Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Pelunas Hutang


__ADS_3

🌺🌺🌺


Nayla mondar mandir di kamarnya, jam di pergelangan tangan nya sudah menunjukkan pukul 24.00 tapi matanya tetap tidak bisa terpejam, pikiran nya berkelana entah kemana itulah yang menjadi penyebab dirinya tidak bisa memejamkan mata.


" Apa yang harus aku lakukan, apa aku beritahukan yang lain dan juga meminta bantuan pada mereka. Tapi aku harus katakan apa kalau Mas Andre atau juga Buba tanya aku tahu semua ini dari mana, tidak mungkin kan kalau aku mengatakan mengetahui hal ini dari.... A... Mas Asrul " Suara Nayla memelan ketika menyebut nama Pria itu.


Pagi pagi sekali Kamila sudah pergi entah kemana tanpa pamit kepada siapa pun yang ada di rumah, Nayla mencari keseluruh tempat karena Ia ingin bertanya tentang kebenaran hal yang Ia ketahui dari orang lain namun tidak di temukan nya dimana keberadaan adiknya.


" Mila.....! Mila...... kamu dimana "


Nayla terus memanggil nama adiknya namun tidak ada jawaban.


" Kemana dia. Bi........ Bibi....! " Panggil Nayla.


" Bibi lihat Kamila, aku sudah mencari kesemua tempat tapi tidak ketemu " Ucap Nayla khawatir.


" Anu Bu.....! Mbak Mila sudah pergi pagi pagi sekali, tadi Bibi lihat di jemput sama seseorang " Jawab Bibi nampak ketakutan.


" Di jemput seseorang, siapa ? Mas Andre, atau Dokter Pandu ?" Tanya Nayla menebak nebak.


" Saya tidak tahu Bu, tapi sepertinya yang jemput bukan mereka berdua, karena kalau mereka berdua pasti Bibi kenal "


Nayla terkejut mendengar jawaban asisten rumah tangganya, Ia menjadi sangat sangat khawatir.


" Bukan mereka Bi, lalu kenapa Bibi tidak menyatakan nya padaku "

__ADS_1


Nayla berlari kecil menuju kamarnya mengambil ponsel miliknya, Ia berusaha menghubungi nomor adiknya namun nomor itu berbunyi di kamar sebelah. Ya, karena terburu buru Kamila jadi melupakan ponsel miliknya.


Nayla menjadi panik dan mulai menghubungi nomor keluarga yang lain.


" Ah..... kenapa di saat genting seperti ini tidak ada satu pun yang mengangkat telpon ku, aku harus bagaimana "


Nayla semakin gelisah karena perasaan nya tiba tiba menjadi tidak enak. Mungkin telah terjadi sesuatu yang kurang baik pada adiknya, itulah yang ada di pikiran nya.


Dret- Dret-


Sebuah senyum terbit di bibir seorang wanita.


" Dasar pengganggu, dia pasti sedang sibuk mencarinya, sudahlah biarkan saja. Eh..... tapi kalau aku tidak menerimanya dia dan yang lain akan curiga padaku, sudahlah aku Terima saja "


" Iya hallo ada apa Nak " Terdengar suara di seberang begitu lembut menyapa Nayla.


..." Sudah kuduga, dia pasti mencari Kamila. Bodoh amat, tidak akan aku biarkan seorang pun mengganggu rencanaku. Sekarang pasti acaranya belum selesai " Batin Santi....


" Kamila.....? bukan nya dia di rumah mu "


" Iya memang Bu dia di rumah, tapi kata Bibi dia berangkat pagi pagi sekali. "


" Coba hubungi nomor ponselnya mungkin dia sudah masuk kantor "


Nayla benar benar bertambah panik karena di tempat Sinta pun adiknya tidak ada.

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Kamila di seret paksa memasuki sebuah rumah mewah. Ia berteriak teriak meminta di lepaskan namun tentu saja tidak ada yang akan melepaskan nya, lengan nya baru di lepaskan oleh beberapa Pria setelah mereka tiba di sebuah ruangan.


Kamila menatap seorang Pria yang sedang duduk membelakangi dirinya.


" Siapa kamu dan mana Ibuku " Tanya Kamila


Pria yang duduk di depan nya berputar dan kemudian tertawa dengan kerasnya.


" Kamu..... dasar Pria bre*****, dimana kamu sembunyikan Ibuku "


Pria itu berdiri dan mendekat ke arah Kamila


" Ibumu ada di suatu tempat dengan penjagaan yang sangat ketat, kuncinya hanya ada padamu. Gunakan gaun itu dan menjadi Istriku atau aku tinggal menghubungi mereka agar mengirim Ibumu ke luar negri menjadi tenaga kerja wanita atau sebaliknya. Aku tinggal menyuruh mereka membuangnya ke hutan belantara atau di lautan dalam dari atas ketinggian. "


Kamila marah namun tidak di pedulikan, malah Pria itu semakin mentertawakan nya.


..." Ya Allah tolong hamba, apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku tidak ingin menikah dengan Pria ini tapi nyawa Ibu bagaimana, aku akan jadi anak durhaka kalau aku sampai tega membiarkan orang lain melukainya. Kakak, Mas, Buba, Ibu, tolong aku.....! Bebaskan aku dari tempat ini, aku takut " Rintih batin Kamila....


" Kenapa diam saja, apa kamu berpikir akan kabur dari sini atau meminta bantuan mereka. Jangan mimpi ya, karena hal itu tidak akan aku biarkan terjadi. Ibumu sudah menghabiskan uangku sebanyak 1 milyar dan berjanji akan menikahkan Putrinya dengan ku sebagai pelunas hutang nya. Karena Ibumu tidak mampu mengembalikan uangku dan kamu juga tidak ingin menikah dengan ku maka jalan satu satu nya adalah membunuhnya, apa itu yang kamu inginkan "


Kamila benar benar terkejut mendengar penuturan Roni, Ia tidak menyangka Ibu kandungnya bisa sekeji itu mempertaruhkan dirinya hanya demi uang, padahal Ia juga sudah meminta uang dengan jumlah banyak dari Kamila.


..." Ibu.... apa yang sudah Ibu lakukan. Ibu menjual ku hanya demi uang, kemana Ibu membelanjakan uang sebanyak itu. Uang yang dari aku saja tidaklah sedikit di tambah lagi dari Pria bejat ini "...


" Cepat waktumu tidak banyak, hanya satu jam sebelum penghulu yang menikahkan kita datang kemari. Ingat, jangan buat masalah kalau kamu tidak ingin Ibu tercinta mu itu mati sia sia " Ancam Roni pada Kamila.

__ADS_1


⭐⭐⭐


__ADS_2