Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Ada yang beda


__ADS_3


🙏 Lepaskan Aku 39 🙏


.


.


:::::::::::::::::::::::::: 🌕 🌕 🌕 :::::::::::::::::::::::::::::


.


.


.


Nayla berjalan tergesa gesa memasuki Restorant tempatnya bekerja. Ia ketakutan kalau kalau ada yang mengenalinya, belum lagi takut terlambat kembali.


" Ya Allah, semoga saja tadi Dia tidak mengenaliku, semoga belum terkambat " Batin Nayla kembali mempercepat langkahnya.


Bugh......!


" Aww...... sakit ! rintih Nayla. Ia mengelus bokongnya yang terasa sakit karena terpental.


" Kamu......! " Sebuah suara mengejutkan Nayla, karena Ia sibuk mengelus bokongnya Ia tidak memperhatikan dengan siapa Ia bertabrakan.


Nayla terkejut bukan kepalang ketika Ia mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang baru saja di tabraknya.


" Mas Asrul..........! " pekik Nayla dalam hati.


Ia benar benar ketakutan kalau sampai Pria di hadapannya mengenalinya.


" Kamu koki baru disini itu, kenapa kamu keluyuran di jam seperti ini " Tanya Asrul


Ia mengulurkan tangannya bermaksud membantu Nayla berdiri.

__ADS_1


" Maaf, aku tidak sengaja menabrakmu " Ucap Asrul kemudian.


Nayla mencoba berdiri sendiri, Ia melipat kedua tangannya untuk meminta maaf ketika sudah berdiri sempurna, setelah itu Ia kembali menuju dapur tempat Ia berkutat beberapa hari ini.


" Dasar wanita aneh, dia tidak ingin di bantu. Dia juga pergi tanpa mengeluarkan suara ".


Asrul menggeleng gelengkan kepalanya, dan berlalu pergi menuju ruangannya sendiri.


Nayla ngos ngosan ketika sampai di dapur.


" Ya Allah, kenapa aku harus bertemu mereka hari ini. Meskipun aku sudah menduga hal ini pasti akan terjadi, tapi kenapa harus secepat ini.....! Gumam Nayla sambil berusaha menetralkan detak jantungnya yang berdegub kencang.


Nampak seseorang yang memperhatikannya tidak jauh darinya.


" Kamu kenapa Putri, punya masalah. Kenapa kamu ketakutan dan nampak khawatir begitu, kayak baru melihat hantu saja " Goda Diana, rekan kerjanya yang juga sangat baik padanya.


Nayla terkejut mengetahui kalau rekan kerjanya mengetahui kekhawatirannya.


" Jangan jangan dia mendengar apa yang aku ucapkan " .


Diana sebenarnya tidak percaya dengan jawaban Nayla, tapi Ia juga tidak ingin mencampuri urusan rekan kerjanya itu.


" Iya benar juga, tapi aku dengar tadi hari ini bukan Pak Romi yang kemari. Tapi pemilik Restoran ini yang lansung kemari, meninjau pekerjaan kita " Ucap Diana


Nayla mendengar dengan seksama apa yang di ucapkan teman barunya itu.


" Pantas saja tadi Mas Asrul disini, ternyata dia yang turun langsung meninjau Resto barunya ini " Batin Nayla


" Ya sudah, lebih baik sekarang kita kembali bekerja. Jangan sampai Bos baru kita itu melihat kita berbicara seperti ini " Ucap Nayla.


Mereka kembali melanjutkan aktifitas mereka seperti biasanya.


Didalam ruangan Asrul memeriksa semua laporan tentang pemasukan beberapa hari ini.


" Ternyata sangat bagus, banyak juga pengunjungnya " Batin Asrul.

__ADS_1


"Wanita itu, kenapa hatiku berasa adem ketika bersentuhan dengannya. Seperti ada yang beda ketika di dekatnya. Jantungku berasa berdegub. Matanya.......! Sepertinya tidak asing bagiku. Tapi siapa dia, rasanya aku pernah bertemu. Tapi dimana.....? " Gumam Asrul.


.


💞💞💞


.


Ditempat lain Siska menghempaskan bokongnya di kasur empuk miliknya, rasa lelah tubuh dan juga pikirannya membuatnya benar benar tertekan.


" Bre*****........! Bisa bisanya Dia melakukan itu padaku. Dasar pria bre*****. Kenapa aku harus bertemu dengannya, kenapa juga aku harus berurusan dengannya. Aku tidak bisa mempercayainya, dia bisa kapan saja menemui Mas Asrul dan mengatakan semua tentang aku. Tidak.......! Aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi ".


Siska berpikir keras bagaimana caranya mengatasi masalahnya. Disaat sedang mondar mandir Ia di kejutkan dengan suara ketukan pintu dari luar.


" Tok ~ tok ~ tok ~ ! ". Suara pintu di ketuk.


" Siapa......? " Tanya Siska


" Ini Ibu Nak, temani Ibu makan ya.....! Sunyi makan sendiri " Ucap Bu Dian pada Siska.


Siska berjalan menuju pintu kemudian membukanya.


" Maaf Ibu, Siska tidak bisa menemani Ibu makan. Siska sudah makan tadi di luar, lagian Ibu kenapa sich, makan saja harus di temani. Ibu kan sudah tua, bukan anak kecil lagi "


" Maaf Bu, aku capek, aku mandi dan istrahat. Ibu kalau mau makan, minta di temani Bibi dan yang lainnya " Ucap Siska


Ia kemudian menutup pintu kembali.


" Ada ada saja, orang tua. Masa mau makan saja minta di temani. Kenapa nggak sekalian saja minta di suapi, seperti anak keci " Gerutu Siska kesal.


Bu Dian turun kebawah dan melanjutkan makannya bersama ART yang berada di rumahnya.


" Ibu, apa tidak apa apa kami makan bersama Ibu disini.....? " Tanya si Bibi yang sudah bekerja lama dirumah itu.


Para ART merasa tidak enak hati kalau harus duduk di meja makan tempat biasa majikan mereka makan bersama.

__ADS_1


" Tentu saja tidak apa apa, memang kenapa kalau Bibi juga makan disini " Tanya Bu Dian bingung.


__ADS_2