Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Mulai ada perkembangan


__ADS_3

Andre benar-benar terusik dengan ucapan orang-orang yang berada di dekatnya, tidurnya pun menjadi tak tenang. Ia bangun pagi hari karena alarm yang di pasangnya, andai hari ini pekerjaan nya tidak terlalu penting dia tidak ingin bangun jam segini, karena rasa ngantuk yang masih menyerangnya begitu sangat menyiksa.


" Andre, apa kamu sakit Nak " Tanya Rossa yang melihat wajah pucat anaknya.


Andre melangkah malas, malam tadi Ia baru bisa memejamkan mata jam empat subuh dan terbangun jam tujuh.


" Nggak Bu " Andre bingung untuk menjawab, karena apapun yang menjadi jawabannya pasti ujung-ujungnya di suruh nikah secepatnya.


Rossa menyiapkan sarapan untuk putra keduanya.


" Pasti kamu capek kerja lagi, kapan kamu akan merubah kebiasaan buruk mu yang seperti ini Nak. Ibu nggak tahu lagi apa yang harus Ibu perbuat agar kamu bisa lebih baik dan hidup teratur " Terdengar rasa putus asah pada ucapan Rossa.


Andre selalu merasa tidak tega pada sang Ibu.


" Ibu jangan khawatir, Andre akan baik baik saja. Ibu juga tidak perlu melakukan apapun untuk Andre, cukup Do'a terbaik Ibu agar semua yang Andre usahakan segera tercapai dengan hasil yang maksimal "


Rossa tersenyum hangat, tanpa di minta pun Ia akan selalu mendoakan Putra dan Putrinya agar selalu dalam lindungan Tuhan, selalu bahagia dengan apapun yang menjadi pilihan mereka selama itu baik.


" Itu sudah pasti Nak ! Ya sudah, sekarang kamu sarapan dulu baru berangkat "


Andre tersenyum dan dengan cepat menghabiskan sarapan buatan sang Ibu, setelah itu Ia berpamitan.


......................


Ia menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat tanpa ada yang terlewat.


" Bagaimana perkembangan perusahaan itu sekarang " Tanya Andre pada sekertaris resenya.


" Semua berjalan lancar seperti yang Anda rencanakan "

__ADS_1


Andre hampir saja tersedak salivanya sendiri ketika melihat wajah serius sekertaris nya, biasanya juga dia tidak pernah seperti ini.


" Apa kamu sedang sakit " Tanya Andre memicingkan salah satu matanya.


Sekertaris melihat sekeliling mungkin ada orang lain selain dirinya namun karena tidak ada Ia pun menunjuk dirinya sendiri.


" Aku " Andre mengangguk mengiyakan.


" Oh nggak, aku baik baik saja, memangnya kenapa " Jawabnya santai.


" Hm tidak apa apa, hanya saja kamu nampak berbeda pagi ini. Biasanya kamu bicara semaumu saja sekarang seperti sedang irit "


Sekertaris tersenyum


" Aku harus melihat kondisi saat dimana aku bicara, sekarang aku bicara dengan orang yang lebih tua jadi harus mulai memilah milih kata " Sekertaris bersorak dalam hati.


Kali ini Ia pasti menang, Ia tidak akan berhenti menjalankan misinya hingga sukses. Bukan hadiah yang Ia inginkan, namun Ia juga miris melihat Bos nya itu.


Andre kembali berfikir, Ia harus berubah. Semakin kesini Ia juga mulai terusik dengan ucapan mereka yang selalu tidak pernah berhenti meledek nya.


" Aku nanti pulang awal, tolong kamu handle semuanya "


Sekertaris hanya mengangguk, tentu saja ini adalah tugasnya sebagai bawahan. Namun selain bawahan di kantor kini tugasnya bertambah lagi, tapi Ia senang melakukannya.


Sekertaris mengemudi mobilnya pelan tak ingin ketahuan.


" Ngapain Bos kemari, astagfirullah "


Sekertaris terkejut ketika melihat tempat apa yang di tuju Bos nya saat ini, namun tidak lama Ia pun tersenyum. Itu pertanda usaha mereka ada perkembangan, Ia harus segera memberi laporan sekarang. Setelah itu langsung kembali ke kantor, tugas yang di bebankan untuknya sangat penting dan tidak bisa Ia tinggalkan begitu saja.

__ADS_1


" Selamat siang Pak, mari silahkan masuk. Maaf apa yang bisa kami lakukan untuk Bapak "


Meskipun terkejut dengan panggilan gadis di depannya namun Ia tidak bisa marah kali ini. Dengan tampak kikuk Andre mulai mengatakan maksudnya mendatangi tempat itu.


" Mana pemilik tempat ini "


Gadis di depannya nampak ketakutan, Ia berpikir tidak melakukan salah apapun.


" Panggil saja, aku hanya ingin bertanya sesuatu hal "


Mendengar itu sang gadis bisa bernafas lega, Ia masuk kedalam memanggil yang empunya tempat Ia bekerja.


Tidak lama kemudian kekuarlah seorang wanita cantik dengan senyum mengembang di bibirnya.


" Iya Pak, ada yang bisa kami bantu "


Andre menatap sekeliling, seumur umur dirinya belum pernah menginjakkan kaki di tempat seperti itu, ini adalah perdana Ia kesana dan itupun atas saran dari sekertaris nya beberapa hari yang lalu.


" Oh--- aku ingin terlihat lebih muda apa kalian bisa " Ucapan bodoh Andre akhirnya keluar juga.


Sejak tadi Ia mempersiapkan pertanyaan apa yang akan Ia berikan kalau sudah tiba di tempat itu, wanita itu tersenyum manis pada Andre.


" Tentu saja bisa Pak, mari ikut saya Pak "


Andre mengikuti langkah wanita di depannya, dalam hati Ia menyesali karena sudah datang ke tempat seperti itu.


..."Ini semua karenamu sekertaris, awas saja kalau semua ini tidak berhasil. Bukannya jadi muda malah aku semakin nampak tua " Batin Andre. ...


Andre duduk berhadapan dengan wanita pemilik tempat itu. Kalau di pikir pikir Andre adalah orang bodoh, Ia punya uang yang banyak, untuk perawatan nya Ia bisa memilih perawatan terbaik bahkan bisa berkonsultasi dengan Dokter khusus, bukan nya datang ketempat yang biasa di datangi ekonomi menengah kebawah.

__ADS_1


Wanita itu menjelaskan beberapa perawatan yang ada disana agar Andre bisa memilih apa yang Ia perlukan saat ini.


__ADS_2