Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Seperti Tidak Makan Berhari Hari


__ADS_3

🐇🐇🐇


Asrul baru akan berangkat bekerja, Ia memandang sekeliling tidak ada siapa pun, bahkan meja makan kali ini pun tidak ada siapa pun di sana. Tidak seperti hari hari sebelumnya yang selalu nampak Putra nya di sana, pagi ini nampak sepi.


Ia memutuskan untuk berangkat bekerja, namun baru beberapa langkah Ia di kejutkan dengan suara seseorang yang memanggil dirinya dari arah belakang.


" Bapak sudah bangun, sini Pak duduk dulu biar saya siapkan sarapan nya dulu "


Asrul tersenyum ramah


" Oh tidak perlu Bi, aku nanti sarapan di kantor saja. Ini sudah hampir terlambat, lagi pula aku harus mampir ke tempat lain sebelum ke kantor. Kalian sarapan saja jangan ada yang tidak makan ya, sudahlah kalau begitu aku berangkat dulu. Assalamu'alaikum.....! " Pamit Asrul.


Bibi hanya memandangi kepergian majikan baru nya itu dan kemudian kembali melanjutkan tugas nya.


" Rumah ini jadi sepi ya.....! Setelah kedatangan Pak Asrul, tidak ada lagi canda tawa seperti dulu lagi. Bu Nayla juga selalu berangkat pagi pagi sekali seperti sedang menghindari Pak Asrul "


" Sudahlah tidak usah kepo urusan orang kaya, kita di sini hanya bekerja untuk mereka. Lakukan apa yang menjadi tugas kita, yang lain biarlah urusan mereka. Yang bisa kita lakukan hanya mendoakan yang terbaik untuk mereka saja, apa pun yang mereka pilih semoga itu ya jalan yang terbaik " Sela pekerja yang lain nya.


Yang lain ikutan manggut manggut setuju.

__ADS_1


***


Di kantor miliknya Asrul langsung menghubungi Romi, Ia sudah tidak tahan lagi menahan sesuatu di dalam tubuhnya yang terus keroncongan minta jatah.


" Keruangan ku sekarang juga "


Tidak butuh waktu lama Romi sudah tiba di ruangan sahabat nya itu.


" Pesankan aku makan siang sekarang juga jangan pakai lama " Pinta Asrul.


Romi bingung, ini baru juga pukul 9 tapi sudah minta makan siang.


Asrul memandang tajam pada sahabat nya itu


" Pesankan saja makanan nya tidak perlu banyak tanya, aku tadi memang belum sempat sarapan karena buru buru berangkat ke kantor " Jawab nya


Ia tidak mau sahabatnya itu mengetahui semuanya dan mengadukan nya pada Ibu nya, Ibu nya pasti bersedih kalau mengetahui hubungan nya masih belum ada kemajuan. Biarlah hanya dia saja yang tahu dan sambil Ia berusaha melakukan yang terbaik menaklukan hati Istri dan juga anak nya itu. Ia hanya berharap ada kata maaf untuknya dan hubungan nya menjadi lebih baik lagi kedepannya.


Romi langsung menjalankan tugasnya walau Ia tidak percaya dengan ucapan sahabat nya itu.

__ADS_1


***


Asrul makan dengan begitu lahapnya karena memang Ia benar benar sudah merasa lapar, Romi yang sejak tadi memperhatikan nya hanya bisa geleng geleng kepala matanya tidak bisa lepas memperhatikan tingkah sahabat nya itu. Tidak biasanya sahabatnya itu menyantap makanan sampai seperti itu, seperti sudah menahan lapar selama berhari hari.


" Kenapa memperhatikan ku begitu, apa kamu tidak malu memperhatikan orang lain sedang makan, atau jangan jangan kamu tidak ikhlas membelikan makan siang buatku. " Protes Asrul.


Romi tersenyum seraya di geleng kan nya kepalanya kiri dan kanan.


" Kalau kamu mau silahkan saja ikut makan bersamaku. Lagi pula aku juga tidak akan mampu menghabiskan makanan sebanyak ini "


Romi hanya mampu melongo, bagaimana tidak sahabatnya itu sampai tidak sadar kalau makanan yang ada di depan nya sekarang sudah hampir ludes berpindah tempat.


" Apa kamu yakin Rul kalau kamu tidak sanggup menghabiskan nya, tapi buktinya coba lihat saja sendiri "


Asrul menatap ke depan dan Ia pun terkejut dan juga malu, benar saja semua makanan yang ada di depan nya hampir ludes.


" Hm...... oh ya kalau begitu kamu beli saja lagi iyakan, apa susah nya "


Asrul susah payah menahan rasa malu karena ketahuan menghabiskan makanan dalam jumlah banyak, tapi karena memang masih lapar Ia sukses menghabiskan semua nasi beserta lauk nya tanpa ada yang tersisa bahkan tanpa rasa malu lagi.

__ADS_1


__ADS_2