
Setelah melakukan pergulatan panjang dan sama sama bahagia, kedua suami Istri itu pun mandi bersama, dan sudah bisa di pastikan mandi berdua mereka kembali menikmati syurga dunia di bawah guyuran shower.
" Kamu sangat hebat sayang, selalu bisa membuatku gila dan ingin lagi dan lagi " Ucap Pak Burhan ketika mereka di dalam mobil menuju ke kediaman mereka.
Di perjalanan pulang perut Bu Rossa keroncongan, menandakan cacing di perut nya minta jatah makan.
" Kamu lapar sayang, pasti karena tadi kamu kelaparan. Baiklah kita cari tempat makan dulu " Ucap Pak Burhan sementara Bu Rossa hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya.
Tenaga nya sudah habis terkuras karena melayani suami nya tenaga nya semakin hari semakin menggila.
Mereka turun di sebuah Resto yang juga cukup terkenal di tempat itu serta menikmati hidangan disana.
🍂
🍂
🍂
Reihan mengunjungi tempat Nayla bekerja, sudah beberapa minggu belakan ini dia tidak lagi bertemu dengan wanita tangguh itu, ada rasa rindu disana.
" Hai Tuan Putri " Sapa Reihan di sertai senyum manis nya.
" Mas Rei......Hai juga, lama tak jumpa. Mau ketemu Ayah lagi " Tanya Nayla.
Reihan mengangguk
" Aku juga ingin bertemu dengan mu, sudah lama aku tidak melihat Tuan Putri dari....
" Cukup Mas, Mas apa- ada saja, mana ada Tuan Putri seperti diriku " Ucap Nayla cemberut.
" Ya sudah tapi jangan cemberut begitu, Oh ya, aku kemari karena Pak Burhan yang memintaku memanggil mu. Bisakah kita bicara di dalam dulu sama Ayah dan juga yang lain nya karena ada hal penting yang ingin aku bicarakan "
" Hal penting, baiklah tentu saja boleh, tunggu sebentar. Aulia..... kamu selesaikan ini dulu ya, aku ada urusan sebentar di dalam " Pamit Nayla
__ADS_1
" Baik Kak " Jawab Aulia.
Nayla dan juga Reihan jalan beriringan sambil bercanda gurau. Nayla begitu senang hingga Ia tersenyum menampakkan lesung pipit nya yang menambah kecantikan nya.
" MasyaAllah cantik nya, buta mata hati pria itu yang tidak melihat kecantikan bahkan kebaikan mu. Andai aku punya kesempatan untuk itu, aku berjanji akan membahagiakan mu dan tidak akan pernah menyakiti mu " Batin Reihan.
" Assalamu'alaikum......! " Sapa Nayla ketika membuka pintu.
" Waalaikum salam Nak, sini duduk "
Nayla duduk di samping sang Ayah dan harap- harap cemas menanti apa yang akan di sampaikan Reihan dan juga para Pria yang ada di dalam ruangan itu.
" Karena semua sudah kumpul, lebih baik kita mulai saja. Silahkan Reihan, apa yang ingin kamu bicarakan "
Reihan tersenyum sebelum memulai ucapan nya. Ia mengeluarkan sebuah surat dari dalam tas kerjanya dan menyerahkan nya pada Pak Burhan.
" Ini Pak "
Pak Burhan menerima surat itu dan kemudian membuka nya perlahan. Raut wajah nya berubah serius ketika membaca apa yang tercantum di dalam surat itu.
" Bagaimana menurutmu kesempatan kita untuk memenangkan ini, apa terbuka lebar atau ada syarat- syarat lain lagi yang harus kita penuhi " Tanya Pak Burhan.
" Seperti nya melihat semua yang kita punya kemungkinan besar kita akan memenangkan sidang kali ini, tapi.......
Semua memandang ke arah Reihan karena penasaran dengan kelanjutan ucapan Pria itu.
" Tapi apa Mas " Tanya Nayla.
" Saya khawatir di akhir sidang anak akan di suruh memilih akan tinggal bersama siapa, sedangkan kita tahu persis bagaimana Alwi. Dia sekarang sedang salah faham pada Ibu kandung nya, dan itu memungkinkan kalau dia akan lebih memilih tinggal bersama Ayah nya karena disana Ia di penuhi dengan kasih sayang dari Oma nya " Jawab Reihan.
Nayla menarik nafas panjang, Ia juga membenarkan hal itu. Terakhir kali Ia bertemu dengan Putra nya itu bahkan Ia di usir karena salah faham di antara mereka belum juga berakhir.
" Apa yang harus kita lakukan Mas, aku tidak tahu caranya membuat nya percaya, sementara aku tidak punya waktu untuk menjelaskan semua nya " Ucap Nayla.
__ADS_1
Pak Burhan juga berpikir keras namun sekeras apa pun Ia berpikir tetap tidak mendapat jalan keluar.
*
*
*
Di tempat yang berbeda Asrul juga sedang bertemu dengan pengacara nya guna membicarakan hal yang sama, yaitu sidang banding yang di ajukan pihak Nayla.
" Bagaiamana Pak Hendra, apa kita bisa memenangkan sidang kali ini " Tanya Asrul.
Pak Hendra menarik nafas panjang lama tidak ada jawaban yang keluar dari bibir nya.
Nayla pulang kerja bersama Reihan, mereka mengelilingi beberapa tempat sebelum kembali ke rumah.
" Aku tidak bisa terlalu berharap banyak, meskipun aku menginginkan agar Alwi ada bersamaku di bawah asuhan ku, tapi aku juga tidak mau memaksa nya. Masalah ini saja sudah pasti sangat mengganggu pikiran nya, di tambah lagi kalau aku memaksa nya, aku hanya takut ini akan berpengaruh pada mental nya " Ucap Nayla
Reihan benar- benar mengagumi Putri dari Boos nya itu, meskipun Ia sangat menginginkan Putra nya tapi Ia tidak egois.
" Aku akan membantumu sebisa mungkin, semoga apa pun yang aku usahakan selama ini dan nanti berjalan lancar " Batin Reihan.
" Sudahkah tidak usah di pikirkan dulu ini sudah semakin sore, aku antarkan pulang ya "
Nayla mengangguk dan tidak lupa tersenyum.
Di rumah Nayla hanya tinggal berdua bersama seorang PRT karena Kamila lebih dulu di kirim sang Ayah ke LN untuk melanjutkan studinya disana.
" Makasih ya Mas, sudah repot- repot mengantarkan aku pulang "
" Tidak apa- apa Nayla, kamu hati- hati di rumah sampai jumpa besok ya "
Reihan berpamitan dan kembali pulang setelah melihat Nayla sudah masuk ke dalam rumah
__ADS_1
😭😭😭
Bagi Vote gratis nya ya, buat semangat Author dalam berpikir 🙏 makasih