Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Cemburuuu ?


__ADS_3

Ikut nongol ah 😍



🐇🐇🐇


Lama- lama berada di sana Asrul semakin merasakan sesuatu yang membara di dada nya, Ia berulang kali mengumpat dalam hati seraya mengepalkan tangan nya. Siska yang menyadari itu segera melunasi tagihan dan membawa Asrul pergi dari sana.


" Ayo Mas.....! kita pergi sekarang. " Ucap Siska dengan penuh penekanan.


Dia juga merasakan hal yang sama, membenci kebahagiaan yang di dapatkan Nayla.


" Lepakan aku, tidak perlu memegang tangan ku seperti itu. "


Asrul melangkah menjauh meninggalkan tempat itu dengan hati yang gusar menuju mobil nya. Ia menutup pintu mobil itu dengan kasar membuat Siska yang berada di samping nya terkejut dan merasa nyeri di perut nya.


" Mas Asrul kenapa sich, setiap kali bertemu wanita itu Mas Asrul selalu marah- marah nggak jelas. Apa maksud nya ini, apa Mas cemburu pada nya. Cemburu melihat dia bersama Pria lain, begitu Mas.....!. "


" Cemburu bagaimana mungkin.....!. "


Asrul merasakan ada sesuatu ketika Ia menyangkal ucapan Siska yang mengatakan kalau Ia cemburu melihat kebahagiaan Nayla. Namun hal itu berusaha di tepis nya.


" Bagaimana mungkin aku akan cemburu dengan Pria seperti itu. "


Siska semakin merasa aneh dengan ucapan Asrul, itu semakin membuat nya tidak suka.


" Pria seperti itu maksudmu, berarti kamu benar- benar cemburu Mas. Lalu apa kabar dirimu, Pria seperti apa, yang tega menduakan Istri nya. Tega menelantarkan persaan istri nya. Mas, aku juga butuh perhatian seperti itu dan kamu tidak memenuhi nya. Malah marah- marah tidak jelas pada orang lain yang sudah bukan menjadi Istri mu.......!. "


Sepanjang perjalanereka sama- sama memendam kemarahan masing- masing. Tidak ada lagi yang mengeluarkan suara. Hingga tiba di kediaman mereka


Siska lebih dulu turun dan menghempaskan pintu mobil dengan begitu keras nya, membuat Asrul terkejut. Bukan hanya Asrul namun penghuni rumah dan juga tetangga yang dekat pun ikut terkejut.


Siska melenggang masuk ke dalam rumah di susul Asrul. Wajah kedua nya yang nampak tidak bersahabat membuat Bu Dian heran dan sontak bertanya.


" Ada apa Siska ! apa kalian marahan lagi ?. " Tanya Bu Dian


" Tanya sendiri pada anak Ibu, kenapa dia marah- marah hanya karena melihat mantan nya itu bahagia dengan Pria lain. "


Bu Dian masih mencoba mengartikan kemana arah ucapan Siska.


" Asrul ada apa ini Nak, apa yang di maksud Siska barusan. Kenapa kalian selalu ribut, tadi kalian pergi baik- baik saja. Sekarang kenapa jadi seperti ini......?. "


" Tidak apa- apa Bu, hanya salah faham sedikit. Ibu tidak perlu pikirkan ini, Aku ke kamar dulu ya. Mau mandi.......!. "

__ADS_1


Asrul pamit ke kamar tapi bukan nya naik ke atas dia malah masuk ke kamar bawah. Membuat Bu Dian semakin curiga kalau masalah tidak sepele yang anak nya ucapkan.


"Apa tadi kata nya Mantan, maksud nya mantan Asrul. Apa itu Nayla, Nayla bersama Pria lain. Alhamdulillah kalau memang benar, akhir nya ada Pria lain yang mampu membuat nya bahagia. " Batin Bu Dian. Ada senyum terbit di bibir itu dan rasa lega di lubuk hati yang dalam.


*


*


*


*


Asrul memutar kembali kejadian sebelum nya di Resto itu dalam memori ingatan nya. Ia juga mengingat apa yang di katakan Siska pada nya.


" Apa benar aku cemburu, tapi mana mungkin. Aku tidak ada perasaan apa pun pada nya, tapi kenapa hati ku ingin marah melihat Pria itu memperlakukan Nayla dengan sedikit berbeda. " Gumam Asrul sembari mengusap wajah nya dengan kasar.


" Tidak, aku tidak boleh seperti ini. Pasti ada yang salah dengan otak ku, harus di bawa mandi agar segar dan semua nya hilang. "


Asrul menuju kamar mandi dan mengguyur tubuh nya di bawah guyuran shower. Bayangan perlakuan Reihan pada Nayla semakin berputar- putar di benak nya. Seakan menertawakan diri nya, membuat nya semakin berlama- lama di bawah guyuran shower.


Bu Dian yang kebetulan lewat di sana mendengar bunyi gemericik air yang sudah begitu lama, membuat nya penasaran. Ia kemudian membuka pintu yang kebetulan tidak di kunci.


" Nak...... Nak, kamu di mana, kamu di dalam ya ?. "


Ia terkejut melihat Asrul yang duduk di bawah guyuran shower tanpa ada pergerakan sama sekali.


" Nak, ada apa dengan mu. Ya Allah.......!. " Jerit Bu Dian.


Dengan segera Bu Dia mematikan saluran air dan mengambil handuk yang tersedia disana, menyelimuti tubuh Asrul yang terasa dingin. Berulang kali Bu Dian memanggil nama anak nya itu namun tidak ada jawaban.


" Ada apa dengan mu Nak, kenapa kamu sampai seperti ini. "


Bu Dian membantu Asrul untuk berdiri, namun Ia tidak mampu. Tubuh Asrul terasa sangat berat bagi nya


" Siska..............! Siska.........!. "


Bu Dian berlari keluar memanggil siapa saja yang beliau ingat.


" Mang Eko....... kemari. " Panggil Bu Dian pada tukang ke kebun yang kebetulan nampak oleh nya.


" Cepat bantu, Asrul ada di kamar mandi. Aku tidak mampu mengangkat nya sendiri. "


Mang Eko yang mendengar itu pun dengan segera berlarian mengikuti kemana langkah kaki majikan nya itu.

__ADS_1


Dengan bantuan yang lain mereka membawa tubuh Asrul ke atas tempat tidur.


" Ponsel mana ponsel, aku harus menghubungi Ridwan. " Gumam Bu Dian panik.


*


*


*


lima belas menit kemudian Dokter Ridwan tiba dengan nafas terengah- engah. Ia harus berlari dari ruangan nya ke parkiran dan juga pikiran nya kalut mendengar sahabat nya tiba- tiba pingsan.


" Sini Dok.....!. "


Walau bingung Ridwan mengikuti langkah kaki pelayan di rumah itu, yang mengajak nya ke kamar bawah bukan ke kamar atas.


" Ada apa dengan nya, kenapa tubuh nya dingin sekali. Apa dia pilunya masalah berat lagi sehingga seperti ini lagi. " Batin Ridwan setelah usai memeriksa keadaan sahabat nya itu.


" Bagaimana ke adaan nya Ri, apa perlu di bawa ke rumah sakit....? . " Tanya Bu Dian.


" Tidak apa- apa Tante, untuk sekarang tidak perlu di bawah ke rumah sakit cukup selimuti saja tubuh nya dengan sesuatu yang hangat. Nanti kalau dia siuman tolong beri dia yang hangat- hangat juga. " Pesan Ridwan


Ia memperhatikan wajah sahabat nya itu sebelum akhir nya pamit kembali, karena pasien nya di rumah sakit juga sedang menunggu nya.


" Saya pamit dulu ya Tante, soal nya di rumah sakit juga masih banyak pasien. InsyaAllah tidak apa- apa. "


Bu Dian merasa lega dan mengucapkan Terima kasih pada Ridwan.


" Ya sudah Nak Ridwan, makasih karena sudah datang menyempatkan waktu datang kemari, Hati-hati di jalan. " Ucap Bu Dian ramah.


" Tidak apa- apa Tante, ini sudah tugas saya. Kalau ada apa- apa, Tante jangan segan- segan untuk hubungi saya langsung. InsyaAllah saya akan usahakan untuk datang. "


*


*


*


Bu Dian bingung sejak tadi Ia teriak- Terima memanggil nama Siska namun yang di panggil tidak terlihat keluar atau pun terdengar siaran nya.


👄 Happy jum'at barokah 👄


Up lagi pagi- pagi, semoga semua nya suka ya. Jangan lupa ya dukungan nya, like and rate yang gratis. Untuk gift seikhlas nya saja, semoga berkah untuk semua🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2