapkan melakukan magang untuk membuat laporan akhir tugas. Dan mereka antusias, karena selain menambah ilmu bisa mendapatkan uang tambahan.


Dito akan di sibukkan, dengan tugas kuliahnya. Pastinya waktu untuk menghubungi Sinta akan sedikit.


Bel berbunyi, mata kuliah pun berakhir. Seluruh mahasiswa pun merapikan peralatan belajar, dan keluar kelas.


Saat Dito akan keluar dari kelasnya, terlihat Sarah sudah berada di depan pintu.


" Sarah?" Terkejut Dito saat akan keluar dari pintu, ada Sarah yang sudah berdiri di depannya.


" Dit, apakah nanti sore bisa mengajariku?" Tanya Sarah


" Aku usahakan." Jawab Dito.


" Aku ke rumahmu, atau kamu yang ke rumahku?" Tanyanya.


" Aku saja yang ke rumahmu." Jawab Dito, " Maaf, aku harus ke perpustakaan." Kata Dito yang langsung menggeser badannya, lalu pergi meninggalkan Sarah


" Ish, kenapa sikapnya begitu dingin?" Gumamnya seraya menatap nanar melihat kepergian Dito.


Dito kembali mengerjakan bisnisnya, kali ini dia akan mengelola kafe yang berada di Jakarta.


Kali ini dia mempercayakan bisnisnya pada Hasan Ishaaq. Rekanan bisnisnya dan juga pacar Sulis. Mereka bertemu saat Dito sedang mencari tempat usaha, dan bertemu dengan Hasan di Jakarta. Kemudian Hasan meminta tolong pada Dito untuk di carikan jodoh, karena usianya kini menginjak tiga puluh tahun.


Kebetulan Dito memperkenalkan pada Sulis, kala dia masih menjadi murid home schooling.


Dan Sulis pun juga tertarik pada Hasan. Namun karena Sulis masih mengejar target untuk menjadi PNS, maka hubungan mereka hanya berlangsung jarak jauh.


" Bang, gimana keadaan kafe di Jakarta?" Dito mengirim pesan singkat untuk Hasan.


" Alhamdulillah, lancar dan abang berencana untuk membuka cabang. Kalau kamu setuju, akan abang kirim proposal nya." pesan fi terima oleh Dito.


" Baik bang, terima kasih kau telah bekerja keras. Kirim saja proposal nya, kalau cocok aku akan mengajukan dana pada investor ku." Dito mengirimkan pesan kembali untuk Hasan.


Investor Dito adalah ayahnya sendiri, jika dia kekurangan dana maka ayah Dito adalah penyumbang dana untuk usahanya.


Namun Dito tidak cuma-cuma memakai uang sang ayah. Jika modalnya sudah kembali, maka dia akan langsung mengganti uang ayahnya.


Padahal ayahnya, akan mewariskan seluruh kekayaan nya untuk Dito.


" Aku tunggu kabar darimu." pesan penutup dari Hasan.


Kemudian Dito langsung mengecek laporan keuangan, yang di berikan oleh Hasan.

__ADS_1


Sambil menunggu, dia mencari perusahaan untuk melakukan praktek kerja lapangan alias magang. Walaupun dia punya usaha sendiri, tetapi dia harus mencari pengalaman di perusahaan lain.


__ADS_2