
Polisi Masih melakukan pengejaran pada Hendra yang melarikan diri, mereka bahkan memberikan tembakan peringatan namun Hendra tidak peduli. Ia terus berlari keluar sambil menghubungi seseorang.
" Ayo Anggun angkat " Ia menekannya berulang kali hingga akhirnya panggilan tersambung.
Mereka mulai pembicaraan disana
" Aku mohon bantu aku melarikan diri, polisi sedang mengejarku "
Sayang sekali nampaknya yang di telpon nampak tidak memberikan respon yang baik.
" Brengsek kau Anggun, aku tidak akan membiarkan mu lolos begitu saja kalau sampai aku tertangkap. Kau juga harus ikut denganku, ikut merasakan dinginnya ruang tahanan "
Baru saja polisi ingin memberi tembakan untuk melumpuhkan nya tiba-tiba saja terdengar dentuman yang sangat kerasa.
Tabrakan tidak terelakkan, sebuah mobil menghindari menabrak tubuh Hendra namun malah menabrak yang lain, dan terjadilah tabrakan beruntun.
Meskipun sudah mencoba menghindar namun siapa sangka kalau tubuh Hendra ikut terseret hingga beberapa meter dari tempat sebelumnya.
Teriakan memekikkan telinga, polisi yang melihat itu segera berlari mendekat di lokasi kejadian. Lalulintas macet seketika dan darah tampak di mana mana.
Oma dan yang lainnya bergegas keluar ketika mendengar bunyi dentuman yang cukup keras, alangkah terkejutnya Oma Laurent melihat kekacauan di depan rumahnya.
Ia terus berjalan cepat menghampiri pihak berwajib dan menanyakan apa yang terjadi.
" Ada apa Pak " Tanya Oma Laurent.
Ekor mata Laurent menangkap sosok yang tergeletak tak jauh dari tempat mereka berdiri, hatinya sangat shock. Namanya seorang walau bagaimana pun jahatnya seorang anak, tetap akan bersedih kalau anak yang di lahirkan mengalami nasib buruk.
Tak berselang lama suara sirine menggema, beberapa petugas mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Hendrik tak ketinggalan ketika mendapat kabar dari Erik Ia segera meluncur, karena banyaknya korban ambulans yang datang tak cukup membawa serta Hendra.
__ADS_1
" Hendra "
Hendrik melihat adiknya tergeletak dengan bersimbah darah, Ia mencari ambulans namun sudah tidak ada.
" Erik, cepat bantu Papa kita harus bawa Om Hendra ke rumah sakit "
Erik nampak bingung, sebenarnya hati kecilnya menolak melakukan perintah sang Ayah.
" Erik, kita harus segera membawanya sekarang juga. Kalau menunggu ambulans, Papa khawatir kita akan terlambat untuk menolongnya "
Dengan bantuan beberapa orang lainnya akhirnya tubuh Hendra di larikan ke rumah sakit terdekat.
" Cepat sedikit Nak " Hendrik meminta Erik yang mengemudikan mobil dan dia yang menjaga Hendra di kursi tengah.
Bukan hanya mereka bertiga tapi juga Oma Laurent disana, namun entah mengapa Laurent hanya diam saja, sedih yang Ia rasakan hanya sebentar saja setelah itu perasaan nya menjadi biasa saja. Mungkin karena rasa kecewa yang sangat besar sehingga membuat wanita itu mati rasa.
Di antara mereka hanya Hendrik yang nampak khawatir, bagaimana pun juga Ia memang tak pernah menyimpan amarah sama sekali.
" Lakukan yang terbaik Dokter, selamatkan dia berapa pun biayanya " Itu pesan terakhir Hendrik sebelum sang Adik di masukkan kedalam ruangan.
Hendrik menunggu dengan gelisah, meskipun Ia merasa tidak nyaman dengan sekitar karena para polisi ikutan berjaga disana, tapi tidak bisa berbuat apa apa. Mereka menunggu pasien sadar dan tetap harus mempertanggung jawabkan perbuatan nya.
...****************...
Hampir semua televisi swasta menyiarkan berita tentang tabrakan beruntun yang terjadi beberapa waktu lalu, Anggun yang melihat itu menjadi terkejut. Ia mengenali salah satu korbannya.
" Baguslah dia kecelakaan, kalau perlu lenyap sekalian saja di muka bumi ini "
Anggun sangat puas, Ia mengira akan terbebas kalau Pria yang selama ini jadi patner nya dalam melakukan berbagai kecurangan mati dalam kecelakaan itu. Tapi sayang sebentar lagi dia akan menyesali hal itu, andai dia tahu dari awal mungkin dirinya juga akan memilih kabur yang jauh atau ikutan bunuh diri.
Tidak berselang lama saat Ia menikmati kebahagiaanya terdengar keributan di luar, beberapa Pria dan Wanita yang berseragam lengkap sudah memasuki rumahnya dan langsung menangkapnya.
__ADS_1
Anggun melakukan perlawanan tapi tentu saja hal itu sia sia saja.
" Kenapa kalian menangkap ku, apa salahku " Anggun meronta namun polisi wanita yang membawanya tidak bergeming.
" Hei apa kalian dengar, lepaskan aku. Aku tidak bersalah kenapa aku di bawa seperti ini " Protes Anggun.
" Diam ! " Polisi wanita yang sebelum nya diam akhirnya membentak nya.
Anggun terkesima dengan suara polisi wanita yang sedang mengiringinya itu, nampak wajahnya sangat cantik tapi ternyata suaranya mengerikan.
" Jelaskan semuanya di kantor polisi, cobalah untuk diam dan jangan mempersulit tugas kami, atau..... Anda ingin kami persulit "
Anggun mulai menyesali keputusannya untuk tetap berada di rumah dan membuat nya tertangkap, ingin melarikan diri tapi tidak kondisi nya tidak memungkinkan.
Hallo readers cantik and baik hati, author punya karya baru loh, yuk mampir 🤗
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.
👉Like
👉Komen
👉Rate 5
👉 Fav
👉 Vote juga ya
Makasih buat semua yang sudah mampir, semoga selalu di beri kesehatan, umur yang panjang dan rezeki yang berkah, Aamiin 🤲🤲
__ADS_1
❤ Love you All ❤