
Pertemuan keduanya meninggalkan luka mendalam bagi Asrul, itu di karenakan Ia mendengar ucapan Reihan secara langsung. Ucapan yang sebenarnya adalah jawaban dari pertanyaan nya selama ini.
" Memangnya siapa Anda, bukankah Anda hanyalah seorang pengacara sekaligus seorang pesuruh. Kenapa Anda begitu ikut campur mengenai hubungan orang lain. "
Reihan tertawa mendengar ucapan Asrul yang seakan merendahkan dirinya
" Siapa saya, rupanya Anda belum tahu siapa saya dan kenapa saya harus menjaga mereka dari orang egois dan tidak tahu malu seperti Anda. Baiklah, saya akan perkenalkan diri lebih dulu. Saya.....! Reihan syahputra adalah benar seorang pengacara pelindung dan juga sekaligus calon suami dari wanita yang bernama Nayla Putri, apakah Anda puas. "
Bagai petir menyambar di siang bolong, ternyata pertanyaan yang selama ini muncul di benak nya, pertanyaan yang Ia sendiri takut menerima kenyataan nya tidak benar nyatanya sekarang ini terjawab sudah.
......" Calon suami........! tidak, ini tidak mungkin, ini pasti salah dan aku pasti salah dengar. Tidak mungkin Nayla bisa berpaling pada yang lain. Dia milikku, kami belum resmi berpisah dan kami punya anak. Aku tidak percaya hal ini, Pria ini pasti hanya membual " Batin Asrul ......
Dia benar benar frustasi mendengar kabar yang baru saja Ia dengar.
" Calon suami......? Oh..... selamat ya, semoga kalian bahagia " Ucap Asrul
Kata yang sebenarnya sangat menyakitkan baginya, kata yang terpaksa dia ucapkan agar Pria yang berdiri di luar pintu itu pergi menjauh dari hadapan nya.
" Anda sudah mendengarnya sekarang kan, jadi saya tidak perlu susah payah menjelaskan nya lagi. Setelah ini kalau saya dan anak buah saya melihat Anda berkeliaran atau memata matai calon Istri da juga anak saya, maka jangan salahkan kalau Anda akan bernasib sama dengan Istri Anda, menjadi penghuni jeruji besi dengan tuduhan mengganggu kenyamanan calon Istri Pria lain "
Reihan meninggalkan tempat itu setelah memberi peringatan kepada Asrul, sementara Asrul masuk ke dalam Apartemen dengan pikiran yang kacau.
" Tidak.......! Tidak mungkin kalau mereka..... pasti Pria itu berbohong. Ya, dia pasti berbohong agar aku tidak mengganggu Nayla dan juga anakku. Tapi...... tapi bagaimana kalau semua itu benar, bukankah mereka memang sangat dekat dan akrab. Dia juga memperlakukan Nayla dan juga Alwi dengan baik, besar kemungkinan kalau Nayla juga akan membuka hati padanya "
__ADS_1
" Aaaaaaakkhhhrgg........! "
Asrul berteriak seorang diri di kamar Apartemen miliknya , mata merah rambut acak acakan itulah kondisinya sekarang ini. Ponsel miliknya yang berdering entah sudah yang kesekian kalinya pun tidak di pedulikan nya.
Sementara Bu Dian sejak tadi sedang dilanda gelisah, insting seorang Ibu tidak pernah salah. Bu Dian merasa gelisah dan terus terbayang wajah Putranya, belum lagi ponsel nya yang tidak kunjung tersambung ketika di hubungi.
" Angkat Nak, ada apa denganmu. Semoga kamu baik baik saja disana " Gumam Bu Dian
Beliau mondar mandir sembari tangan di letakkan di dada dengan ponsel masih di dalam genggaman nya. Ia berharap akan ada panggilan balik dari Putranya itu.
" Alex.... Ya Alex, aku harus menghubungi Alex dan minta bantuan padanya "
Bu Dian segera men scroll mencari nama yang ingin di hubungi, baru saja Ia ingin menekan tombol memanggil ternyata ponsel itu berdering. Wajah Bu Dian langsung sumringah melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Tentu saja dengan segera Bu Dian menerima panggilan itu.
" Hallo, Assalamu'alaikum Nak, bagaimana kabarmu disana, kamu baik baik saja kan sayang......? "
Asrul berusaha sekuat mungkin agar Ibunya tidak merasa khawatir padanya.
" Alhamdulillah Nak, Ibu baik baik saja disini. Maaf Nak, tadi Ibu hanya menghawatirkanmu Nak, Ibu takut terjadi apa apa denganmu disana. Mengenai Ibu jangan khawatir, Ibu akan selalu baik baik saja disini. Oh ya Nak, cepat kembali kalau pekerjaan nya sudah selesai ya, Ibu sangat merindukan mu "
Bu Dian sebenarnya masih sangat khawatir apalagi mendengar suara Putranya itu, tapi beliau berusaha mengusir segala kekhawatiran nya itu.
" Alhamdulillah Bu kalau begitu. Iya Ibu, kalau urusan nya selesai aku pasti langsung pulang. Ya sudah Bu, aku tutup dulu ya. Assalamu'alaikum......... ! " Pamit Asrul dan di jawab salam kembali dari Ibunya.
__ADS_1
..." Ya Allah lindungilah Putraku dimana pun berada, tetapkanlah langkahnya agar selalu di jalan yang Engkau Ridhoi. Jangan biarkan Ia salah langkah lagi, hamba mohon padaMu "...
Doa yang di panjatkan dalam hati Bu Dian sebagai seorang Ibu bagi anaknya, beliau berharap selalu yang terbaik untuk anak nya tersebut (Semua yang namanya Ibu pasti akan melakukan hal yang sama, ketika hatinya gundah dan menghawatirkan anak anaknya. Seorang Ibu pasti akan mendoakan anak anaknya agar selalu dalam LindunganNya, selalu mendapatkan kebahagiaan dimana pun berada )
💞 Love You Mom 💞
Reihan kembali ke kediaman nya dengan hati lega, Ia berharap peringatan yang sudah dia sampaikan pada Asrul membuat Pria itu berpikir dia kali untuk mengganggu Nayla dan juga yang lain nya. Tapi Ia juga gusar dengan hatinya sendiri
" Ada apa Nak, nampak serius begitu. Apa ada masalah lagi ? " Tanya Ibunda dari Reihan.
Reihan tersenyum, hanya itu yang bisa Ia lakukan setiap kali dirinya mendapat masalah. Hal itu Ia lakukan agar Ibunya itu tidak menghawatirkan nya, apalagi pekerjaan nya memang mengundang banyak masalah untuknya. Tidak sedikit yang akhirnya menjadi musuhnya ketika ada orang yang kalah ketika menghadapi persidangan dengan nya di meja hijau.
" Tidak apa apa Ibuku sayang, Ibu tenang saja. Anak Ibu ini anak yang hebat, jadi Ibu tenang tenang saja ya. Yang perlu Ibu lakukan adalah jaga kesehatan, agar anakmu ini tenang kalau kemana mana. Kalau Ibuku yang cantik ini sedih, anakmu yang ganteng ini pasti akan sedih dan tidak tenang bekerja. Oke Ibuku sayang "
Reihan memang selalu bisa mengambil hati wanita yang sudah mengantarkan nya kedunia ini dengan taruhan nyawa. Ia sangat memperhatikan kebahagiaan dan keamanan Ibunya itu. Berhubung pekerjaan nya dan juga pekerjaan sang Ayah yang selalu melibatkan banyak konflik tentu saja Reihan sangat sangat menjaga hal buruk yang bisa saja menimpa Ibunya itu.
" Kamu ini bisa saja, selalu punya cara membuat Ibu senang kan Ibu jadi malu. Cantik dari mana nya, sudah mau keriput begini " Ucapnya.
" Eh.....! siapa bilang Ibuku keriput. Ibuku selalu cantik dan akan selalu cantik untukku dan juga untuk Ayah, Iyakan Ayah........! "
Reihan melihat kedatangan Ayahnya di balik pintu untuk itulah Ia langsung menanyakan hal itu.
" Wah.... wah.... wah ada apa ini " Seru Ayahnya dengan wajah sumringah.
__ADS_1
" Tidak apa apa Ayah, tapi tadi ada yang bilang sudah tidak cantik dan mulai keriput. Ayah selalu memikirkan kerjaan, Istri tidak di perhatikan tuh, bawa ke salon biar perawatan "
Reihan langsung beranjak naik ke kamarnya, Ia memang selalu suka menggoda kedua orang tua nya itu, tapi setelahnya itu Ia akan langsung menghindar karena takut akan di pelototi oleh sang Ayah.