Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Permintaan Pak Hendrik


__ADS_3

Alya masih menunggu wanita di depannya itu beraksi.


..." Kenapa belum makan juga apa perlu aku suapi, maklum Nyonya rumah ini hampir jompo jadi harus di rawat. "...


Alya tiba - tiba memasukkan satu suapan kemulut Anggun ketika mulut wanita itu menganga saat hendak memaki Alya yang menyebutnya hampir jompo.


..." Ueek, Ueek " Anggun lari terbirit birit memuntahkan semua isi di mulutnya, membasuh nya dengan air kran yang mengalir....


Wajahnya memerah karena menahan amarah, menatap Alya dengan nyalang.


......" Kenapa hm.. enak ya jompo ! Makanya jadi orang jangan jahat, kamu rasakan sendiri saja apa makanan itu layak untuk di konsumsi " Alya terkekeh geli melihat keadaan Anggun. ......


Anggun menatap wajah Alya, sampai detik ini Ia masih belum bisa percaya kalau wanita di depannya ini yang nampak lemah ternyata mampu melawannya.


..." Aku harus cari cara lain untuk menyingkirkan nya dari rumah ini "...


..."Heh ja**** aku akan buat kau keluar dari rumah ini cepat atau lambat, silahkan kau bersenang-senang sebelum aku buat kau menjadi gelandangan "...


Anggun melangkah pergi setelah mengucapkan ancaman untuk Alya.


..." Siapa takut, aku tunggu Nenek sihir. "...


Alya mengelus dadanya pelan setelah kepergian Anggun, Ia menjatuhkan bokongnya di kursi yang sebelumnya Ia tempati.


..."Tenang Alya, kamu pasti bisa " Alya lagi lagi menyemangati dirinya sendiri....


Terdengar tepuk tangan riuh dari dapur dan beberapa pekerja disana nampak tersenyum.


Prok prok prok !


Alya menoleh ke asal suara, nampak beberapa PRT sedang melangkah ke arahnya.


..." Wah wah Non Alya hebat, hebat pake banget deh pokoknya, Bibi salut loh Non " Seru salah satu dari mereka sambil menautkan jarinya membuat huruf O....

__ADS_1


" Ah tidak juga Bi, biasa saja. Sebenarnya..... "


" Tidak apa apa Non, nggak dosa juga kalau melawan si nenek sihir. Selama ini beliau memang selalu berlaku semena mena dan itu juga yang membuat Mas Erik memilih pergi dari rumah "


Alya tersenyum kecut ternyata itu alasan Erik tidak mau tinggal bersama orang tuanya, ya karena adanya Ibu tirinya yang rupanya ingin menyingkirkan nya.


..." Hm baiklah mari kita bersenang-senang " Batin Alya....


" Sudah sudah jangan bergosip lagi, ayo kembali bekerja, mau nanti gajih kalian di potong lagi karena ketahuan bergosip " Tegur Bi Lela.


Alya lagi lagi terkejut dengan kondisi rumah itu, ternyata bukan hanya dirinya yang memiliki masalah, melihat semua itu membuat Alya menyadari satu hal, masih banyak yang lebih parah darinya.


Alya membawakan teko tempat air hangat buat Pak Hendrik, Ia mulai melakukan tugasnya setelah sebelumnya bertanya pada Bi Lela apa saja yang di perlukan oleh Pak Hendrik.


Sebelum masuk Ia menyempatkan mengetuk pintu namun tangannya mengambang di atas udara, perlahan samar samar terdengar suara orang berbicara di dalam ruangan Pak Hendrik.


" Apa Pak Hendrik sudah bangun dan lagi anu.... "


" Ah bawa nya nanti saja, kalau berdiri terus disini lama lama aku bisa karatan atau tulang tulang ku jadi keropos " Batin Alya.


Baru akan memalingkan badan terdengar pintu kamar itu terbuka, Alya nampak terkejut dengan kehadiran Anggun yang berdiri di pintu dengan penampilan sesuai namanya.


" Eh Bu... maaf aku hanya mau ngantar ini saja " Ucap Alya yang langsung melenggang masuk.


Anggun ingin menahannya namun mengingat urusannya lebih penting lagi dari mengurus wanita seperti Alya, itu yang ada di benak Anggun.


" Ah sudahlah, biarkan saja. Urusan ku lebih penting "


Alya masuk dan meletakkan teko pada tempatnya, Ia memandang wajah Pria yang masih tertidur di ranjang dengan ukuran besar itu.


Ia kemudian beranjak meraih sesuatu yang Ia letakkan sebelumnya.


" Ah pasti yang tadi sudah tersimpan disini, maafkan aku Pak Hendrik karena menaruh barang ini tanpa ijin. Tapi tenang saja semua akan aman di tanganku kok Pak, aku harus menjalankan tugasku dengan sebaik mungkin "

__ADS_1


" Al.... " Panggil sebuah suara.


Alya menoleh dan nampak Pak Hendrik yang seperti nya sudah bangun.


" Eh Bapak sudah bangun, oh bentar "


Alya mengambil gelas dan menuangkan air yang Ia bawa sebelumnya ke dalam gelas itu serta menyerahkannya pada Pak Hendrik.


..." Ini Pak di minum dulu "...


Pak Hendrik menerima gelas itu dan meminum isinya sampai tak tersisa. Ia memindai sekeliling mencari sesuatu namun tak nampak.


" Bapak mencari Ibu ya, tadi barusan pergi dan seperti nya terburu-buru "


Nampak Pak Hendrik mengangguk kecil menanggapi ucapan Alya yang seperti mengerti apa yang Ia sedang pikirkan.


" Bapak mau makan, biar aku siapkan dulu "


Pak Hendrik nampak berpikir sejenak.


..." Hm Alya, apa kamu bisa bikin kue cake dengan rasa vanila plus coklat " Tanya Pak Hendrik penuh harap....


Dahi Alya berkerut menandakan kalau Ia sedang serius memikirkan sesuatu.


......" Bapak mau makan itu " Tanya Alya memastikan dan Pak Hendrik pun mengangguk mengiyakan. ......


" Iya Alya, Bapak sangat menyukai nya tapi sudah beberapa hari ini Bapak tidak menikmati kue itu. Tapi sudahlah, tidak usah sampai memikirkan terlalu jauh, lihat tuh dahinya sampai berkerut begitu, jelek tahu " Ledek Pak Hendrik.


Alya tertawa cengengesan


..." Tenang Pak, tunggu Alya buatkan dulu ya. Bapak tunggu disini saja dulu "...


Pak Hendrik menatap kepergian Alya dengan wajah terkejut, Ia tidak menyangka kalau gadis itu menyanggupi permintaan nya.

__ADS_1


__ADS_2