
🌻🌻🌻
Happy happy, hadir lagi dengan kehaluan Ais. Maaf kalau tidak sesuai dengan pemikiran readers semua, semoga suka dan jangan lupa bagi dukungan ya walau hanya like and rate. Semoga kebaikan semua nya berbalik menjadi berkah.
💞 Selamat membaca 💞
💞
Karena ketakutan akan kehilangan semua memori Kamila, seluruh keluarga tidak ada lagi yang berani mengungkit soal Ibu kandung Kamila.
Menjelang siang di sebuah pusat perbelanjaan, Alwi serta Bu Dian menghabiskan waktu di sana. Bu Dian yang memang sangat menyayangi cucu nya itu begitu memanjakan Alwi, Ia mampu memenangkan hati anak itu kalau sedang merajuk.
Sama seperti sebelum nya, Alwi merajuk karena ingin bertemu Nayla. Bu Dian selalu mengajak nya kesegala tempat dengan berbagai alasan.
Hari ini mereka ke pusat perbelanjaan hanya karena Bu Dian beralasan membelikan pakaian untuk Nayla, agar kelak kalau dia kembali sudah tidak repot lagi karena semua keperluan nya sudah lengkap.
Alwi begitu antusias memilihkan baju baju, sepatu serta tas yang cocok untuk sang Mama, dengan harapan Mama nya akan senang setelah kembali.
" Oma yang ini bagus, Mama pasti suka. " Seru Alwi ketika melihat sebuah kerudung dengan motif bunga.
Bu Dian setuju setuju saja dengan pilihan cucu nya tersebut.
__ADS_1
" Oma, kita belikan untuk Ibu juga ya. Kasihan Oma, kalau Ibu tidak di belikan. Alwi kan juga sayang sama Ibu. "
Alwi berharap sang Oma bisa memenuhi ke inginan nya dan ternyata lagi lagi Bu Dian mengabulkan semua nya.
Hari ini mereka membeli banyak sekali keperluan wanita.
" Siska.......! Cepat kemari, kenapa jalan saja lama. "
Siska yang kebetulan di perintahkan Asrul langsung untuk menemani Bu Dian dan Alwi berbelanja hari ini. Walau dengan terpaksa dan dengan wajah cemberut, Siska harus menuruti ke inginan suaminya demi kelangsungan rumah tangga nya.
" Sial, kalau bukan karena Mas Asrul aku tidak akan sudi menemani anak haram ini. Dasar anak pembawa ****. " Gerutu batin Siska.
Ia berjalan sedikit berlari ke arah Bu Dian dan membawakan belanjaan yang di serahkan Bu Dian pada nya.
" Bawa nya yang benar, itu kenapa wajah nya cemberut begitu. Apa kamu tidak suka menemani kami di sini, biar aku telpon Romi untuk bawakan belanja nya. "
Siska terkejut mendengar nama Romi di sebut, menelpon Romi sama saja bunuh diri. Karena Romi pasti masih di kantor, dan kalau Romi pergi pasti ijin pada Asrul.
" Tidak Bu tidak perlu, aku senang Bu. Yuk kita mau beli apa lagi. " Ucap Siska sembari berjalan memegang banyak nya belanjaan yang di pilih Alwi.
*
__ADS_1
*
*
*
Di sebuah ruangan tertutup tiga orang Pria sedang membicarakan hal yang sangat penting.
" Banyak kejanggalan dalam sidang awal, bagaimana kalian tidak bisa menemukan nya. Reihan, Andre, aku minta untuk kali ini kalian bekerja sama. Kumpulkan semua bukti yang coba Ia tutupi selama ini, aku juga punya kartu AS mereka terutama wanita itu. Dia akan tahu akibat nya karena bermain- main dengan ku. Kalau bukan karena Nayla yang melarang aku menghancurkan Pria itu, sudah ku hancurkan berkeping- keling. "
Andre yang melihat nyata kemarahan di wajah Ayah nya menjadi khawatir akan kesehatan sang Ayah.
" Sudahlah Ayah, jangan terlalu di pikirkan lagi. Ayah kan baru saja pulih dari sakit dan masih perlu istrahat. Biar Aku, Abang Ilham dan juga Reihan dan pengacara aku yang pikirkan hal ini. Lebih baik sekarang Ayah pulang dan Istrahat ya, kalau ada kabar aku pasti akan kabari Ayah secepat nya. "
Pak Burhan menuruti apa yang di katakan Andre, memang benar kondisi nya masih belum pulih total. Masih ada rasa nyeri paska operasi akibat terjadi nya penembakan itu.
Sore hari seperti biasa Nayla akan mampir melihat anak nya walau hanya dari jauh, dan seperti biasa hati nya tenang setelah melihat interaksi antara anak nya dan juga Bu Dian.
" maafkan Mama Nak belum bisa menemui kamu, padahal Mama ingin sekali memeluk kamu Nak. " Batin Nayla.
" Maafkan Ibu Nak, Ibu sudah ikut mendukung Asrul dalam memisahkan kalian. "Batin Bu Dian.
__ADS_1
Iya, tanpa di sadari Nayla ternyata Bu Dian mengetahui kalau Nayla selalu menyambangi Alwi dari jarak jauh sepulang kerja. Untuk itulah di jam yang sama Bu Dian akan mengajak Alwi bermain di taman depan, agar menantu nya itu dapat melihat Putra nya walau hanya dari jarak jauh.