Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Nyonya Laurent


__ADS_3

Erik berlari menuju parkiran, Ia benar-benar khawatir. Masalah yang Ia takutkan menjadi kenyataan, Ia merutuki dirinya sendiri yang lalai menjaga sang adik, setir mobil yang tidak bersalah menjadi sasaran kemarahannya.


Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi bahkan hampir saja terjadi tabrakan, Ia hanya menarik nafas panjang dan beristiqhfar, beruntung petugas tidak ada di sana saat itu.


..." Tenang disana Al, Mas akan datang menyelamatkan mu. Jangan takut ya " Gumam Erik seorang diri. ...


Setelah melewati rintangan jalan yang tidak mudah akhirnya Ia tiba di sebuah rumah yang sangat megah, sebenarnya Ia malas menginjakan kaki di rumah itu tapi nyawa adiknya lebih penting dari pada egonya.


" Aneh kok mobil Papa ada disini, apa Papa sudah lebih dulu kemari " Gumam Erik ketika melihat mobil sang Ayah di halaman rumah itu.


Ia langsung masuk tanpa memberi salam mencari dimana keberadaan penghuni rumah itu.


Samar Samar Ia melihat sang Ayah tak jauh tempatnya berdiri, baru saja Ia akan bertanya ternyata yang punya rumah sudah lebih dulu menyapanya.


" Erik, kamu juga datang kemari. Kalian berdua datang menjenguk Oma " Tanya Oma Laurent dengan mata berkaca kaca, melihat kedatangan Putra dan juga cucu kesayangannya.


Erik mendekat memandangi wajah Ayah dan juga Oma Laurent secara bergantian.


" Papa, untuk apa Papa kemari. Jangan jangan Papa dan Nyonya ini dalang dari semua masalah ini, iya kan ? " Tanya Erik langsung.


Wajah Oma berkerut, Ia tidak mengerti apa yang di maksud cucunya itu.


..."Apa maksudmu Erik, dalang apa. " ...

__ADS_1


Oma menatap Putra dan Cucunya bergantian, dia pikir anak dan juga cucunya datang ke rumahnya karena rindu ingin mengunjunginya dan itu membuat hati wanita lanjut usia itu bahagia tapi ternyata dugaannya salah.


..." Ada apa Hendrik, apa ada masalah. Ah iya aku lupa, seharusnya aku sadar kalau kalian tidak mungkin datang ke rumah ini apalagi bersamaan kalau tidak ada masalah yang serius, apa aku benar Hen, Erik apa Oma benar " ...


Oma Laurent menatap keduanya menunggu jawaban dari tebakannya.


" Iya Ma, ini masalah Re... Renata " Hendrik menjawab ragu.


" Re.... Rena ? tunggu tunggu, maksudmu Renata.....! Suaranya pelan ketika menyebut nama itu.


..." Sudahlah Nyonya Laurent, anda tidak perlu pura pura, bukankah anda sudah tahu semuanya dan mencoba mencelakai nya lagi seperti yang anda lakukan dulu " ...


Degg ! Jantung wanita lansia itu berdenyut kencang, Ia tidak menyangka hal dulu akan menjadi masalah lagi.


" Jadi kalian benar menemukan nya, tapi bukankah dia sudah....


Oma Laurent menatap Putranya tajam, Ia tidak menyukai cara anaknya tersebut menuduhnya tiba tiba.


..." Kenapa Hen, kamu menuduh Mama melakukannya, bahkan Mama tidak tahu kalau anak itu masih hidup dan sudah di temukan " ...


Hendrik dan Erik saling pandang, Hendrik masih menaruh sedikit kepercayaan pada sang Ibu berbeda dengan Erik, Ia mendengar cerita masa lalunya dari mulut Marni dan Ia mempercayai wanita itu.


" Wajar saja Nyonya Laurent kalau kami mencurigai anda dalam masalah ini, mengingat apa yang sudah anda lakukan dulu tidak menutup kemungkinan kalau anda adalah pelakunya. Apa anda lupa bagaimana anda dulu sudah menghilangkan nyawa Ibuku karena dengan teganya kalian memisahkan nya dari anak yang baru Ia lahirkan hanya karena bayi yang Ia lahirkan adalah seorang anak perempuan. " Hilang sudah rasa segan di hati Erik pada wanita yang sudah melahirkan Ayahnya.

__ADS_1


Padahal dulu Ia begitu dekat dengan wanita itu sampai beberapa rahasia Ia temukan secara tidak sengaja dan Ia kemudian memaksa Marni untuk menceritakan padanya apa yang Ia ketahui. Sejak saat itu Erik sangat membenci Oma Laurent


Sementara Hendrik menatap Putranya dengan sedih, Ia menyayangkan sikap Putranya yang sudah tidak menghargai Oma nya. Meskipun Hendrik juga sangat kecewa pada Ibunya apalagi kalau dugaan mereka ternyata benar, wanita itu yang sudah menghilangkan nyawa putrinya untuk kedua kalinya.


..." Terserah kalian berdua mau percaya atau tidak tapi Oma berkata apa adanya. Oma tidak tahu menahu, Oma tidak tahu kalau Renata masih hidup dan sudah di temukan, bagaimana mungkin Oma mencelakai nya. " ...


Erik tertunduk lesuh, Ia menyayangi wanita itu dan Ia tahu bagaimana reaksi wanita itu saat berkata benar dan saat berkata sebaliknya.


" Kalau bukan dia lalu siapa Pa, siapa yang sudah tega menculik Renata Pa " Erik benar benar gusar.


Oma Laurent menatap keduanya dengan nanar, jauh di lubuk hatinya menyesali apa yang terjadi di waktu silam. Apa yang sudah Ia lakukan sungguh sangat keterlaluan, bagaimana mungkin Ia tega memisahkan semua cucunya dari keluarga nya hanya karena cucu yang mereka lahirkan adalah perempuan. Bahkan dirinya adalah perempuan, dan juga manusia yang berhasil melahirkan penerusnya adalah perempuan. Namun hal itu sudah lama Ia sesali, meskipun begitu semua yang buruk dan sudah terlanjur terjadi tidak akan berjalan mulus, suatu saat pasti akan muncul kembali.


..." Kenapa tidak kamu cek saja lokasi keberadaan nya sekarang, bukankah kalian baru saja saling memberi kabar "...


Erik gegas merogoh ponselnya namun kemudian menarik nafas panjang karena kecewa.


" Kenapa Erik " Tanya Oma Laurent bingung.


" Bagaimana aku bisa melacak nya sementara ponselnya saja ada bersamaku. Tadi ponselnya ketinggalan di taksi yang Ia tumpangi, sebelum beberapa orang menculiknya dia sempat menghubungi ku dan ponselnya terlempar karena beberapa orang penculik menariknya paksa " Tutur Erik panjang lebar menceritakan kronologi nya.


" Apa kita laporkan saja ke pihak berwajib tentang kasus kehilangan " Saran Erik kemudian.


Oma Laurent menggeleng tidak setuju.

__ADS_1


..." Polisi tidak akan menerima laporan kita karena belum memenuhi syarat, dia baru hilang beberapa jam lalu, sementara kalian kan tahu orang hilang itu harus berapa waktunya baru bisa di nyatakan hilang " ...


Lagi lagi Erik meremas rambutnya gusar, Ia benar-benar frustasi.


__ADS_2