Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Di balik Perubahan Burhan


__ADS_3

🍭🍭🍭


Nayla terkejut karena Alwi mendapat kado dari Asrul Papa nya sendiri di hari bahagia nya itu.


" Dari Mas Asrul, bagaimana mungkin, tapi siapa yang membawa nya kemari. Bukankah kado itu sudah ada di meja sebelum dia kemari " Gumam Nayla bingung.


Hari demi hari Asrul memikirkan bagaimana cara memenangkan hati Putra nya itu, sudah berbagai macam cara di lakukan nya namun tetap saja tidak berhasil.


Bahkan dengan sogokan materi pun Putra nya itu tidak goyah sama sekali. Sebelas duabelas pinang di belah dua, serupa tapi tak sama. Sifat anak nya menurut dari Papa nya.


Asrul melangkah memasuki halaman sebuah rumah mewah, hanya ini jalan satu satu nya yang ada di benaknya, menurutnya cara ini sangatlah manjur dan dia berharap semoga saja kali ini di mudahkan.


" Lapor Pak Boos "


Seorang Pria berlari terengah engah memberikan laporan tentang sesuatu yang baru saja Ia lihat.


" Ada apa, apa kau baru saja melihat hantu sehingga kau berlari seperti itu "


" Maaf Pak Boos, tapi di luar ada Pak Asrul lagi " Jawab Pria itu.


..." Asrul.....! Untuk apalagi dia kemari, apa dia tidak kapok di usir oleh satpam. Tapi besar juga nyalinya dia, baiklah aku ingin melihat sampai dimana keberanian nya "...


" Bagaimana Pak Boos apa kita usir saja lagi " Tanya nya.

__ADS_1


" Sudah biarkan saja, suruh dia masuk biar aku yang akan menemuinya sendiri "


Pak Burhan melangkah keluar untuk menemui Asrul. Jujur saja ada rasa gugup dan ragu di hati Asrul ketika melihat Pria yang notabene nya adalah mertua nya sendiri.


" Silahkan duduk " Suara Pak Burhan mengejutkan Asrul dari lamunan nya.


Asrul pun duduk di sofa yang terletak di ruang tengah, Ia patut bersyukur kali ini dirinya tidak mendapat penolakan.


" Ada kepentingan apa Pak Asrul datang ke rumah saya " Tanya Pak Burhan.


Asrul tersenyum menghilangkan kegugupan nya, Ia mencoba memberanikan diri menyampaikan maksudnya datang ke tempat itu.


Sebenar nya Pria itu sangat kagum pada keberanian Pria muda itu, setelah mendengar niat Asrul serta tujuan nya datang. Semua adalah niat baik


Asrul tidak menyangka ternyata akan mendapatkan jawaban yang seperti yang di dengar nya saat ini. Ayah mertuanya bahkan tidak mempersulit dirinya, berbeda dengan hari hari sebelum nya Ia sampai di usir oleh beberapa pengawal. Kali ini Ia di Terima dengan baik dan untuk hal itu Ia sangat sangat bersyukur.


Asrul kemudian berpamitan setelah merasa mendapat angin segar berupa dukungan, meskipun secara tidak langsung dari Pria yang selama ini sangat di segani nya.


Namun baru saja Ia melangkah beberapa langkah dirinya di kejutkan dengan suara Pak Burhan lagi.


" Apa yang bisa kau berikan pada Putri dan Cucuku, kalau masalah harta aku rasa mereka tidak akan pernah kekurangan akan hal itu. Harta yang aku wariskan pada mereka mungkin lebih banyak dari yang kau miliki saat ini, sebaik nya kau pikirkan lagi " Ucap Pak Burhan tanpa menoleh sedikit pun.


🍭🍭🍭

__ADS_1


Di dalam mobil Asrul masih terus memikirkan apa yang di katakan Pak Burhan, memang tidak bisa di ragukan lagi. Nayla adalah anak dari seorang pengusaha terkenal dari beberapa kota bahkan ada juga di luar negeri. Tentulah tidak sebanding dengan nya, bisa bekerja sama dengan Pak Burhan pun dia harus menunggu sangat lama agar Pria itu mau bekerja sama dengan nya.


Asrul juga bersyukur dengan masalah yang terjadi beberapa tahun lalu itu tidak mempengaruhi kerja sama mereka.


Bu Rossa duduk di samping Pak Burhan dan menggenggam tangan suaminya.


" Terima kasih sayang karena mau menuruti ucapanku untuk tidak mencampuri urusan anak anak. Anak anak kita sudah dewasa dan mereka berhak menentukan hidupnya sendiri. Kita sebagai orang tua hanya mengawasinya saja dan memberikan saran kalau mereka dalam kesulitan "


Pak Burhan tersenyum, dirinya begitu bahagia mendapatkan Istri seperti Rossa. Wanita yang sering di lukai hatinya dulu, ternyata dia adalah wanita yang sangat mencintai nya dalam suka dan duka.


Bu Rossa juga mengingatkan dengan apa yang sudah di lakukan suaminya dulu, suaminya juga melakukan hal yang sama yaitu menyakiti banyak wanita dan bahkan anak nya sendiri. Berkat saran dari wanita yang di cintai nya itu Asrul aman dari amukan macan lapar.


***


Di kantor Asrul masih saja memikirkan apa yang di katakan Burhan, apa yang harus dia berikan pada Nayla dan Putra mereka agar keduanya mau membuka hati untuk nya.


Bahkan harta yang Asrul tawarkan untuk Putra nya beberapa hari ini saja tidaklah manjur, Putra semata wayang nya itu bukanlah tipe orang yang gila harta. Seperti nya untuk sifat yang ini menurun dari Mama nya ya para readers terkece.



Reader terkece, di sini Author mau mempromosikan karya Author yang lain ya. Sekiranya berminat mampir, di jamin tidak kalah seru. Bagi like, komen dan fav juga ya.


Makasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2