Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Kecurigaan Nayla


__ADS_3


🍂🍂🍂


Asrul penasaran apa yang membuat Istri nya berada di RS, padahal waktu di tanya alasan nya adalah bertemu teman nya untuk membahas soal jalan keluar tentang pendapatan Resto yang menurun dratis. Masa I ya membahas pekerjaan di RS, tidak masuk akal.


" Apa mungkin selama ini diam diam dia berobat untuk kesembuhan nya..... ! Gumam Asrul.


" Mas.......! Dari tadi di panggil panggil malah bengong. Kenapa melamun, mandi gih sana. Bau asem tuh, kurang enak dekat dekat. "


Asrul menuruti apa yang di katakan Siska karena memang Ia juga perlu mandi, mendingin kan otak nya yang panas karena di paksa berpikir.


*


*


*


*


Di rumah sakit Kamila yang sedang terpaksa memejamkan mata, samar samar telinga nya menangkap suara yang sangat di kenali nya.


" Itu kan suara kak Nayla, lah ada di luar. Apa kakak sudah sadar dan boleh pulang. " Gumam Kamila.


Kamila mencoba menajam kan pendengaran nya memastikan apa benar atau tidak apa yang Ia dengar dan ternyata suara itu memang benar ada nya.


" Dasar Dokter aneh, masa aku di biarkan terbaring di sini hampir berjam jam. Bodoh amat, mumpung Si Aneh itu tidak ada di sini lebih baik aku keluar. " Gumam Kamila.


Kamila mengendap endap menuju pintu ruangan itu dan membuka nya perlahan, alangkah bahagia nya ketika mengetahui kakak nya baik baik saja.


" Kak Nayla...........!. " Seru Kamila bahagia.


Nayla mengendarkan pandangan mencari asal suara yang memanggil diri nya, suara yang begitu sangat di kenali nya.


" Kamila....... kenapa kamu di sini ? lah itu kenapa wajahmu pucat, apa kamu sakit.....?. " Tanya Nayla khawatir.

__ADS_1


Kedua wanita itu sama sama bingung, Nayla bingung karena adik nya ada di RS, sementara Kamila bingung kakak nya malah mengira dia yang sakit. Padahal Kamila sudah khawatir setengah mati, tentang keadaan Nayla.


" Kamila baik baik saja kak, justru Kamila yang khawatir dengan keadaan kakak. Gimana kak, mana yang sakit, apa kakak baik baik saja tidak ada yang parah kan ?. " Tanya Kamila sembari memeriksa tubuh sang kakak namun tidak ada satu pun tanda tanda terluka parah.


Sementara Kamila dan juga Nayla bingung, Andre dan juga Dokter Pandu yang baru saja keluar dari ruangan lain malah saling pandang, mereka takut kalau kebohongan mereka akan terbongkar. Sementara mereka belum juga mendapat alasan yang tepat untuk menjelaskan duduk permasalahan nya.


" Kakak baik baik saja Mila. Yuk kita periksa ke Dokter kenapa wajahmu pucat begitu. Kakak takut ada yang parah, mumpung masih di sini biar kita tahu kamu sakit apa.....!. " Ajak Nayla seraya menarik tangan Kamila.


" Kakak, Kamila baik baik saja. Wajah Kamila pucat karena memang baru habis menjalani donor darah." Jawab Kamila.


" Donor darah.....! tapi buat apa Kamila ?. " Tanya Nayla bingung.


" Buat kak Nay. " Jawab Kamila


Nayla terkejut setengah mati mendengar jawaban adik nya itu.


" Buat kakak ? tapi kakak tidak apa apa, coba lihat kakak sekarang baik baik saja. Tidak ada yang parah, apalagi harus memerlukan donor darah. "


Nayla makin tambah bingung dengan jawaban Kamila.


" Itu Nay, donor darah nya sebenar nya buat Pak Burhan. Maaf tadi kami lagi kalut dan bingung mencari pendonor, aku ingat kemarin darah kamu dan Kamila sama. Kebetulan Pak Burhan juga memiliki golongan darah yang sama, sementara kamu kan tadi lagi tidur, jadi aku mengubungi Kamila dan memintanya mendonorkan darah nya buat Pak Burhan atas nama kamu. Maaf ya...... !. "


Andre memotong ucapan Kamila dan mencoba mencari alasan yang masuk akal agar kedua wanita itu tidak lagi bingung.


" Pak Burhan... .! kenapa lagi ini, kenapa Pak Burhan juga harus memiliki golongan darah yang sama. Apa ada yang di sembunyikan Mas Andre dariku, kenapa Aku jadi curiga memang ada yang sengaja di tutupi Mas Andre dari kami. Atau.....ah sudahlah mungkin kebetulan saja. " Batin Nayla.


" Ya sudah, tidak apa apa Kak. Yang paling penting sekarang kakak baik baik saja, masalah donor darah itu anggap saja kita sedang menolong yang lagi terkena musibah. Semoga dengan melalui darah Kamila, Bapak Itu bisa segera pulih dan berkumpul dengan keluarga nya. " Ucap Kamila.


Nayla membenarkan apa yang di katakan Kamila, hanya saja hati kecil nya memikirkan banyak hal yang belakangan ini seperti berkaitan satu dengan yang lain.


" I ya Mil, kamu benar. " Jawab Nayla.


Dari arah belakang sebuah brangkar di dorong oleh suster membut konsentrasi Nayla dan yang lainnya terpecah dan sontak menoleh ke asal suara.


" Itu Pak Burhan, mungkin kondisi nya sudah stabil jadi di pindahkan ke ruang rawat Mas. " Ucap Nayla.

__ADS_1


Andre segera berlari melihat kondisi sang Ayah, sedangkan Kamila dan juga Nayla hanya berdiri mematung melihat ke khawatiran Andre.


" Ayuk Mil kita juga bisa melihat nya sebentar kesana sebelum kita kembali kerumah. " Ajak Nayla pada Kamila.


Nayla dan Kamila berjalan mengikuti kemana arah suster mendorong brangkar tersebut, namun tiba tiba perut nya mendadak sakit dan harus segera mendapat pelepasan.


" Mil kamu duluan ya, kakak mendadak sakit perut. Kakak mau ke toilet sebentar, nanti kakak nyusul kalau sudah selesai. " Ucap Nayla.


" Baik kak, apa perlu Mila temani. Biar nanti kita masuk sama sama. " Jawab Kamila yang memang merasa tidak nyaman masuk sendiri.


" Tidak apa apa Mil, kan di dalam ada Mas Andre, kamu tidak perlu khawatir. Kakak juga tidak lama. "


Kamila akhir nya mengangguk menyetujui ucapan Nayla.


Nayla buru buru mencari letak toilet umum di RS tersebut.


" Di mana toilet nya, aduh sudah kebelet lagi. " Gumam Nayla.


Samar samar Ia mendengar suara beberapa orang yang sedang mengobrol, nampak dari pembicaraan mereka memancing Nayla untuk semakin mendekat mendengar lebih jelas lagi.


" Bagaimana cara nya kita mengatakan pada mereka tentang siapa Ayah sebenar nya. Aku sangsi apa mereka mau memaafkan Ibu tentang semua yang sudah terjadi. "


" I ya Abang, tadi saja aku sampai bingung mencari alasan tentang donor darah buat Ayah, apalagi nampak nya tadi aku lihat, Nayla seperti tidak percaya sepenuh nya mengenai alasan yang aku berikan. "


" Kita pikirkan nanti, dan kamu yang paling dekat dengan mereka. Hanya kamu yang bisa mengatakan nya tapi semua nya butuh waktu. "


" Ya sudah, sekarang kita harus kembali ke ruangan Ayah, kasihan Ibu sendiri. Nanti kita pikirkan lagi cara nya. "


Itulah suara yang terdengar sangat jelas di telinga Nayla yang berada di balik dinding.


Nayla bersembunyi ketika terdengar bunyi tapak kaki mendekat ke arah nya.


" Siapa yang mereka bicarakan. Ayah, donor darah, Pak Burhan, Mas Andre, mereka ...... mereka siapa yang di maksud Mas Andre. Apa benar ada yang mereka sembunyikan dari kami dan ini menyangkut soal donor darah dan juga terluka nya Pak Burhan. " Batin Nayla.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Lelah letih lesuh. Jangan lupa bagi dukungan nya buat penyemangat Author ya.


__ADS_2