
🌸🌸🌸
Bu Dian masih khawatir akan ke adaan Siska, namun karena Siska bersikeras kalau dia baik- baik saja, akhir nya Bu Dian pun memilih keluar agar Siska bisa secepat nya menganti pakaian nya.
" Ya sudah kalau begitu, Ibu akan keluar. Kalau ada apa- apa kamu panggil Ibu saja, Ibu ada di bawah. "
Bu Dian keluar beserta para pekerja di rumah nya yang juga sebelum nya ikut masuk.
" Aduh..... sakit, untung saja Ibu tidak memaksa apalagi sampai membawa aku ke rumah sakit, tamatlah riwayat ku kalau sampai Mas Asrul tahu penyakit ku ini. " Batin Siska.
Sementara Bu Dian di dalam kamar masih memikirkan tentang ke adaan Siska.
" Apa dia baik- baik saja. Tadi seperti nya dia benar- benar kesakitan, tidak mungkin kalau hanya tamu bulanan biasa. "
" Apa aku bujuk saja dia agar mau ke rumah sakit, siapa tahu dia punya penyakit serius. Kalau memang benar kan bisa segera di obati agar tidak bertambah parah. Ah sudah lah kalau nanti dia marah lagi bagaimana. " Gumam Bu Dian
*
*
*
*
Pagi hari Siska menghubungi Ibu nya, mengenai sesuatu yang sangat penting dan Ibu nya pun sangat setuju.
" Baiklah Nak Ibu akan coba. "
Bel berbunyi di rumah kediaman yabintang, Bi Nurma segera berlarian membuka kan pintu bagi tamu nya.
" Assalamu'alaikum ! Eh Ibu, mari silahkan masuk. "
" Waalaikum salam, Bu Dian nya ada. " Tanya Bu Dewi.
" Ada Bu di dalam, mari silahkan masuk. "
Bu Dewi mengukuti saran Bi Nurma, untuk masuk kedalam rumah dan menunggu kedatangan besan nya itu.
" Biar saya panggilkan Ibu Dian dulu, Ibu tunggu sebentar di sini. " Ucap Bi Nurma ramah.
***
Di ruangan tertutup beberapa Pria nampak sangat serius dengan pembahasan mereka.
__ADS_1
" Bagaimana kalau kita ajukan banding saja, dengan semua bukti yang kita punya sekarang, saya yakin kalau kita bisa memenangkan kasus kali ini. "
" Kalau aku setuju saja, malah itu yang aku harapkan selama ini, agar Alwi bisa segera kembali bersama lagi dengan Nayla Ibu kandung nya. "
perundingan itu begitu serius, nampak dari wajah- wajah mereka yang hadir di sana.
" Lalu bagaimana menurut mu Reihan, bagaimana dengan misi yang aku tugaskan untuk mu, apa penyelidikan mu sudah mendapatkan titik terang. " Tanya Pak Burhan.
" Maaf Pak, tapi saya belum sepenuh nya yakin. Namun sejauh ini yang saya lihat seperti nya semua nya seperti yang Bapak katakan. " Jawab Reihan.
"Sudah kuduga selalu kau di balik semua ini, tunggu lah waktu nya nanti. Akan kubuat kau menyesal setelah tahu kau berhadapan dengan siapa. " Batin Pak Burhan geram.
" Ya sudah kalau begitu, ajukan banding dalam minggu- minggu ini. Buat kamu Reihan, tetap jalan kan misi mu. Kita harus bertindak adil, tidak ada orang yang tidak bersalah harus mendapatkan hukuman atas kesalahan orang lain. "
Rapat pun selesai dan semua nya pun bubar melanjutkan misi nya masing- masing. Tinggal lah Pak Burhan seorang diri merenungi kilas balik hidup nya.
" Semua ini berawal dari aku, karena aku anak- anak ku menderita. Semua karena ke egoisan ku, tidak bisa merasa bersyukur dengan keadaan. Tapi semua ini sudah terjadi, aku tidak akan melakukan hal yang salah untuk kedua kali nya. Semoga dugaan ku benar dan semua baik- baik saja. " Batin Pak Burhan.
" Nayla, Kamila maafkan Bubar. Karena Buba kalian jadi menderita seperti ini, tapi Buba janji akan menjadi memperbaiki semua nya. "
Ponsel milik Pak Burhan berdering dan mengganggu lamunan nya, Ia meraih ponsel itu dan menerima panggilan tersebut.
" Iya, pastikan kalian melakukan yang terbaik. Soal biaya jangan di permasalah kan, asal hasil nya memuaskan berapa pun biaya nya aku akan melunasi nya. " Jawab Pak Burhan pada orang yang melakukan panggilan pada nya.
***
" Assalamu'alaikum, maaf menunggu lama. " Sapa Bu Dian ramah sembari tersenyum.
" Waalaikum salam, tidak apa- apa Bu. Aku juga baru sampai. " Jawab Bu Dewi juga tak kalah ramah dan di sertai senyum manis di bibir nya.
Bi Nurma datang membawakan minuman serta cemilan dan meletakkan nya di atas meja, serta mempersilahkan tamu majikan nya untuk minum.
" Silahkan Bu, diminum teh nya. Mumpung masih hangat, saya kebelakang dulu, permisi. "
" Makasih ya Bi......!. "
" Hm.... sebenar nya kedatangan ku kemari ingin meminta ijin Pada Bu Dian. " Ucap Bu Dewi mengutarakan maksud kedatangan nya.
" Minta ijin....! minta ijin untuk apa ?. " Tanya Bu Dian bingung.
" Begini Bu, dalam minggu ini kami ada acara keluarga. Keluarga jauh sich, tapi mereka mengundang kami semua. Ayah nya kan sedang bekerja di luar kota, jadi aku ingin meminta ijin untuk mengajak Siska menghadiri acara itu kalau Ibu Dian dan keluarga mengijin kan. "
Bu Dian berpikir sesaat, tidak ada yang salah. Acara kerabat memang harus di hadiri kerabat yang lain juga.
__ADS_1
" Baiklah Bu Dewi, tidak masalah. Tapi acara nya kapan dan dimana, kapan kalian akan berangkat. " Tanya Bu Dian lagi.
" Acara nya dua hari lagi, di luar kota. Jadi harus berangkat hari ini juga, soal nya tadi mereka menghubungi kami katanya jemputan akan datang sore ini. "
Bu Dian awal nya berpikir untuk menunggu kepilangan Asrul sore nanti, tapi karena mendadak ya sudah tidak apa apa lah menurut nya.
" Ya sudah Bu Dewi tidak apa- apa, kalian boleh berangkat sore ini. Soal Asrul nanti biar aku yang memberitahukan nya, atau nanti Siska bisa minta ijin langsung. "
" I ya Bu, makasih atas kesediaan nya. Kalau begitu saya boleh bertemu dengan Siska sekarang ?. "
" Silahkan Bu, dia ada di atas. "
Bi Dewi melangkah menaiki tangga hingga ke kamar milik Putri nya.
" Siska, ini Ibu Nak.....!. "
Mendengar suara Ibu nya di balik pintu, Siska pun berjalan perlahan membukakan pintu kamar itu.
" Masuk Bu..... !. "
" Bagaimana Bu, apa Ibu Dian mengijin kan. " Tanya Siska harap- harap cemas.
" Iya Nak mertua mu itu mengijinkan nya, ayo bereskan semua yang barang- barang penting yang nanti kamu butuhkan di sana. Jangan sampai ada yang tertinggal dan kita akan kesusahan nanti. "
" Sudah Bu, aku sudah menyiapkan semua nya malam tadi. Terus kapan kita berangkat Bu. " Tanya Siska
" Sekarang juga kalau semua nya sudah siapa, Ibu sudah bilang nanti sore ada jemputan dari sana. "
Bu Dewi dan Siska menuruni anak tangga membawa koper berisi perlengkapan Siska. Di ruang tengah Bu Dian menunggu dengan sabar.
" Bu..... Siska pamit dulu ya. Oh ya, soal Mas Asrul nanti biar Ibu saja yang mengatakan pada nya kalau aku dan Ibu ingin menghadiri acara keluarga di luar kota. Soal nya paket nelpon aku sudah habis, lupa ngisi Bu.....!. "
Siska mencium punggung tangan Ibu mertua nya sebelum akhirnya nya berangkat bersama Bu Dewi.
" Ya sudah tidak apa- apa, biar nanti Ibu yang mengatakan nya pada nya kalau dia sudah kembali. Hati-hati di jalan, dan juga jaga kesehatan di sana, jangan lupa untuk mengabari Ibu kalau sudah tiba di sana nanti ya. " Pesan Bu Dian.
🌸🌸🌸
Bersambung.........
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya, buat semangat Author buat Bab berikut nya. Tuliskan komentar terbaik kalian untuk Bab berikut nya ya.....
Makasih, sukses bersama dan bahagia selalu😍
__ADS_1