
📩 📩📩
Asrul dan Bu Dian bergegas ke bagasi dimana mobil nya di parkir kan beberapa menit yang lalu. Mobil melaju dengan kecepatan sedang hingga tiba dirumah sakit, setelah parkir keduanya pun melangkah masuk.
" Apa itu Nak " Tanya Bu Dian ketika melihat Asrul mengambil sesuatu dari mobil dan membawanya serta.
" Tidak ada apa apa Bu, ayo masuk "
Tak tak tak ! Bunyi tapak sepatu bersahutan hingga memasuki sebuah ruangan.
" Assalamu'alaikum " Bu Dian mengucap salam ketika pintu di bukanya.
" Waalaikum salam " Jawab Pak Danu
Siska terkejut namun juga senang melihat kedatangan Asrul, Ia bahagia akhirnya suaminya itu masih punya niatan menjenguknya.
" Siska, bagaimana kabarmu Nak " Tanya Bu Dian ramah seperti biasa.
" Baik Bu Alhamdulillah " Siska
" Alhamdulillah kalau begitu, Ibu turut senang " Bu Dian..
Bu Dian melihat Pak Danu dan tersenyum, begitu juga Pak Danu membalas senyum ramah Bu Dian.
" Ibu, Ayah Danu ! bolehkah Ibu dan juga Ayah keluar sebentar karena aku ingin berbicara berdua dengan Mas Asrul "
Bu Dian dan Pak Danu tentu saja menyetujui walau hati mereka sebenarnya mulai berasa tidak nyaman.
" Tidak perlu keluar Ayah, aku juga ingin mengatakan sesuatu yang penting dan Alhamdulillah kebetulan Ayah ada disini "
Ucapan Asrul menahan keduanya yang sudah melangkah keluar dari ruangan itu. Asrul maju beberapa langkah menghampiri Siska, Ia mengambil sesuatu yang baru Ia bawa dari dalam mobil miliknya. Ia pun menyerahkan nya pada Siska
Siska ragu untuk menerimanya
" Ambillah Nak " Perintah Pak Danu
Siska mengambil amplop itu dari tangan Asrul, Ia memperhatikan sampul itu tidak ada yang aneh karena memang Asrul sudah menggantinya sebelum nya.
" Apa ini Mas " Tanya Siska pelan
" Bukalah maka kamu akan tahu isinya "
Siska membukanya perlahan, Ia berharap itu surat keterangan dari rumah sakit yang mengatakan kalau dirinya sudah sembuh dari penyakit yang di deritanya selama ini.
Matanya membelalak dengan sempurna setelah membaca surat itu.
__ADS_1
" Surat dari pengadilan, jadi Mas Asrul benar benar ingin menggugat cerai aku setelah Operasi berjalan lancar. Tidak....... tidak, aku tidak ingin hal ini terjadi dan aku tidak akan mengijinkan hal ini terjadi " Batin Siska..
" Apa apaan ini Mas, aku tidak setuju dengan ini aku tidak mau pisah dengan mu......! " Siska mulai berbicara keras karena tidak dapat menahan keterkejutan nya, belum lagi Ia memang tidak ingin hal itu terjadi.
" Ibu.... ! katakan pada Mas Asrul kalau aku tidak ingin berpisah dengan nya, aku masih sangat mencintainya. Tidak bisakah Mas Asrul memaafkan semuanya dan memulainya dari awal "
Kedua orang tua itu saling pandang dengan pemikiran nya masing masing. Asrul menghampiri Pak Danu
" Ayah, maafkan aku, tapi aku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan ini dengan Putri Ayah. Terlalu banyak kebohongan, penghianatan dan drama yang di ciptakan Siska selama ini, semua itu rasanya sudah cukup bagiku. Hubungan yang di landasi dengan kebohongan, sandiwara ini memang sudah seharusnya berakhir atau seharusnya hubungan ini memang tidak pernah ada " Asrul.
Ia pun neralih menghampiri Siska yang mulai bercucuran air mata entah itu palsu dan drama lagi Asrul tidak tahu dan tidak bisa lagi membedakan mana yang palsu dan mana yang benar, karena baginya semua nya adalah palsu.
" Siska.... ! Selama ini aku sudah berulang kali memaafkannya, berulang kali juga aku memberikan mu kesempatan untuk berubah tapi apa buktinya, kamu tidak pernah menghiraukan itu dan malah semakin bertambah parah, jadi inilah titik kelemahanku sebagai seorang manusia. Aku sudah tidak bisa lagi melanjutkan semua ini dan bersama dengan mu "
Siska berusaha bangkit dan meraih tangan Asrul untuk meminta maaf namun Asrul menghindar dengan memundurkan langkahnya kebelakang.
" Aku tidak mau Mas, aku tidak ingin pisah dengan mu tidak mau....... ; " Teriak Siska histeris.
Pak Danu khawatir dengan keadaan Putrinya paska Operasi, takut lukanya akan menganga lagi. Beliau pun dengan panik berteriak manggil Dokter, begitu juga dengan Bu Dian sambil berusaha menenangkan Siska yang ingin bangkit turun dari tempatnya.
" Tenang Siska tenang, kamu baru saja Operasi, lukamu belum sembuh takutnya menganga dan berdarah lagi " Bujuk Bu Dian.
Dokter dan Suster pun berdatangan dan menenangkan pasien.
" Sebaiknya Bapak dan juga Ibu keluar dulu sebentar, agar pasien bisa tenang " Ucap Dokter.
" Maafkan anakku Pak Danu, maaf karena aku tidak bisa banyak membantu dalam hal ini. " Ucap Bu Dian bersungguh sungguh
Beliau bingung tidak tahu harus berpihak yang mana. Beliau kasihan pada keadaan Siska namun beliau juga mengerti betul apa yang di rasakan Putranya selama ini. Belum lagi janji nya untuk tidak lagi ikut campur mengenai jodoh Putranya itu, Ia akan mendukung apa pun yang membuat Putra nya itu bahagia.
" Tidak apa apa Bu, memang sudah seharusnya begitu. Aku sebagai seorang Pria pun akan melakukan hal yang sama kalau punya Istri berprilaku seperti Putriku. Aku hanya khawatir dengan nya karena seperti yang kita lihat dia belum bisa menerima semua ini. " Pak Danu berbesar hati.
Bu Dian terkejut mendengar jawaban Pak Danu, Ia tidak menyangka kalau Pak Danu akan berbesar hati menerima keputusan Asrul bahkan terkesan membelanya.
" Pak Danu tidak marah " Tanya Bu Dian
Pak Danu menggeleng pelan serta tersenyum yang nampak sangat di paksakan.
" Untuk apa aku marah, ini semua adalah kesalahan anakku { Sebenarnya ini kesalahan Istriku, Ibunya sendiri karena ajaran sesat nya Siska jadi seperti ini } jadi aku tidak punya hak untuk marah. Aku hanya berharap yang terbaik untuk Siska setelah ini " Pak Danu sangat berharap hal itu.
..."Ternyata sifat Pak Danu tidak seperti sifat Istrinya Bu Dewi " Batin Bu Dian....
" Aamiin Pak "
Asrul yang sedari tadi berdiri saja akhirnya memilih berpamitan karena baginya Ia tidak punya urusan lagi berada disana.
__ADS_1
" Ibu, apa Ibu mau tetap disini apa akan pulang denganku. Aku lupa ada pekerjaan penting sore ini jadi aku harus kembali "
Bu Dian menimbang nimbang apa ingin pulang atau tetap disana menunggu kabar dari Dokter mengenai Siska.
" Tidak apa apa Bu Dian, pulanglah bersama Asrul, nanti aku kabari selanjutnya. Soal surat nya kami akan segera menandatangani nya dan mengirimnya kembali, tidak perlu khawatir "
Bu Dian akhirnya memilih ikut pulang bersama Asrul setelah mendengar ucapan Pak Danu.
*
*
*
Di dalam mobil Bu Dian hanya diam saja memikirkan banyak hal, belum lagi soal Siska dan juga mengenai permintaan nya pada Alex yang sampai sekarang belum ada kabar.
......" Apa aku sendiri yang harus kesana mencarinya, aku kan bisa menginap di tempat Alex dan bisa bersama sama mencari keberadaan Nayla dan Alwi " Batin Bu Dian. ......
" Ada apa Bu, apa Ibu masih memikirkan soal Siska. " Tanya Asrul
" Hmm.... tidak Nak, bukannya Ibu sudah menyerahkan semua keputusan padamu. Ibu tidak akan mencampuri masalah kamu dan juga Siska, Ibu akan selalu mendukung kamu selama itu baik dan membuatmu bahagia " Jawab Bu Dian cepat.
Asrul tersenyum bahagian karena Ibunya memenuhi janji yang sudah mereka sepakati beberapa bulan belakangan ini.
" Alhamdulillah, tapi kenapa Ibu diam saja apa ada hal lain yang Ibu pikirkan " Tanya Asrul lagi.
" Tidak ada Nak, Ibu hanya tidak ingin mengganggu kamu karena kamu juga harus fokus menyetir kan "
" Oh "
Asrul kembali mengemudikan mobilnya mengantarkan Bu Dian lebih dulu kerumah sebelum Ia berangkat kembali ke kantor nya.
Bersambung !
Masalah di selesaikan satu persatu biar novelnya tamat, semoga semuanya suka 🙏🙏
Jangan lupa tetap bagi dukungan nya ya 🙏
Baca
Like
Rate
Fav
__ADS_1
Vote dan Gift seikhlasnya, Terima kasih