Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Selamat Datang Lembaran Baru


__ADS_3

💪💪💪 BAGI JEMPOL NYA YA, LIKE AND RATE 😍😍💪💪💪🙏🙏


Hingga sore hari Asrul baru terbangun karena merasa lapar, sejak pagi dia hanya minum saja waktu akan berangkat sidang. Ia baru menyadari kalau tadi tertidur masih dengan memakai pakaian lengkap nya, di pandang nya surat yang tadi sempat di baca nya. Ia meraih dan merapikan nya serta meletakkan nya kembali di tempat yang aman.


Asrul bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia mengingat kembali ke jadian pagi tadi setelah melihat tangan nya yang di perban. Hati nya kembali sakit oleh alasan yang Ia sendiri tidak tahu.


" Kenapa hatiku selalu sakit setiap kali mengingat nya bersama orang lain. Ya Allah, apa sebenar nya yang terjadi padaku, apa benar aku benar mencintai nya dan apakah selama ini ini aku salah mengartikan perasaan ku. " Gumam nya seorang diri.


Ia bergegas ke bawah karena memang perut nya sudah minta untuk di isi.


" Nak... kamu sudah bangun. Sini Nak, kamu pasti lapar, biar Ibu panaskan rendang nya ya "


Bu Dian dengan penuh semangat menghidupi kompor, memanaskan rendang untuk makan siang yang tertunda buat Putra nya. Sementara Asrul duduk diam menunggu di meja makan.


" Ini Nak, ayo makan dulu mumpung masih hangat " Ucap Bu Dian.


Bu Dian memandang Asrul yang makan dengan lahap nya, Ia menjadi sedih dengan mengingat semua yang terjadi pada Putra nya. Karena ke egoisan mereka memaksakan kehendak kepada kedua anak mereka, Asrul dan juga Nayla menderita. Kini Bu Dian menjadi sangat khawatir kalau benar Putra nya itu mulai menyadari perasaan nya selama ini namun sayang mungkin sudah terlambat.


" Ada apa Bu, kenapa Ibu memandangku seperti itu. " Tanya Asrul.


" Tidak apa- apa Nak, maafkan Ibu ya......! "


Asrul bingung kenapa tiba- tiba Ibu nya meminta maaf pada nya. Ia segera menghabiskan makanan yang ada di piring nya.


" Minta maaf untuk apa Bu " Tanya Asrul ketika Ia selesai menikmati hidangan nya.


" Ah tidak apa- apa Nak. Oh ya, apa kamu tidak ingin menjenguk Siska sebentar saja " Tanya Bu Dian hati- hati.


" Sudahlah Bu, bukan nya aku sudah mengurus Romi untuk menjenguk nya setiap hari. Romi juga yang mengurus semua nya, aku masih banyak kerjaan di kantor " Jawab Asrul.


Entah mengapa mendengar nama itu membuat mood nya menjadi tidak baik.


🍀

__ADS_1


🍀


🍀


Setelah menempuh 20 jam perjalanan pesawat yang di tumpangi Nayla tiba di tempat tujuan. Pukul 5 sore waktu setempat, pukul 6 pagi waktu Indonesia.


Nayla turun bersama Reihan dan juga Alwi, disana mereka di jemput Kamila dan juga orang tua dari Reihan. Reihan bukan sengaja ikut serta, namun kebetulan dia ada pekerjaan di negara itu. Kebetulan juga pekerjaan nya di Indonesia sudah selesai dan Alhamdulillah berjalan lancar walaupun penuh dengan perjuangan.


" Selamat datang lembaran baru, semoga semua nya menjadi lebih baik setelah ini " Gumam Nayla.


" Kakak.....! " Panggil Kamila seraya mengangkat tinggi tinggi papan nama yang ada di tangan nya.


Nayla tersenyum melihat adik tercinta nya ada disana


" Alhamdulillah Kakak sudah tiba dengan selamat, Kamila sangat senang. " Kamila sangat sangat bahagia.


" Hai jagoan Ibu.... gimana kabar nya "


" Baik Bu " Jawab Alwi.


" Oh ya Nayla, kenalin ini Ibu ku " Ucap Reihan memperkenalkan wanita berumur kira kira 45 tahunan yang masih terlihat sangat cantik dengan busana elegan dan tampak modis.


" Assalamu'alaikum Bu, saya Nayla " Nayla mencium tangan wanita itu.


" Waalaikum salam Nak, Ibu nya Reihan panggil Bu Ningsih saja "


Nayla memandang Reihan seolah bingung kenapa Bu Ningsih bisa fasih dalam berbicara bahasa Indonesia sedangkan mereka berdomisili di negara itu.


Reihan tersenyum mengerti kebingungan Nayla


" Ibu juga asli Indonesia bahkan Ibu masih pulang pergi, hanya saja kali ini agak lama disini karena Ayah yang meminta nya untuk membantu mengurus pekerjaan di sini "


Bu Ningsih dan semuanya tersenyum bahagia.

__ADS_1


" Ayo kita pulang, supir sudah nunggu di depan " Ucap Bu Ningsih.


🍂🍂🍂


Di dalam mobil Nayla memandang keluar mobil, pemandangan yang belum pernah Ia lihat sebelum nya.


" Ya Allah semoga ini adalah keputusan terbaik yang aku ambil untuk hidupku kedepan nanti " Batin Nayla.


Mobil yang membawa mereka akhir nya tiba di halaman sebuah rumah yang sangat besar, setara dengan Royal Resident tapi ini nampak lebih mewah lagi.


Alwi yang sudah kelelahan susah payah menahan kantuk nya. Sebenar nya Ia ingin tidur, namun trauma akan di tinggalkan lagi membuat nya tetap membuka mata. Ia takut tidur dan ketika terbangun lagi Mama nya tidak ada lagi di samping nya.


" Sayang, ayo kita sudah sampai "


Alwi memandang sekeliling, memandang rumah yang ada di depan nya, Ia takut itu rumah tempat Mama nya mengantarkan nya yang baru.


" Mama, ini rumah siapa " Tanya Alwi.


" Hm..... ini rumah......


Nayla bingung harus menjawab apa pada Putra nya, pasal nya dia juga tidak tahu itu rumah siapa.


" Ini rumah Oma sayang, untuk malam ini kalian nginap disini dulu. Rumah Alwi sama Mama ada di sebelah sana, tapi nanti besok saja kesana nya " Jawab Bu Ningsih dengan senyum tulus nya.


" Ayo kita turun, Alwi mau ikut Oma didalam ada Susan cucu Oma juga, dia pasti senang kalau ketemu Alwi " Bujuk Bu Ningsih.


Alwi memandang Nayla dan Nayla pun tersenyum mengangguk.


Mereka turun bersama sama dan masuk kedalam rumah mewah tersebut.


" Bawa barang- barang nya semua ke kamar depan ya " Pinta Bu Ningsih pada Supir serta pelayan Pria yang ada disana


Kedua nya mengangguk dan langsung mengerjakan apa yang di perintahkan oleh majikan nya tersebut

__ADS_1


__ADS_2