Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Malam ke tiga ( Gol)


__ADS_3

Satu persatu kotak di buka oleh Rena, semua yang ada merupakan barang barang keperluan sehari hari seperti barang buat seserahan.


" Apa ini "


Kening Rena berkerut ketika membuka dua kotak terakhir, kedua barangnya sama. Ia mengira itu adalah pakaian dalam namun ternyata bukan.


Setelah di buka wajahnya langsung merona bagai kepiting rebus, sementara Andre malah tersenyum bahagia. Tidak rugi Ia mentransfer uang dalam jumlah besar, akhirnya Ibu dan juga Adiknya mengerti apa yang Ia butuhkan.


Andre menahan tangan Rena ketika Istrinya itu buru buru memasukkan kembali baju kurang bahan itu.


" Jangan dong sayang, aku ingin melihat kamu memakainya, apa boleh " Tanya Andre dengan sorot mata sayu sedikit memohon.


Jantung Rena semakin berdegub kencang, bagaimana mungkin Ia mengenakan pakaian seperti itu. Sama saja tidak mengenakan busana apa pun.


" Jangan takut, Mas tidak akan memaksa kok sayang. Pakailah di saat kamu sudah siap, di saat kamu sudah yakin telah memberikan hatimu untuk Mas. "


Rena mengangguk pelan, akhirnya mereka menata semuanya pada tempatnya.


***


Hari ketiga Andre akhirnya kembali ke kantor, hari ini ada pekerjaan yang tidak bisa di wakilkan oleh siapa pun.


" Wah wah tumben pengantin baru baru tiga hari sudah masuk kerja, nggak cuti dulu " Goda sekertaris rese.


Andre langsung memberi tatapan mematikan pada sekertaris nya itu.


" Kamu ini lupa apa pura pura pikun, bukannya kamu sendiri yang bilang kalau aku harus datang ke kantor hari ini "


Sekertaris senyam senyum, memang sengaja Ia menggoda temannya itu. Ia turut bahagia melihat kebahagiaan atasannya itu.


" Bagaimana malam pertamanya Boss "


Pletak ~~~ !


Sekertaris rese terkejut karena tiba tiba sebuah benda melayang ke kepalanya, Ia mengusapnya pelan karena merasa sakit.


" Aduh Boss, lihat lihat dong. Ini kepala bukan samsak yang bisa main di pukul seenaknya " Protes sekertaris.


Andre cengar cengir, Ia puas melihat reaksi terkejut sekertaris nya itu.


" Makanya jangan suka asal ceplas ceplos, kamu tahu kalau aku sudah lama tidak mukulin samsak. Anggap saja kamu adalah samsak yang, masih mau lagi "


Sekertaris rese merinding, mending cari aman dari pada bangunin macan tidur, batinnya.


" Nggak lah Boss aku kalem "


" Bagus, sekarang katakan padaku. Agenda apa hari ini, ingat jangan banyak banyak karena aku harus segera pulang. Siapkan yang penting penting saja, sisanya kamu yang urus "


Sekertaris mengangguk, kini Ia kembali serius. Ia mulai membacakan apa yang di minta atasannya itu.


Andre ingin cepat cepat menyelesaikan pekerjaan nya, moodnya hari sangat baik. Setiap mengingat wajah Istrinya di rumah semangatnya langsung kembali.

__ADS_1


Andre baru tiba di rumah setelah hampir menjelang Isya, Ia bergegas ke kamar menemui Istrinya.


" Mas, Istrimu ada disini "


Andre menoleh ke dapur ternyata benar Istrinya lagi ikut menyiapkan makan malam.


" Pergi sana, mandi dan ganti baju biar kita makan malam sama sama "


Andre tersenyum Ia mencium punggung tangan Rossa dan kemudian Rena, maklum masih malu malu si pengantin baru.


" Mas ke atas dulu ganti baju "


Rena mengangguk, tidak lama kemudian Andre kembali turun dan mereka makan malam bersama.


" Sedikit saja sayang " Ucap Andre ketika Rena mengambilkan nasi beserta lauk untuk nya.


Nayla dan juga Rossa ikut bahagia, mereka tersenyum melihat perkembangan keduanya.


Setelah makan Andre pamit ke ruang kerjanya lebih dulu.


" Kamu duluan sayang, aku ke ruang kerja dulu sebentar "


Rena mengangguk dan langsung ke kamar, di dalam kamar Ia gelisah. Ia mondar mandir bak setrikaan.


Sesekali matanya melihat ke lemari pakaian.


" Ya Allah, apa yang harus aku lakukan. Apa aku salah " Batinnya.


Andre naik ke lantai atas setelah menghubungi asisten pribadinya, Ia mencari sosok sang Istri yang tidak nampak disana.


Ia mengetuk pintu kamar mandi.


" Ia Mas, aku di dalam " Jawab Rena.


Lama Andre menunggu namun tidak juga melihat wajah Istrinya.


" Sayang, apa kamu baik baik saja di dalam. Mas masuk nih "


Karena terlalu khawatir Andre akhirnya memutuskan membuka pintu kamar mandi itu.


" Sayang, aku dobrak ya "


Baru juga akan mengambil ancang ancang pintu tiba-tiba terbuka. Andre menunggu harap harap cemas, meskipun pintu terbuka namun wajah Istrinya tak nampak juga.


" Sayang, kamu kenapa kok nggak keluar juga "


Lagi lagi Andre di buat terkejut namun kali ini tingkat tinggi, Ia melongo ketika melihat Istrinya keluar dari kamar mandi dengan menundukkan wajahnya.


Jantung nya hampir melompat dari tempatnya ketika melihat penampilan istrinya, jangkunnya naik turun menelam salivanya sendiri.


Gegas Ia melangkah mendekat, di tariknya tubuh Istrinya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


" Apa ini sayang, apa ini artinya kamu~~~


Andre tersenyum bahagia ketika Rena menganggukkan sedikit kepalanya. Pelan Andre membawa Rena menuju ranjang mereka, jantung keduanya berdegub kencang.


Andre menatap dalam mata sang Istri, menatap mata malu malu itu.


" Jangan di tutup sayang, Mas suka " Bisik Andre tepat di telinga Rena.


Bulu kuduk Rena merinding ketika bibir suaminya menempel di telinganya, rasanya ada berbagai kupu kupu yang menari di perutnya.


Perlahan Andre memberikan sentuhan lembut, nampak beberapa kali Rena menahan tangan suaminya itu. Jujur Ia masih di liputi rasa ragu namun juga Ia merasa bersalah karena sampai hari ke tiga Ia belum melakukan kewajibannya.


" Sudah nggak apa apa sayang, kalau kamu belum siap Mas tidak akan memaksa. Kita lakukan saja lain waktu "


Andre meraih selimut ingin menutup tubuh Istrinya namun tangan itu di tahan Istrinya.


" Aku sudah siap Mas, maafkan Aku. Aku hanya takut saja "


Andre bisa memaklumi perasaan Rena, meskipun Ia bingung kenapa Istrinya begitu ketakutan. Apa dia punya trauma di masa lalu batinnya, jujur saja Andre sudah siap menerima apapun masa lalu tentang Istrinya itu.


" Kita akan melakukannya sama sama, jangan takut " Bisik Andre.


Perlahan Ia mengecup bibir merah muda Istrinya, ada perasaan aneh disana. Merasa tidak ada penolakan Andre mulai menginginkan lebih, Ia mulai memberikan sentuhan di beberapa bagian sensitif Istrinya membuat Rena tidak bisa menahan dirinya untuk tetap diam.


Sentuhan Andre membuatnya melayang tinggi, Andre mulai bersemangat ketika terdengar ******* dari bibir Rena yang terdengar sangat merdu di telinga Andre.


Tanpa mereka sadari entah siapa yang lebih dulu memulai kini mereka sudah sama sama tidak mengenakan apapun sama sekali.


Andre terpana menatap pemandangan indah di depannya, sedangkan Rena Ia merasa malu. Berulang kali Ia menutup dengan tangannya namun Andre memintanya untuk tidak menutup nya.


" Sayang, ini sangat indah, bolehlah aku memilikinya "


Pandangan Andre mulai berkabut, seiring hasrat yang Ia rasakan mulai menggebu.


" Boleh Mas, tapi pelan pelan ya " Jawab Rena dengan perasaan tak menentu.


Ia takut tapi juga tidak bisa memungkiri kalau Ia juga sudah terlena dengan sentuhan suaminya itu. Andre mengangguk dengan senyum merekah.


Dengan hati hati Andre mulai melanjutkan kewajibannya, di arahkannya Andre junior ke tempat yang yang semestinya.


Rena menjerit dan mencubit lengan suaminya ketika sesuatu memasuki dirinya. Andre menatap mata sayu Istrinya, Ia merasa heran karena tidak bisa menembus benda itu.


" Sayang, apa kamu masih ~~


Rena mengangguk meskipun Ia bingung dengan pertanyaan suaminya. Betapa bahagianya Andre, melihat jawaban Istrinya.


" Makasih sayang, aku mencintaimu "


Rena memejamkan matanya, air mata menetes di sudut matanya ketika Andre junior berhasil menembus pertahanannya. Akhirnya setelah berulang kali mencoba Andre mampu menyatukan miliknya.


Andre langsung membungkam bibir Istrinya ketika berhasil menembus selaput berharga itu, Ia memberi jeda agar Rena terbiasa dengan kehadiran nya.

__ADS_1


" Makasih sayang, kamu menjaganya untukku " Bisik Andre.


Rasa bahagia keduanya membuat mereka melalui malam itu dengan penuh cinta.


__ADS_2