Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Posisikan Andai itu terjadi pada kita


__ADS_3

⭐⭐⭐


Kamila berteriak mengeluarkan semua kekecewaan dan juga kekesalan nya, bagaimana mungkin ada orang tua yang tidak menginginkan anak nya sampai membiarkan orang lain mencelakai nya itulah kekecewaan yang Kamila rasakan pada Buba nya.


Ponselnya entah sudah yang kesekian kalinya berdering, namun semua nama di acuhkan nya hanya satu nama yang membuatnya tidak bisa menolak yaitu nama Kakak nya.


Ia begitu menyayangi kakak nya itu, begitu besar ikatan batin keduanya sehingga Ia tidak akan mampu membuat Kakak nya itu khawatir atau pun kecewa.


" Adikku sayang, angkat telpon kakak " Isi pesan singkat yang di kirimkan Nayla.


Tidak berselang lama ponselnya pun berdering, walau ragu akhirnya Kamila pun menerimanya. Terdengar salam dari ujung telpon dan itu tentu saja suara dari kakak kesayangan nya.


" Wa' alaikum salam Kak " Jawab Kamila.


" Dek kamu dimana, kamu baik baik saja kan. Kamu yang pulang atau Kakak yang jemput sekarang " Tanya Nayla tanpa basa basi.


Beberapa orang yang berada di sana ingin berbicara namun Nayla melarangnya dengan mengacungkan tangan nya pada mereka.


" Aku baik baik saja Kak, nanti saja aku kembali aku masih ingin di sini Kak. " Jawab Kamila


Kamila langsung memutuskan panggilan telpon nya.


" Apa katanya Dek " Tanya Andre


" Dia tidak apa apa, aku akan pergi kesana sepertinya aku tahu dimana dia berada sekarang " Ucap Nayla.


Semua yang disana ingin ikut tapi Nayla menolaknya.


" Biar aku saja Mas Andre, aku takut dia tidak mau pulang kalau banyak orang yang kesana. Mas tunggu disini saja dan kabari Ayah " Pinta Nayla.


Ia bergegas mengambil kunci mobilnya dan melakukan nya dengan kecepatan tinggi.


" Ibu, apa Ibu masih ada sekarang. Eh bukanlah waktu itu aku dan Kak Nayla pernah pergi ke rumah sakit itu, apa Ibu benar ada disana. Apa sebaiknya aku kesana saja " Gumam Kamila.


Kamila buru buru meninggalkan tempat itu mencari dimana keberadaan sang Ibu.

__ADS_1


Namun baru saja Ia berbalik matanya memandang pemandangan yang mengejutkan.


..." Kak Nayla, dari mana kakak tahu kalau aku ada disini " Batin Kamila....


" Mau kemana Mila " Tanya Nayla


Kamila berdiri mematung karena tidak tahu harus menjawab apa.


" Kakak ingin bicara dengan mu "


Nayla menggiring adiknya itu pada sebuah kursi panjang yang ada pada tempat itu.


" Kakak tahu kamu marah dengan semua yang terjadi saat ini, kakak juga tidak menyalahkan kamu atau siapa pun dalam hal ini, hanya saja Kakak minta kita { Kamu dan juga kakak } harus bisa berlapang dada menerima semuanya. Tidak mudah untuk menjalani sebuah hubungan tanpa masalah Kamila. Kamu lihat apa yang terjadi pada Kakak, meski sekeras apa pun kakak berusaha semua tidak selancar seperti yang Kakak inginkan "


Nayla memandang kedepan, ada rasa sesak di hatinya ketika menyamakan hubungan orang tuanya dan juga hubungan nya.


" Tapi Kak, Ibu Rossa bahkan ingin melenyapkan kita apa Kakak akan menerima semuanya begitu saja "


Nayla berdiri dari tempat duduk nya dan melangkah ke depan beberapa langkah.


" Ini semua tidak sepenuhnya salah Ibu Rossa Mil, coba kamu bayangkan jika kita berada di posisi Ibu Rossa, aku yakin tidak akan ada wanita yang mau di duakan. Apalagi Pria yang kita sayangi menikahi wanita lain secara diam diam dan memiliki anak. Mila, orang tua kita juga salah, sudah tahu waktu itu Ayah berstatus suami orang lalu kenapa mereka mau dinikahi dan di jadikan yang kedua bahkan di jadikan yang ketiga. "


Kamila terdiam tidak dapat berbicara apa apa.


BU Rossa mondar mandir sejak tadi, hatinya benar benar gelisah menanti kabar tentang Putrinya. Ia tidak akan bisa tenang sebelum mengetahui bahwa Putrinya itu baik baik saja.


" Duduklah sayang, sejak tadi kamu mondar mandir apa tidak capek "


Rossa menghentikan langkahnya dan menatap suaminya itu.


" Bagaimana aku bisa tenang Mas, sementara sekarang aku tidak tahu bagaimana kabar anakku di luar sana. Coba Mas telpon anak anak, apa mereka sudah menemukan nya atau belum. Apa kita keluar saja dan ikut mencari nya Mas, aku benar benar khawatir "


Bu Rossa berulang kali memandang ponselnya berharap ada kabar baik dari anak anak nya namun tidak ada kabar juga.


..." Ternyata kamu benar benar menyayangi mereka, maafkan aku yang begitu bodoh menyakitimu " Batin Burhan....

__ADS_1


Bu Rossa langsung berlari keluar ketika mendengar suara mobil memasuki halaman rumah mereka.


" Itu pasti mereka "


..." Ya Tuhan, begitu khawatirnya dirinya bahkan melebihi aku Ayah kandung mereka "...


Bu Rossa harap harap cemas, Ia ******* ***** jari tangan nya sendiri menunggu siapa yang turun dari dalam mobil itu.


" Nayla.......! Maafkan Ibu, maaf ! Bagaimana apa kamu sudah menemukan adikmu Nak " Tanya Bu Rossa.


Nayla tersenyum dan mengajak Ibunya masuk kedalam.


" Kita masuk kedalam saja Bu, tidak enak di lihat orang kalau kita bicara di luar sini "


Rossa mengikuti langkah kaki Nayla namun berulang kali Ia menoleh kebelakang berharap bisa melihat wajah Putrinya.


" Kalian belum menemukan nya ya. " Nampak wajah kecewa Bu Rossa.


" Mas, ayo kenapa diam saja. Kita harus ikut mencarinya, aku takut ada yang berbuat jahat padanya "


Berbeda dengan Bu Rossa yang nampak gelisah dan khawatir, Burhan malah bersyukur dalam hati ketika melihat siapa yang sedang melangkah mendekat ke arah mereka.


" Mas, ayo dong.........! Ini juga punya anak cowok tidak bisa di andalkan, adiknya sendiri di luar sana mereka dimana " Bu Rossa gusar karena melihat suaminya seolah bersikap santai saja.


" Ibu.........! " Panggil sebuah suara.


Bu Rossa terkejut mendengar suara yang begitu di kenalin nya dan memanggilnya Ibu, Ia pun menoleh ke asal suara.


" Kamila Putriku......! Kamu kembali Nak "


Bu Rossa berlari kecil memeluk tubuh Putrinya, wajahnya sudah berurai air mata bahagia.


" Maafkan Ibu Nak, maafkan Ibu. "


✌ Bersambung dulu ya, Author mendadak ikutan mewek nulis.

__ADS_1


Jangan lupa bagi dukungan nya ya, malam ini ada Vote gratis dari MT dan juga NT.


Like dan rate juga ya, makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2