
Pagi hari Andre bangun karena penciuman nya lagi lagi terganggu dengan aroma tubuh istrinya yang sudah seperti candu baginya.
Ia membuka matanya pelan dan tiba-tiba meloncat dari tempat tidur memeluk tubuh Istrinya yang sedang duduk di depan meja rias.
" Sayang "
Suara khas bangun tidur El terdengar makin seksi di telinga Rena apalagi Pria itu dengan nakalnya mengendus endus leher dan tengkuk Rena, hampir saja Ia hilang kendali kalau sampai tidak segera sadar bahwa suaminya itu harus kembali bekerja.
" Mas, sudah dong. Coba lihat ini sudah jam berapa, bukannya Mas harus berangkat bekerja "
Andre tetap pada aktivitas nya, Ia bahkan ******* ***** dua bukit kembar di balik sarungnya.
" Sebentar saja sayang "
Rena menghela nafas berulang kali karena takut terbuai dalam sentuhan lembut suaminya itu.
" Mas, bukankah katanya hari ini ada pertemuan penting dan tidak bisa di wakilkan "
Mendengar ucapan Istrinya akhirnya Andre berhenti dari aktivitas nya, namun sebelum masuk kamar mandi Ia lebih dulu meminta jatah ciuman yang awalnya lembut namun akhirnya berakhir panas karena sifat mesum keduanya.
" Mas ih, sudah mandi sana, aku tunggu di bawah "
Andre tertawa cengengesan, segera Ia berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
***
Andre sedang memeriksa beberapa berkas di ruangannya ketika tiba-tiba pintu di ketuk dari luar, Andre yang mengira itu adalah sekertaris Orang langsung mempersilahkan untuk masuk.
" Silahkan masuk " Jawab Andre tanpa melihat siapa yang mengetuk pintu.
Ia kembali melanjutkan aktivitas nya memeriksa berkas yang masih menumpuk di atas meja.
Samar Samar Andre mendengar bunyi yang tidak biasa, Ia mengangkat wajahnya dan terkejut melihat siapa yang datang.
Dia adalah Ayunda, Putra dari Tuan Adhyaksa yang nampak tersenyum menggoda padanya. Bodynya yang bsk gitar spanyol seakan meliuk liuk setiap kali Ia melangkah.
" Kamu "
" Iya Mas Andre, ada apa. Kok kaget gitu melihat aku " Ayunda berdiri tepat di samping Andre yang masih duduk di kursi kejayaannya.
" Cukup, jangan mendekat. Bisa tidak kamu mundur beberapa langkah "
__ADS_1
Andre bingung kenapa wanita itu sampai ada di ruangannya padahal seingat nya Ia bahkan tidak ada janji temu dengan bos properti atau anak dari rekan kerjanya itu.
" Tidak bisa Mas, bukankah aku memang harus dekat dengan mu, apa kamu lupa " Ayunda semakin berani menggoda Andre.
Ia bahkan mengelus pelan jas Pria itu, tangan lentiknya mulai nakal meraba raba tubuh Pria itu.
" Cukup, bisa tidak kamu jaga sopan santun mu itu. Apa maksudmu lupa, kita bahkan tidak pernah saling kenal sebelum nya. Jangan sok akrab, kalau bukan karena kerja sama itu Aku tidak akan ingin mengenal orang seperti mu. Sekarang aku minta padamu untuk pergi dari sini, jangan ganggu aku "
Andre mulai termakan emosi karena Ia mulai merasa tidak nyaman dengan sikap wanita di depannya.
" Kok kamu gitu sih Mas, bukankah kamu sendiri yang menandatangi perjanjian itu, kamu juga menginginkan aku kan "
Andre menepis tangan Ayunda yang tiba-tiba saja memeluknya, karena gerakan spontanitas itu membuat wanita bertubuh tinggi itu jatuh.
" Aww Mas, kok kasar sih jadi cowok, sakit tau "
Ayunda meringis dan merintih dengan suara semanja mungkin. Andre yang terkejut melihat wanita di depannya tersungkur akhirnya dengan rasa kemanusiaan Ia pun membantunya, di ulurkannya tangannya membantu wanita itu untuk berdiri.
Ayunda bersorak dalam hati akhirnya rencana nya berhasil, dengan senang hati Ia mengangkat tangannya menyambut uluran tangan Andre, Ia menarik tubuhnya dengan keras hingga menubruk tubuh tegap Andre.
" Ish hati hati dong "
" Baiklah, sekarang cepat pergi dari sini sebelum aku bersikap lebih kasar padamu "
Ayunda pergi meninggalkan tempat itu, walaupun sedikit kecewa namun Ia juga senang karena paling tidak dia sudah berhasil masuk dan bertemu langsung dengan Pria itu dan bonusnya lagi mereka hanya berdua.
Prans melangkah tergesa-gesa setelah mendapat panggilan dari Andre keruang kerjanya, hari ini memang Ia belum langsung menemui Bos nya itu langsung karena semua berkas yang harus di periksa serta tandatangani sudah Ia siapkan di atas meja kerja Andre dan Ia masih mengurus yang lainnya.
" Iya Pak "
" Kenapa wanita itu bisa masuk keruangan ku, apa gunanya kalian dan apa resepsionis di depan ketiduran atau tidak bekerja hari ini "
Prans bingung, Ia tidak mengerti apa yang di maksud Andre, maklum dia tadi memang sedang sibuk mengerjakan sesuatu yang penting sehingga tidak mengetahui apa yang terjadi.
Ia mengambil ponselnya dan memeriksa nya, matanya memicing dan terkejut.
" Maaf Pak "
Prans menunduk penuh perasaan bersalah, Ia sudah lalai menjalankan tugasnya yakni menjaga keamanan atasan nya itu.
" Sudahlah, sekarang panggil resepsionis itu kemari " Prans segera melakukan tugasnya.
__ADS_1
***
Andre kembali ke rumah dengan perasaan lelah, lelah karena insiden yang terjadi di kantor pagi tadi berhasil membuat mood nya buruk sepanjang hari.
" Assalamu'alaikum "
Andre yang baru pulang mencari Istrinya di lantai bawah namun tidak nampak, akhirnya Ia langsung ke kamar.
" Wa'alaikum salam, Mas.... sudah pulang "
Rena menyambut kedatangan suaminya dengan wajah sumringah, Ia mencium punggung tangan Andre.
" Lho kenapa wajahnya kusut gitu, capek ya " Rena membantu Andre melepas jasnya dan mengambil tas kerja dari tangan Andre.
Andre mengangguk pelan masih dengan wajah kusut.
" Mau di pijit, mau di buatkan minum atau mau mandi mandi dulu " Tanya Rena lembut.
Andre nampak bengong
" Mas mandi saja dulu sayang "
Rena mengangguk masih dengan senyum tak lepas dari bibirnya.
" Baiklah, Mas mandi dulu Rena ke bawah buatkan minum nanti Rena pijitin deh biar lelahnya hilang "
Akhirnya Andre bisa tersenyum, suara manja Istrinya membuat moodnya mulai membaik. Ia masuk ke kamar mandi, Rena membawa baju kotor milik Andre ke keranjang tempat pakaian kotor di letakkan. Ketika akan menjauh matanya menangkap sesuatu.
" Apa ini, bekas lipstik wanita. "
Hati Rena tiba-tiba berdenyut, semakin terngiang ucapan rekan kerjanya bahwa suami yang tidak pernah nampak protes mungkin sudah menemukan rasa nyaman lain di luar.
" Apa benar Mas Andre menghianati pernikahan yang baru seumur jagung ini " Gumam Rena.
Banyak dugaan buruk muncul di benak Rena membuatnya merasa sakit hati.
...****************...
Alhamdulillah bisa up lagi, yuk yang mampir mohon tinggalkan jejaknya ya.
Like, komen, rate, fav makasih.
__ADS_1