
🍀🍀🍀
Nayla memarkirkan motor miliknya di parkiran, karena sebuah insiden di jalan Ia jadi terlambat tiba di Rumah Sakit. Karena kurang konsentrasi Nayla menyenggol seseorang pejalan kaki, Ia harus berurusan dengan para warga yang meminta tanggung jawabnya. Nayla juga harus merelakan beberapa uang di dompetnya untuk mempermulus jalannya.
Dengan segera Ia berlari menuju tempat anaknya awal di masukkan. Nampak beberapa orang dengan wajah yang sulit di artikan, semuanya nampak sedih. Nayla bisa menduga apa yang sedang terjadi, namun Ia berharap itu tidak mungkin terjadi.
" Apa yang terjadi Mil? Maafkan kakak, kakak tidak bisa membawanya kemari. "
Nayla mengalihkan pandangannya pada Andre Pria yang juga wajahnya kusut, nampak ke khawatiran yang amat sangat di wajahnya "
" Mas......!. " Panggil Nayla pelan, namun yang di panggil tidak ada reaksi sama sekali.
Nayla mengarahkan pandangannya kesemua orang yang ada di sana, termasuk Pak Burhan yang nampak juga sangat khawatir.
" Alwi, anakku..... Tidak sayang, kamu tidak boleh pergi ninggalin Mama dengan cara seperti ini. Buat apa Mama hidup, selama ini yang membuat Mama bertahan hanyalah kamu Nak. Kalau kamu pergi, Mama juga akan pergi dari dunia ini. Kita akan pergi bersama sama, selalu bersama sayang......!. "
Nayla menangis pilu sambil duduk di depan pintu ruang operasi, dunianya rasanya seakan runtuh seketika semua rasanya tidak ada gunanya. Sampai sebuah suara mengejutkan mereka, antara sadar atau tidak Nayla mendengarnya secara samar samar
__ADS_1
" Oprasi nya berjalan lancar, namun....... pasien belum melewati masa kritisnya. Kita hanya bisa berdoa mengharap keajaiban, semoga pasien kuat, dan memiliki semangat hidup yang tinggi, agar pasien mampu melewati masa kritisnya segera. " Ucap suara seseorang itu.
Nayla mendongakkan wajahnya menoleh melihat ke asal suara. Ia terkejut melihat seseorang dengan seragam serbah putih berdiri di depan pintu. Ternyata yang berbicara adalah Dokter yang menangani Alwi sebelumnya.
" Operasi berhasil ? . " Tanya Nayla seperti bergumam, dan di jawab Dokter itu dengan anggukan.
" Tapi aku tidak berhasil membawanya kemari, pasti kalian ya yang sudah mendapatkan donor darah buat Alwi anakku. Makasih..... makasih banyak....!. " Ucap Nayla ke semua orang yang hadir di sana.
Semua orang nampak bingung, karena di antara mereka pun tidak ada yang berhasil mendapatkan pendonor meski mereka sudah menghubungi hampir semua orang yang mereka kenal.
" Tapi kami tidak menemukannya Nay, Mas sudah menghubungi semua teman teman Mas, tapi tidak ada yang cocok. " Jawab Andre.
Di arahkan nya pandangannya kepada semua yang hadir di sana namun tidak ada satu pun yang bereaksi.
" Seorang Pria yang kesini mendonorkan darahnya, katanya beliau teman pasien. Beliau juga mengatakan bahwa keluarga pasien tidak perlu mencarinya untuk membayarnya atau pun sekedar berterima kasih karena beliau ikhlas menolong pasien. " Jawab Dokter itu
" Teman.......?. " Ucap Nayla, Kamila dan juga Andre secara bersamaan.
" I ya, kata nya tadi begitu. " Jawab Dokter itu lagi.
__ADS_1
" Ya Allah, Terima kasih. Engkau mengirimkan seseorang buat Anak hamba, di saat hamba sebagai Ibu dan dia sebagai Ayahnya tidak bisa memberinya kehidupan baru. Ya Allah, siapa pun dia, semoga hidupnya selalu bahagia, rezekinya melimpah serta di beri kesehatan yang barokah. Aamiiinnn......!. " Batin Nayla
" Dokter, apa saya bisa bertemu dengannya. Saya ingin berterima kasih secara langsung padanya karena sudah mendonorkan darahnya pada Putera saya. " Pinta Nayla sedikit memohon agar Dokter itu mau mengantarkannya menemui Pria itu.
" Maaf sekali Bu, tapi beliau langsung pulang habis mendonorkan darahnya. Kondisinya sangat lemah, sepertinya beliau habis hujan hujanan. Soalnya tadi beliau kesini bahkan dengan pakaian yang basah kuyub. Kami sudah meminta beliau untuk di rawat di sini sampai tenaga nya pulih, namun beliau bersikeras untuk tetap pulang. " Jawab Dokter itu lagi.
" Ya, padahal saya hanya ingin berterima kasih saja padanya. " Gumam Nayla.
Ada kekecewaan dalam hembusan nafasnya.
" Sudahlah Nayla, siapa pun Pria misterius pendonor itu, kita akan mengucapkan Terima kasih nanti. Sekarang kita harus bersyukur karena Alwi sudah mendapatkan pendonor dan operasinya juga berjalan lancar. Kita hanya harus terus berdoa semoga Alwi kuat dan mampu melewati semuanya. " Ucap Andre
Nayla membenarkan ucapan Andre, sekarang yang penting adalah keselamatan Alwi.
🍀🍀🍀
Dengan pakaian basah kuyub dan juga kondisi yang lemah Asrul memasuki kediaman nya.
" Sayang.... kamu dari mana saja, katanya tadi hanya sebentar dan langsung masuk kalau urusannya sudah selesai. Tapi apa ini, hampir satu jam lebih Mas di luar sana. Aku dan juga Ibu mencari Mas kemana mana tapi tidak ketemu. " Cercah Siska.
__ADS_1