Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Jujur Pada Ibu


__ADS_3

🎊🎊🎊


Meskipun tidak banyak karena mereka harus berbagi nasi tapi setidak nya kedua nya bisa makan bersama.


" Maafkan aku Bu, maafkan karena kesalahanku Ibu juga ikut menanggung akibat nya "


Asrul berlutut di hadapan Bu Dian yang duduk di pinggir ranjang.


" Sudahlah Nak tidak apa- apa, seorang Ibu akan selalu memaafkan kesalahan anak nya sebesar apa pun itu. Jadi kamu tidak perlu minta maaf Nak, karena kamu tidak salah apa- apa. Tapi Ibu mohon Nak, katakan pada Ibu apa yang sebenar nya terjadi. Apa ada yang mengganggu pikiranmu sehingga kamu seperti ini. Ibu mohon Nak, kalau kamu masih menganggap Ibu ini adalah Ibumu, maka Ibu mohon ceritakan pada Ibu apa masalah yang sedang kamu hadapi saat ini "


Asrul tidak berani mengangkat wajah nya, Ia takut menangis ketika melihat wajah Ibu nya.


" Aku--- sebenarnya aku. Aku tidak tahu Bu, apa yang sebenarnya terjadi. Hanya saja belakangan ini aku sering merasa bersalah dengan apa yang sudah aku lakukan dulu. Aku merasa bersalah pada Ibu, karena tidak pernah mendengarkan kata- kata Ibu, aku....... me - milih ja-- lan ku sen---diri "


Asrul tidak dapat lagi menahan sakit yang menggerogoti kerongkongan nya, Ia pun menumpahkan kesedihannya dengan menyembunyikan wajahnya di kedua lutut Ibu nya.


" Aku juga merasa sakit Bu setiap kali melihat nya bersama Pria lain, aku merasa marah ketika melihat ada Pria lain yang memperlakukan nya dengan baik, aku....... aku sakit Bu.......! "


Bu Dian mengelus kepala Asrul dengan sayang, hati nya juga ikut teriris melihat kesedihan Putra nya.


" Nak, apa maksud mu itu Siska atau.......


Asrul menggelengkan kepala nya pertanda bahwa tebakan Ibu nya salah.


" Apa itu Nayla........ ? Apa kamu merasakan sakit hati ketika melihat nya bersama Pria lain begitu " Tanya Bu Dian pelan.


" Iya Bu, maafkan aku. Tapi aku juga tidak tahu kenapa kenapa bisa begini, rasa itu hadir begitu saja. Aku harus bagaimana Bu.......!? "


Bu Dian mencoba tersenyum walau hati nya tentu saja terasa sakit.


" Apa kamu mencintai nya Nak " Tanya Bu Dian lagi.


" Mencintai nya........! "

__ADS_1


Asrul memandang wajah Bu Dian dan kemudian menatap ke sembarang arah memastikan perasaan nya. Ia kemudian menggeleng- gelengkan kepala nya.


" Entahlah Bu, aku juga tidak tahu. Aku tidak tahu apa ini cinta atau bukan, aku sudah tidak bisa membedakan mana rasa cinta atau bukan Bu. Aku pernah memberikan rasa cintaku pada orang lain tapi ternyata rasa itu salah, sekarang aku bingung Bu, apa ini cinta atau bukan " Jawab Asrul


" Sudahlah jangan di paksakan Nak, biarkan mengalir dengan sendiri nya sampai kamu yakin akan hal itu " Jawab Bu Dian


" Tapi Bu bagaimana kalau ternyata semua ini memang benar tapi aku sudah terlambat menyadari nya. Terlalu banyak luka yang aku berikan untuk nya, apa masih ada kesempatan untukku Bu memperbaiki semua nya " Tanya Asrul lagi.


Bu Dian bingung harus menjawab apa, beliau juga mengakui begitu banyak luka yang telah mereka torehkan pada hati Nayla, namun Bu Dian juga tidak ingin membuat mental Putra nya jatuh lagi dengan mengatakan hal yang kemungkinan menjadi kenyataan yang harus mereka terima.


" Nak, tidak ada kata terlambat dalam hal berbuat baik, yang penting sekarang kita perbaiki diri dulu dan selalu berbuat yang terbaik. Ibu yakin InsyaAllah akan selalu ada jalan. "


Asrul merasa lega setelah menceritakan semua pada Ibu nya, Dia juga bersyukur ternyata Ibu nya mau mendengarkan keluh kesah nya dengan sabar.


" Iya Bu, Terima kasih karena Ibu selalu ada untuk ku, Terima kasih karena selalu memaafkan aku walau aku sering menyakiti hati Ibu baik sengaja atau pun tidak di sengaja, sekali lagi maafkan aku ya Bu "


Asrul mencium kedua telapak dan punggung tangan Bu Dian secara bergantian, Ia sangat- sangat bersyukur karena di kelahiran nya Ia di lahirkan dari rahim seorang wanita yang baik hati seperti Ibu nya. Kedepan nya Ia berjanji akan menyayangi dan mendengarkan semua yang di katakan wanita itu.


" Sama - sama sayang. Sudah tidak perlu seperti itu. Ibu kan Ibu kamu, tentu saja Ibu akan selalu ada untuk mu. Setiap Ibu akan selalu menyayangi anak nya, memaafkan anak nya. Karena anak adalah titipan Allah yang harus di jaga dan di sayang. Jadi mulai sekarang kalau ada apa- apa, Ibu mohon jangan di pendam sendiri. Berbagilah dengan Ibu, InsyaAllah akan selalu ada jalan keluar nya ya Nak "


*


*


*


KANTOR KEPOLISIAN


Bu Dewi tergesa- gesa karena Ia ingin sekali berjumpa dengan Putri nya, sudah beberapa hari terakhir ini perasaan nya tidak nyaman. Setiap saat selalu terbayang wajah Putri nya baik itu dalam keadaan tidur walaupun dalam keadaan terjaga.


Setelah meminta ijin Bu Dewi berjalan menuju ruang dimana Putri nya menghabisi hari- hari nya disana.


Nampak Siska yang sedang duduk di sudut ruangan dengan kepala di sandarkan di jeruji besi.

__ADS_1


" Nak......! Panggil Bu Dewi pelan.


Bu Dewi sangat prihatin melihat keadaan Siska, dengan baju khas tahanan tubuhnya nampak kurus tidak terawat. Mata nya yang sudah seperti mata panda dan tangan nya yang dia letakkan di perut nya menandakan kalau keadaan nya sedang tidak baik.


" Siska.....! " Panggil nya lagi


Siska membuka mata nya dan melihat kedatangan sang Ibu. Dengan membawa rantang dan tas di tangan nya Bu Dewi berdiri di luar jeruji besi.


" Ibu " Gumam Siska.


" Iya Nak, Ibu disini. Ibu datang mengunjungi mu dan membawakan makanan kesukaan mu. " Bu Dewi membuka bekal dan memberikannya pada Siska.


" Bagaimana keadaan mu sekarang Nak, apa kamu baik- baik saja. Apakah mereka masih sering mengunjungi mu disini " Tanya Bu Dewi


Siska menggelengkan kepala nya, karena memang semenjak putusan pengadilan kalau Siska terbukti bersalah dengan begitu banyak kesalahan yang Ia lakukan, baik Asrul atau pun Bu Dian memang sama sekali belum mengunjungi tempat itu.


" Ibu, apa Ibu punya cara untuk mengeluarkan aku dari sini, aku tidak mau tinggal di tempat ini seumur hidup. Aku ingin bebas Bu " Pinta Siska


Bu Dewi juga bingung, tidak ada yang bisa Ia lakukan untuk membebaskan Putri nya dari tempat terkutuk itu. Bahkan walau dengan menghabiskan seluruh harta yang tersisa tetap tidak akan bisa melepaskan jerat hukum yang di Terima Siska.


Hanya ada satu cara yang ada di benak Bu Dewi dan itu kemungkinan mampu membuat Siska keluar dari tempat itu namun hanya sementara, tidak bisa menjamin bebas untuk selama nya.


" Untuk hal itu sedang Ibu pikirkan Nak, Ibu berharap bisa segera menemukan jalan keluar nya agar kamu bisa terbebas dari tempat seperti ini. Sekarang kamu makanlah dulu, agar kamu punya tenaga. Jangan terlalu banyak berpikir, Ibu janji akan segera membawa mu keluar dari sini "


Bu Dewi berharap rencana nya kali ini berjalan lancar.


" Maafkan Ibu Nak, Ibu tidak bisa mengeluarkan mu dari sini dan bebas sepenuh nya, tapi InsyaAllah Ibu akan membuat kamu bisa menghirup udara segar di luar walau dalam bentuk yang lain " Batin Bu Dewi


Semua Ibu akan tetap merasa sedih mana kala melihat anak- anak nya tidak bahagia.


" Pesan nya disini hanyalah sayangilah Ibu kita selagi mereka hidup, karena kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput. Selalu lah minta maaf karena kita tidak tahu kapan kita menyakiti hati mereka, entah itu kita sadari ataupun tidak. Love you Mom 💞"


Terima kasih buat semua nya, mohon dukungan nya besok ya sahabat Nayla. Vote gratis Nt dan Mt, lumayan buat penyemangat Author dalam menulis bab berikut nya.

__ADS_1


" Salam sayang semua nya 😙😙 "


🎊🎊🎊


__ADS_2