
Dag dig dug mungkin itu yang di rasakan Dira, banyak hal mengejutkan yang Ia temui hari ini. Meskipun begitu Ia tetap berharap acaranya berjalan lancar dan niatnya sejak awal terlaksana dengan baik.
" Apakah bisa kita mulai sekarang atau masih ada yang keberatan dengan pernikahan ini " Tanya Pak penghulu.
Semua diam saja termasuk Nayla yang duduk di kursi roda, meskipun begitu sejak tadi matanya terus memandang keluar.
" Baiklah kalau
" Saya keberatan Pak Penghulu "
Sebuah suara yang tiba tiba terdengar membuat semua orang menoleh, nampak semua orang terkejut.
" Kamu, untuk apa lagi kamu kemari " Tanya Pak Burhan, sedangkan yang lainnya diam saja.
Hanya ada Nayla dan juga Bu Rossa yang mulai nampak tersenyum.
" Maaf Pak karena sebelumnya saya lancang, tapi Bapak bisa tanyakan sendiri pada wanita yang ada di samping Mas Andre, kalau itu masih kurang juga maka Bapak bisa bertanya pada Putri Bapak sendiri, yaitu Kak Nayla, karena Kak Nayla juga mengetahui siapa Wanita itu "
..." Ya Allah, keberanian dari mana yang di dapatkan Alya sehingga berani berkata tegas tanpa rasa takut seperti itu pada Ayah. Hm... gadis bar bar ku telah kembali " Batin Andre....
Sebenarnya ada kebahagiaan tersendiri di hatinya namun sekuat tenaga Ia tutupi. Banyak di antara tamu yang nampak kebingungan tak terkecuali Pak Burhan, Asrul dan juga Andre.
" Hei kamu wanita jadi jadian, apa apaan ini. Siapa yang mengijinkan mu datang kemari dengan membawa omong kosong. Kamu masih tidak bisa Terima ya kalau keluarga ini ternyata lebih memilih aku, gadis baik baik di banding dirimu, gadis pembawa masalah. Pergi kamu dari sini " Bentak Dira.
Ia tidak mau acaranya lagi lagi tertunda bahkan bisa saja kemungkinan akan batal kalau gadis itu ada disini.
" Cukup "
" Dira, coba jelaskan apa yang di katakan nya itu, apa maksud ucapannya itu. Atau kamu sayang, apa maksud wanita itu Nak, kamu tahu apa sayang "
__ADS_1
Burhan balik bertanya dengan lembut pada Putrinya.
" Ayah kenapa Ayah tidak dengarkan saja dulu apa yang di katakan calon menantu Ayah itu " Nayla membuka suara.
Burhan berbalik serta bertanya pada Dira yang sejak tadi sudah gugup karena bingung harus berbuat apa.
..." Apa yang harus aku jelaskan Ayah, wanita ini mengada ngada, mungkin dia masih tidak Terima karena Ayah ternyata lebih memilih aku sebagai Istri Mas Andre yang sudah hamil anak Mas Andre cucu Ayah ketimbang dia seorang Pela*** "...
Alya terkejut, bagaimana bisa Ia di katakan seorang Pela*** sedangkan Andre tertunduk dengan wajah sedih. Bayangan beberapa minggu yang lalu kembali terngiang di benaknya. Ia benar benar membenci Alya, membenci wanita yang selama ini sudah mengisi relung hatinya.
" Sudah cukup, kalau kamu tidak punya bukti yang kuat jangan asal bicara. Sebaiknya kamu pergi dari sini "
Andre menunduk setelah mengucapkan kata yang sebenarnya bertentangan dengan hati kecilnya.
" Mas Andre, bagaimana mungkin kamu bertanggung jawab pada sesuatu yang bukan salahmu. Aku kemari hanya ingin menolong mu Mas, cobalah buka mata hati kamu, apa kamu tidak merasakan sesuatu hal yang ganjal" Ucap Alya kecewa.
Sepertinya sudah tidak ada harapan lagi untuknya, dan percuma saja Ia mengatakan apa pun.
Alya menarik nafas panjang, sudah cukup semuanya. Kalau di teruskan Ia akan mendapat malu sendiri.
Tidak ingin mendapat malu lagi Alya segera berlari keluar sambil menangis Ia melempar satu persatu aksesoris yang Ia kenakan.
Sebelumnya Nayla memerintahkan beberapa perias untuk menyulap Alya agar terlihat cantik. Mereka mengajarkan pada Alya apa yang harus Ia katakan, tapi saat ini Alya benar benar kecewa ternyata Ia hanya berdiri sendiri. Ia datang kemari hanya untuk mempermalukan dirinya sendiri.
Satu persatu yang ada di badannya Ia lempar bahkan sepatu yang Ia gunakan pun hilang entah kemana.
" Hei, kenapa kamu lari dan ini kenapa "
Alya terkejut karena seseorang menarik tangannya, Ia mendongakkan kepalanya melihat tubuh kekar siapa yang Ia tabrak.
__ADS_1
" Pak, Pak Romi " Isak Alya
Romi menggelengkan kepalanya melihat wajah menyedihkan gadis itu, gadis yang Ia tolong beberapa minggu yang lalu dengan kondisi yang sama menyedihkan nya.
" Kak Romi, bukan Pak Romi. Tenang Dek tenang "
Romi tanpa sungkan memeluk Alya begitu juga Alya yang memang sedang bersedih ikut memeluk Romi.
" Aku malu Kak, sangat malu. " Isak Alya dalam pelukan Romi.
***
Acara yang penuh drama pun akhirnya di lanjutkan, dan Dira kembali tersenyum. Kali ini semua akan berjalan lancar tidak akan ada lagi pengganggu. Namun baru saja akan di ucapkan ijab qobul lagi lagi semua di kejutkan dengan sebuah kenyataan.
Sebuah rekaman percakapan terdengar sangat jelas di telinga para tamu undangan dan banyak yang bertanya tanya mengenai hal itu.
" Suara siapa itu " Bisik bisik tetangga semua yang hadir disana.
" Itu suaraku Mas, Maaf Mas Andre kalau aku menghancurkan pernikahanmu. Apa Mas benar benar ingin menikah dengannya, bahkan kalau anak yang di kandungnya itu bukan anak Mas "
Dira langsung berdiri ingin memberikan pelajaran pada Nayla setelah mendengar ucapan Nayla yang dengan terang terangan menyudutkan dirinya.
Sebuah tamparan hampir saja mendarat di wajah Nayla kalau saja Andre tidak menghalangi tangan Dira.
" Apa apaan kamu hah, jangan coba coba kau menyentuh Adikku. Kamu pikir kamu siapa berani sekali kamu menyakitinya, jangan coba coba menyakitinya di depan mataku kalau kau tidak ingin kehilangan tangan kesayangan mu ini "
Matanya nampak memerah menahan amarah, bahkan Asrul sebagai suaminya bergidik ngeri. Kali ini Ia benar benar percaya betapa sayangnya Andre pada Istrinya itu.
" Tapi Mas, dia bicara omong kosong " Dira membela diri
__ADS_1
" Diam Dira......! Aku lebih percaya seribu kali lipat padanya di banding kamu, karena hanya aku yang tahu bagaimana adikku. Dia tidak akan mengucapkan sesuatu tanpa bukti, apalagi dengan sengaja menghancurkan kebahagiaan ku "
Andre memerintahkan Penghulu untuk pergi dan meminta maaf.