Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Harus Kuat


__ADS_3


⭐⭐⭐


Bu Dian masih di liputi kebingungan akan tingkah Nayla yang aneh. Ia bahkan tidak pernah berkata dengan suara keras ketika masih menjadi menantu nya. Sekarang Nayla malah enggan bertemu dengan nya, bahkan mengusir nya. Beliau jadi menduga yang bukan- bukan.


Dengan langkah gontai Bu Dian memasuki kediaman milik nya, hilang segala semangat hidup nya, karena niat nya bertemu sang cucu kesayangan belum kesampaian malah sudah di usir.


" Kenapa wajah nya kusut Bu, bagaimana. Apa Ibu sudah melihat anak ku, dia sangat mirip kan dengan ku. " Tanya Asrul pada sang Ibu.


Bu Dian hanya diam tidak menjawab, benak nya selalu terngiang tingkah wanita yang pernah menjadi menantu dan sangat amat di sayangi nya.


" Bu......! Aku bertanya Bu, lah Ibu malah melamun. "


" Apa tidak sebaik nya kita biarkan Alwi bersama Ibu nya saja, yang penting kita sudah tahu kalau dia itu adalah anak kamu. Kalau kita rindu kan kita tinggal minta ijin menjenguk nya. " Ucap Bu Dian menarik nafas dan menghembuskan secara kasar sebelum mengemukakan pendapat nya.


" Tidak Bu, anak itu harus jadi milik ku. Karena dia adalah keturunan Yabintang, aku tidak mau keturunan ku terlonta- lonta di jalanan tanpa fasilitas lengkap, padahal aku masih sanggup mencukupi kebutuhan mereka. " Protes Asrul.


Ia tidak terima dengan saran Ibu kandung nya itu, di dalam hati nya hanya menginginkan hak asuh Alwi jatuh ke tangan nya.


" Tapi Nak, Ibu takut akan kondisi Nayla. " Bu Dian mencoba menyadarkan Asrul tentang perebutan hak asuh Alwi yang tidak tepat


" Kondisi Nayla ! memang kenapa dengan wanita itu. Apa dia sedang sakit, atau dia kenapa Bu........?. " Tanya Asrul penasaran.


" Seperti nya I ya Nak, Nayla sedang sakit. Lebih tepat nya seperti depresi, soal nya Ibu tadi kesana langsung di usir, dia teriak teriak histeris. Untuk itu lah Nak, Ibu mohon kamu tidak perlu lanjutkan masalah ini. Akan banyak yang tersakiti kalau kamu tetap melanjutkan ini. "


Asrul bukan nya mempertimbangkan ucapan Bu Dian Ibu kandung nya, Ia malah tersenyum bahagia karena akhir nya Ia mendapatkan cela untuk menjatuhkan Nayla.


" Seperti depresi Bu..... ! Bagus Bu, ini justru sangat bagus. Peluang untuk kita memenangkan ini akan terbentang mulus.


"Ucap Asrul sembari tersenyum licik.


Bu Dian hanya pasrah tidak dapat berbuat apa apa, Ia tahu watak Putra nya itu yang keras kepala. Apa yang sudah menjadi keputusan nya akan sulit untuk di ubah, selama ini hanya Siska yang mampu mengendalikan nya. Tapi semenjak permasalahan di antara mereka mencuat, keras kepala nya malah semakin parah.


🌹🌹🌹


Siska mondar- mandir di ruangan nya bak setrikaan. Ia masih berusaha memikirkan bagaimana caranya menaklukan suami nya itu lagi seperti dulu. Agar bisa lebih mudah di kuasai.

__ADS_1


Tiba-tiba Ia menjerit karena perut nya kembali kram dan itu membuat nya tidak nyaman sekaligus takut Asrul mengetahui nya.


" Awww, sakit........!. " Jerit Siska tertahan.


Peluh nya membasahi wajah nya karena menahan sakit tidak terkira.


" Sial, gara- gara banyak masalah belakangan ini membuatku strees dan ini tidak baik untuk ku, belum lagi sudah lewat jadwal berobat dan aku belum punya waktu sama sekali. Kalau aku keluar pasti Mas Asrul memata- matai ku lagi. " Gumam Siska sembari memegang perut nya yang serasa di tusuk tusuk.


Asrul memasuki kamar milik nya dan terkejut melihat Siska dengan pakaian seksi yang mengundang hasrat libido seorang Pria, dengan rambut basah tergerai serta lingeri kurang bahan.


JuJur saja Asrul susah payah menahan hasrat nya, sesuatu di bagian bawah tubuh nya meronta ingin keluar dari sarang nya.


" Ah sial, kenapa celanaku jadi sempit begini. Ah menyakitkan. " Batin nya.


Buru buru Ia mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


" Aku mau membersihkan diri. " Ucap Asrul langsung berjalan cepat memasuki kamar mandi.


" Ahhhhhh........!. " Rintih nya tertahan di bawah guyuran shower.


" Nikmati saja Asrul, dia juga masih Istrimu. Masih sah untuk mu menggauli nya. " Bisik yang satu nya lagi.


" Gauli, tidak..... gauli, jangaannn.......!. " Bisik batin nya sendiri berulang- ulang.


" Diam......... Ahhhhhhhh.......!. " Jerit Asrul setelah berhasil maju mundur sendiri di bawah guyuran shower.


Siska mendengar teriakan Asrul di dalam kamar mandi dan mengira kalau sudah terjadi sesuatu pada suami nya itu.


Dia pun mengetuk pintu berulang- ulang serta memanggil- manggil suami nya itu.


" Mas......! Mas, apa Mas baik baik saja. Mas, bisa buka pintu nya. " Panggil Siska panik.


" Aku baik baik saja, memang nya aku kenapa. Apa kamu berharap agar aku celaka di dalam sana. " Jawab Asrul sinis saat pintu kamar mandi Ia buka.


Asrul sengaja berkata seperti itu agar libido nya tidak kembali bangkit, tapi sayang sekali mata nya tidak dapat Ia tahan melihat sesuatu yang terpampang jelas di depan nya.


Gunung yang indah begitu juga padang pasir yang ingin rasa nya Ia sentuh dan bermain di sana.

__ADS_1


" Ah sial, bodoh sekali. Kenapa aku tidak bisa menahan hasratku sendiri. " Batin Asrul sembari melirik barang mewah kepunyaan nya sendiri.


Jangkun nya naik turun susah payah.


" Apa ku nikmati saja, bukan kah sudah lama rasa ini ku tahan dan tidak pernah kusalurkan lagi. " Batin Asrul lagi.


*


*


*


*


Di kediaman Nayla, nampak Andre dan juga seorang Dokter tengah menenangkan Nayla yang selalu histeris setiap waktu ketika pikiran nya terlintas kenangan tentang masa lalu nya.


" Nayla sayang, dengerin Mas Andre. Kamu ingin Alwi tetap bersama kita kan ?. " Tanya Andre pelan seraya menatap mata Nayla.


Hal yang selalu Ia lakukan dulu saat Nayla depresi karena Trauma. Gunjingan demi gunjingan para tetangga yang mengatakan Nayla bukan wanita baik- baik karena hamil di luar nikah, membuat nya sangat tersiksa, di tambah lagi dengan kehamilan nya yang sempat bermasalah.


Namun semua bisa di atasi oleh Andre yang memang sangat- sangat menyayangi adik nya itu melebihi dari diri nya sendiri.


Nayla mengangguk menjawab pertanyaan Andre.


" Baiklah, dengarkan Mas Andre baik- baik. Kamu harus kuat, lawan semua nya seperti dulu jangan seperti ini. Ingat, Alwi hanya milik kita bukan milik mereka. Kalau sampai pihak Asrul tahu kamu seperti ini, mereka bisa punya peluang besar untuk mendapatkan hak asuh Alwi dan kita akan kesulitan nanti. " Bujuk Andre perlahan.


Nayla perlahan mulai tenang dan mulai tersenyum membenarkan apa yang di katakan Andre.


" Mas benar, Pria egois tidak tahu diri itu tidak boleh mengambil Alwi dari ku......! Amu tidak akan menyerah pada nya.....!. " Ucap Nayla kemudian.


" Alhamdulillah, akhir nya dia bisa tenang. Ya Allah semoga nanti dia tetap seperti ini. " Batin Asrul.


🌹🌹🌹


Hai- Hai hapy menjelang maljum. Moga selalu dalam keadaan baik. Jangan lupa selalu beri dukungan terbaik nya ya, buat semua nya hanya Do' a terbaik selalu. Semoga kebaikan kalian semua di ganti dengan rezeki yang melimpah dan juga berkah.


Aamiin barokallah 😍😍

__ADS_1


__ADS_2