Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Aksi Nayla


__ADS_3

Asrul sedang panik mencari keberadaan Istrinya, karena sejak tadi Ia bertanya pada beberapa orang tidak ada yang melihatnya.


" Kamu dimana sayang, jangan buat aku khawatir " Gumam Asrul.


Ia bahkan sudah menghubungi ponsel istrinya itu namun tidak ada jawaban.


Di tempat lain Dira sedang berbahagia karena sebentar lagi dirinya akan sah di persunting oleh seorang Pria kaya raya, semua impiannya akan terwujud.



" Rias yang benar dong Mbak, jangan ada cela sedikitpun. Aku ingin terlihat cantik di depan suamiku, di depan orang orang yang hadir di acara pernikahanku. Semua orang akan mengatakan Nyonya dari Pak Andre ternyata sangat cantik dan beruntunglah Mas Andre memiliki Istri secantik aku, bukankah itu sangat mengagumkan "


Para perias hanya mengangguk meski hatinya kesal, bagaimana tidak yang di rias terlalu banyak gaya. Tidak mau diam, potret sana sini.


" Ayo buruan, kenapa diam saja "


" Baik Nyonya " Jawab para perias sambil melemparkan pandangan satu sama lain.


Di tempat berbeda sembari menahan kram di perutnya Nayla menaiki sebuah tadi, Ia nampak menghubungi seseorang dengan wajah serius.


" Bu..... ! Apa Ibu Baik baik saja, sepertinya Ibu akan melahirkan, apa perlu saya antar kan ke rumah sakit " Tanya sang sopir.


..."Tidak, aku tidak boleh menyerah. Kalau aku tidak membongkar semuanya, akan ada hati yang tersakiti dan akan ada lagi yang berbuat semena menang. Aku tidak mau hal yang dulu terjadi padaku terjadi pada orang lain lagi. " Batin Nayla. ...


" Tidak apa apa Pak, ayo lebih cepat lagi. Aku tidak punya banyak waktu " Pinta Nayla.


Sang sopir pun menuruti ucapan penumpangnya meskipun hatinya khawatir melihat kondisi penumpang nya itu.


" Terimakasih Pak, ini uangnya. Bapak bisa pergi sekarang "


Nayla memberikan beberapa lembar uang pada Sang sopir sesaat setelah turun dari mobil itu. Tidak lama yerdengar suara yang memanggilnya.


" Boss Nayla " Panggil Romi yang langsung meluncur ketika mendapat panggilan melalui telpon.

__ADS_1


Plak !


" Auh " Pekik Romi sembari mengusap kepalanya yang tiba tiba mendapatkan getokan.


" Harus berapa kali aku bilang padamu, panggil Nayla saja jangan panggil Boss, kamu masih saja memanggil Boss " Omel Nayla.


Romi hanya cengar cengir


" Ini rumah siapa, kenapa kita ada disini " Tanya Romi bingung.


" Cepat kamu masuk, nanti juga kamu akan tahu ini rumah siapa. Cari gadis yang bernama Alya katakan padanya aku mencarinya "


Romi bingung mendengar perintah dari Nayla, kenapa harus dirinya yang masuk dan ini apa, dia harus mencari seorang gadis. Sudah cukup hidupnya di persulit dengan yang namanya wanita.


" Buruan Rom, waktu kita tidak banyak "


Romi pun akhirnya masuk meskipun masih di liputi dengan rasa bingung.


" Assalamu'alaikum " Romi memberi salam.


... " Siapa dia, dari penampilannya sepertinya orang kantoran, orang kaya. Apa dia datang mencari Alya buat...... " ...


" Maaf anda siapa dan kemari untuk apa " Tanya Mona yang kebetulan membukakan pintu untuk Romi.


" Maaf Bu, saya Romi. Saya kemari ingin bertemu dengan Alya " Jawab Romi


" sudah kuduga, wah sebentar lagi aku akan dapatkan bonus yang besar. "


" Tunggu sebentar aku panggilkan dulu "


Mona berlalu pergi meninggalkan Romi yang masih setia berdiri di depan pintu.


" Iya saya Alya, anda siapa.... ? " Tanya Alya

__ADS_1


" Sa...... Bapak...... " Seru keduanya terkejut.


" Kamu Alya...... ! " Tanya Romi memastikan


" Iya Pak, saya Alya. Maaf kalau Bapak kemari karena mau mengambil itu aku belum punya "


" Tidak Alya, aku kemari bukan untuk itu. Sebenarnya aku kemari karena ada yang ingin bertemu denganmu "


" Kenapa kalian masih disini, carilah tempat di luar sana. Jangan lupa nanti bonusnya Al kalau sudah selesai. "


Sembari memberikan tas milik Alya, Mona bahkan tidak menanyakan ada apa. Yang ada di benaknya hanyalah uang ketika ada yang datang mencari Alya.


Suara Mona mengejutkan keduanya, Alya merasa kurang enak hati pada Romi. Karena Pria itu sudah berjasa untuknya.


" Sebaiknya kita segera pergi sekarang, mari ikuti aku " Ajak Romi.


Alya pun menurut dan mengikuti langkah kaki Romi hingga tiba di sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari sana.


" Hai Alya, ketemu lagi " Sapa Nayla dengan senyum manisnya.


" Kak Nay, Kakak kenapa disini lagi " Tanya Alya bingung.


" Ayo naik " pinta Nayla


" Romi buruan, kita tidak punya banyak waktu "


Romi yang bingung hanya diam saja.


" Romi buruan " Pinta Nayla lagi.


" Tapi Nay, kita mau kemana. " Tanya Romi lagi.


" Aku akan mempertemukan kalian pada sesuatu yang harusnya kalian dapatkan. Buruan putar arah, kita ke alamat ini "

__ADS_1


Nayla memberikan sebuah kertas pada Romi dan Romi pun melajukan mobilnya setelah membaca alamat yang tertera di kertas itu.


__ADS_2