
Di kediaman Burhan, Nayla merasa lega setelah menceritakan semua tentang siapa Dira sebenarnya dan bagaimana Ia berjuang beberapa minggu ini guna menyelidiki kebenaran tentang masalah itu.
Semua nampak lega, akhirnya hal buruk tidak menghancurkan keluarga mereka lagi.
" Kamu memang hebat sayang, tapi aku tidak suka ini. Kamu hampir saja mencelakakan dirimu sendiri, kenapa hal sebesar ini kamu tanggung sendiri dan tidak menceritakan nya padaku, paling tidak kita bisa kerja sama. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu, aku tidak akan bisa hidup lagi "
Asrul benar benar merasa bersalah karena tidak bisa memahami gelagat Istrinya.
" Sudahlah sayang, buktinya sekarang aku baik baik saja. Bahkan Putri kita juga terlahir kedunia dengan selamat. Mas tidak perlu khawatir padaku, Aku kan Nayla. Wanita tangguh, hal seperti ini tidak akan bisa membuat ku dalam masalah "
Nayla tersenyum, sungguh Ia bahagia saat ini. Ternyata keraguannya akan cinta Asrul selama ini tidak beralasan, terbukti dalam beberapa tahun ini, Asrul malah rela walau harus menukarkan nyawanya asal Istri dan anak anaknya selalu baik baik saja.
" Terimakasih Mas, makasih karena sudah menyayangi ku dengan tulus, aku.... aku bahagia Mas " Ucap Nayla
Di sudut matanya ada bening yang hampir jatuh membasahi pipinya,
" Tidak sayang, aku yang harus berterima kasih padamu. Hm.... sudahlah sayang, eh ini sudah beberapa hari Nayla junior hadir di rumah ini, tapi kita belum punya namanya. Masa mau kita panggil Nayla junior mulu sih " Asrul mengalihkan topik pembicaraan.
Ia tidak ingin melihat Istri tercinta nya itu menangis meskipun itu bukan tangis sedih tapi tangis haru.
" Oh iya Mas, kira kira nama yang bagus untuknya apa ya. Apa pakai nama pemberian Ayah saja " Usul Nayla.
Asrul sebenarnya tidak mempermasalahkan nama apa untuk anak keduanya, baginya nama pemberian sang Ayah mertua juga sudah indah tapi Ia ingin mendengar langsung apa pendapat Istrinya.
" YASMIN NABILA, Yasmin Nabila Yabintang, bagaimana Mas menurutmu "
Asrul tersenyum Ia juga menyukai nama itu, nama yang sangat indah.
__ADS_1
" Aamiin.....! Bagus sayang, nama yang indah " Ucap Asrul lagi.
Beberapa minggu sejak kejadian itu Alya mencoba untuk melupakan konflik yang terjadi, mencoba berdamai dengan hatinya dan menerima kalau memang tak semua cinta harus memiliki.
Mungkin dengan mengikhlaskan serta memaafkan semuanya akan menjadi tenang.
" Mas " Panggil Nayla
" Hm, ada apa sayang " Tanya Asrul seraya menutup laptop di tangannya dan memandang sang Istri.
Asrul memandang wajah Istrinya yang nampak bingung
" Ada apa sayang " Tanya Asrul lagi.
" Alya adalah orang yang baik, dan aku juga tahu bagaimana sebenarnya perasaan Mas Andre padanya, apa tidak sebaiknya kita..... "
" Ayah tidak setuju kalau kamu ingin menjodohkan Kakakmu itu dengan wanita yang tidak jelas seperti itu "
" Tapi Ayah, dia itu Alya bukan Siska, mereka orang yang berbeda. Apa kita tidak keterlaluan kalau harus menghalangi cinta keduanya " Nayla memberanikan diri memberikan opininya.
Burhan mendengus kesal, Ia sangat tidak menyukai tindakan Nayla untuk memasukkan wanita lain yang tidak jelas asal usulnya.
" Ayah tidak peduli, siapa pun mereka. Apa itu Siska ataupun Alya Ayah tidak peduli, Ayah tidak menyukai keduanya dan Ayah peringatkan jangan ada yang membahas masalah wanita itu lagi " Burhan berlalu pergi dengan kesal.
Nayla menarik nafas panjang, Ia tahu tidak mudah untuk meluluhkan hati orang tuanya itu.
..." Cobaan nya masih berat Al, kamu harus lebih sabar dan berjuang lagi untuk mendapatkan cinta mu. Aku tahu kamu orang baik, kamu bukan dia tapi mungkin hanya mirip saja. Maaf karena kemiripan mu itu kamu jadi masuk dalam konflik yang rumit ini. Semoga saja kamu bisa berjuang dan bisa menjadi bagian dari keluarga ini " Batin Alya berharap....
__ADS_1
" Hai Al " Panggil Nayla yang tidak sengaja bertemu dengan Alya.
Alya berbalik mencari asal suara dan tersenyum melihat kehadiran Nayla.
" Kak Nay, Kakak disini. " Seru Alya senang dan Nayla pun mengangguk dengan senyum yang tak kalah manis.
" Kamu kerja disini Al " Tanya Nayla lagi.
" Iya Kak, Alhamdulillah " Sahut Alya dari wajahnya nampak tidak ada beban seperti yang Nayla duga.
" *Sepertinya Alya baik baik saja, tidak ada yang harus di khawatirkan " Batin Nayla*.
" Alhamdulillah kamu baik baik saja Al "
Alya bingung dengan ucapan Nayla
" Aku baik baik saja Kak, memangnya Kak Nay pikir aku kenapa " Tanya Alya dengan mengerutkan keningnya.
Nayla tertawa kecil menyadari kekeliruannya
" Aku pikir kamu akan gantung diri di pohon tauge karena kejadian kemarin "
Alya ikut tertawa " Aku baik baik saja, tidak mungkin masalah seperti itu meruntuhkan ku "
Keduanya mengobrol dan tertawa bersama, tidak ada jarak. Mereka seperti saudara yang saling menyayangi satu sama lain.
" Semangat Al, kamu pasti bisa. Semua akan indah pada waktunya " Ucap Nayla sebelum mereka akhirnya berpisah karena Nayla tidak ingin meninggalkan Putrinya terlalu lama.
__ADS_1
Obrolan biasa tapi mampu membuat keduanya dekat dan nyaman.