
Dito pun berdiri dari duduknya, dia mulai mengeluarkan suaranya yang lembut.
"Perkenalkan namaku Dita, kuliah di universitas terbuka di kota Yogyakarta. Jurusan IT, disini aku ingin bergabung menjadi TKW untuk membantu perekonomian kedua orang tuaku. Terima kasih," ucap Dito tanpa membuka cadarnya.
"Kamu bisa gak melepaskan cadarmu?" tanya Noni.
Dito terkejut saat Noni menyuruhnya melepaskan cadar.
Perlahan Dito membuka cadar yang menutupi mulut dan hidungnya.
"Wah, cantik banget," puji salah seorang gadis yang berada di dekat Dito.
"Maaf, Bu. Saya sedang flu, jadi gak boleh lama-lama buka cadar," kata Dito yang langsung menutup cadarnya.
Selanjutnya setiap gadis diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri.
"Bagus banget sih, aktingnya," puji Raja melalui headphone sambil tertawa cekikikan.
Sebelumnya mereka memang sudah memprediksi akan dibuka cadar yang dipakai oleh Dito.
Raja meminta make MUA untuk menghias wajah Dito senatural mungkin namun terlihat cantik.
"Kau benar-benar profesional," puji Herman.
Dito hanya tersenyum tipis mendengar pujian atau mungkin ledekan dari para rekan-rekannya.
Raja sempat mengambil gambar Dito setelah di makeover. Dia akan mengerjai Sinta, apakah kekasih cantik Dito itu akan cemburu?
__ADS_1
Setelah memperkenalkan diri, seluruh peserta yang hadir pun diizinkan pulang. Mereka akan dihubungi via telepon untuk panggilan selanjutnya.
Saat telah sampai di pintu gerbang, tiba-tiba ada suara yang memanggil Dito.
"Dita ..." Terdengar suara yang sangat familiar di telinga Dito.
Langkah Dito pun terhenti kala dirinya dipanggil dengan sebutan nama perempuan.
Dia menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya.
"Iya," jawab Dito.
"Sepertinya aku pernah ketemu sama kamu, tapi dimana ya?" pikir Rinjani sembari menggigit ujung ibu jari tangannya.
"Ah, mungkin hanya perasaan kamu saja." Dito berkilah.
"Soalnya postur tubuh dan wajah kamu hampir sama dengan ---" ucapan Rinjani terhenti kala Raja telah datang menjemput Dito.
"Aku duluan, ya!" pamit Dito kepada Rinjani.
Dito bergegas menghampiri Raja yang sudah mengulurkan tangannya untuk memberikan helm.
Rinjani hanya menatap kepergian Dito dengan wajah penuh tanda tanya.
"Siapa dia?" tanya Raja dari arah kemudi motor.
"Apa kamu cemburu padanya?" goda Dito.
__ADS_1
"Hii ..." Raja bergidik ngeri saat Dito menggodanya.
"Maaf, aku bukan tipe pisang makan pisang," balas Raja.
Tak ada lagi pembicaraan diantara mereka, karena hal bisnis hanya tepat di bahas dikantor Herman.
Mereka pun kembali menuju kantor Herman, untuk membuat misi selanjutnya.
Sesampainya di kantor, Dito dan Raja sudah di tunggu oleh Herman dan Sudirja.
"Bagaimana perasaanmu sebagai wanita?" ledek Herman.
Dito langsung melepaskan cadar dan juga jilbabnya. Kemudian dia langsung menuju wastafel untuk membersihkan make up di wajahnya.
"Sepertinya Rinjani mencurigai aku," kata Dito cemas.
"Apa kelanjutan dari misimu?" tanya Sudirja.
"Akan dihubungi jika lolos," ucap Dito
"Sebenarnya apa kriteria dari pihak yayasan itu?" tanya Raja.
"Aku juga kurang paham, tapi berdoa saja semoga nama Dita ada di kontak mereka."
Dito mengulas senyum kala mengingat dirinya mencetuskan nama Dita.
"Baiklah, aku akan pulang. Karena kekasihku sudah menunggu sejak tadi."
__ADS_1
Dito telah mengganti gamisnya dengan kaos dan juga celana Chino. Dia pun mengaktifkan kembali ponselnya.
Jangan lupa like dan berikan gift poin kopi dan bunga untuk mendukung karya author agar lebih bersemangat