Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Membujuk Alwi 2


__ADS_3


❄❄❄


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lama nya, mobil yang di kemudikan Nayla tiba di kediaman Asrul. Sebelum turun Nayla membantu Alwi untuk membuka sabuk pengaman dengan senyum yang selalu menghiasi bibir nya.


" Yuk sayang....! " Ajak Nayla.


Alwi memandangi rumah yang berada di depan nya dan juga menatap sang Ibu seolah mengatakan enggan untuk turun.


" Tidak apa- apa sayang, Alwi kan anak jagoan nya Mama. Jagoan nya Mama itu setahu Mama bukan penakut, tapi anak pembarani dan juga baik. Masa takut sama Papa nya. "


Nayla mencoba menghilangkan ketakutan Alwi agar anak nya itu tidak lagi ketakutan. Sebelum berangkat mereka sudah merundingkan semua nya di rumah, termasuk menunjukkan siapa Ayah dari Alwi yang sebenar nya.


" Yuk. "


Alwi kemudian turun dari mobil di bantu Nayla, mereka melangkah bersama memasuki rumah mewah itu. Setelah memberi salam akhir nya pintu pun di buka dari dalam.


" Nak.....! " Seru Bu Dian senang.


Walau masih ada rasa tidak nyaman di hati Nayla namun Ia tetap mencium punggung tangan Ibu mertua nya itu, semua itu Ia lakukan sebagai contoh untuk sang Putra.


" Alwi sayang ini Oma. "


Alwi memandang wanita yang di katakan Oma oleh Nayla, orang yang pernah bertemu dengan nya beberapa bulan yang lalu.


Mata Bu Dian berkaca- kaca melihat cucu kesayangan nya akhir nya berada di hadapan nya. Cucu yang sudah di nanti - nanti nya selama bertahun-tahun lama nya semenjak pernikahan Asrul.


" Sayang, sini. Ini Oma. "


Bu Dian berlutut sembari menunjuk dirinya sendiri dan kemudian merentangkan kedua tangan nya untuk memeluk tubuh Alwi, namun Alwi masih berpegangan erat pada Kamila.

__ADS_1


" Sayang. " Panggil Nayla dengan anggukan dan juga senyum.


Alwi akhir nya memberanikan diri melangkah mendekat ke arah Bu Dian. Namun kemudian Ia memeluk Nayla kembali karena masih ketakutan.


" Tidak apa- apa sayang, Oma sama seperti Mama. Oma sangat menyayangi Alwi. " Ucap Nayla meyakinkan.


" O- ma. "


Walau ragu Alwi kemudian melangkah dan memeluk Bu Dian, ada kehangatan di sana karena memang Bu Dian sangat- sangat mendambakan seorang cucu. Apalagi cucu itu dari wanita yang pernah menjadi menantu kesayangan nya.


" Ya Allah, benarkah ini cucu ku. Terima kasih Ya Allah karena sudah memberikan kami keturunan dari wanita baik- baik. " Batin Bu Dian.


Bu Dian melepas pelukan Alwi dan kemudian mengajak ketiga nya masuk ke dalam rumah nya.


" Ayo Nak kita ke dalam dulu. Maaf, Ibu sampai lupa untuk mengajak masuk. "


" Tidak perlu masuk, kamu di situ saja. Bukan kah urusan mu kemari hanya untuk mengantarkan Alwi, sekarang sudah tiba dan dia akan aman bersama kami. Lalu apa yang kamu tunggu lagi, apa kamu ingin merengek- rengek pada Mas Asrul agar dia mau kembali sama kamu lagi. Jangan mimpi.....!. " Ketus Siska


" Siska, apa- apa an kamu. Apa kamu tidak lihat ada anak kecil di sini, tahan emosi kamu. Selalu saja seperti anak kecil...!. " Tegur Bu Dian pelan karena Alwi ada di sana.


" Sayang, Alwi sama Oma dulu ya. Hmm soal nya Mama mau kerja, begitu juga dengan.....


" Ibu Mila......! Jawab Kamila, ketika melihat mata Bu Dian melihat ke arah nya.


" Iya, Ibu Kamila juga mau bekerja. Nanti Mama nya kemari lagi. " Bujuk Bu Dian ramah.


Alwi berlari memeluk sang Mama karena tidak mau tinggal di rumah itu tanpa Nayla.


" Sayang, Alwi anak pintar kan, dengarkan Mama baik - baik. Mama sama Ibu mau berangkat bekerja dulu, Alwi di sini dulu sama Oma. Nanti Mama kemari lagi jemput Alwi kalau kerjaan Mama dan juga Ibu sudah selesai. " Bujuk Nayla.


Setelah melewati berbagai drama dan macam- macam bujukan akhir nya Alwi mau menuruti ucapan Nayla, Ia ikut bersama Bu Dian memasuki rumah mewah itu.

__ADS_1


" Bu, jaga dia baik- baik untuk ku. Ibu tahu bagaimana sayang nya seorang Ibu pada anak nya, begitu pun juga bagaimana sakit nya seorang Ibu terpisah dari anak nya. Untuk itulah aku mohon pada Ibu, jagalah Alwi melebihi aku menjaga dan menyayangi nya. "


Nayla sedikit memohon kepada Bu Dian, karena pirasat nya sedang tidak baik- baik saja.


Mereka kembali kerumah setelah memastikan keadaan Alwi baik- baik saja, walau berat bagi Nayla tapi Ia harus berusaha tegar.


*


*


*


*


Esok hari nya Nayla sudah siap- siap berangkat bekerja. Semalaman Ia hampir tidak tidur mengingat bagaimana keadaan Alwi di rumah nya yang baru. Hanya kepada sang Khaliq Nayla mengaduhkan keluh kesah nya dan memohon yang terbaik untuk Putra nya itu.


" Semangat Nayla, kerja lagi. Jangan sampai kamu terpuruk hanya karena masalah ini. "


Nayla menyemangati diri nya sendiri, mulai sekarang Ia harus berdiri kokoh, dan tidak lagi selalu meratapi nasib nya.


" Apa yang sudah menjadi milik ku kelak akan kembali padaku. " Gumam Nayla.


Dengan tampilan yang lebih modis, Nayla mengendarai mobil baru nya menuju tempat kerja nya. Tidak peduli dengan pandangan pegawai Resto yang memandang nya dengan beragam penilaian ketika Nayla memasuki Resto tempat nya bekerja.


Melangkah anggun dengan wajah lurus kedepan itulah Nayla sekarang, bukan lagi Nayla yang selalu menunduk sambil memikirkan banyak hal di setiap langkah nya.


Banyak pengunjung yang memuji nya, bahkan tidak sedikit dari mereka yang menggoda nya. Nayla hanya tersenyum menanggapi semua nya.


Ia mengerjakan semua nya seperti biasa tidak ada yang berubah, rasa nya semakin indah. Hati yang senang serta hobi yang Ia sukai juga, Alhasil setiap olahan dari tangan nya selalu di minati para pengunjung Resto tersebut.


⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu like gratis and rate juga, kalau ada vote gratis. Untuk gift seikhlas nya saja.


Makasih, buat semua yang di luar grup chat yang sudah memberikan dukungan terbaik nya, semoga rezeki semuanya melimpah. Sehat dan bahagia selalu 🙏🙏🙏


__ADS_2