Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Itu bukan aku kan


__ADS_3

Tak tak tak bunyi langkah kaki menggema seisi ruangan.


" Rossa......... ! Mana anak kesayangan mu itu, bikin masalah saja. " Teriak Pak Burhan


Bu Rossa langsung berdiri dan menyambut kedatangan suaminya itu.


" Ada apa sayang, kenapa datang datang langsung marah marah seperti ini. Ingat jantung, lagi pula siapa yang Mas maksud " Tanya Rossa kemudian.


..." Mas Burhan sampai semarah ini ada apa, tidak biasanya dia memanggil aku seperti ini " Batin Rossa....


" Siapa lagi, itu anak anakmu bikin ulah. Ini semua karena kamu terlalu memanjakannya dan membebaskan mereka dengan pilihannya sendiri makanya mereka seenak jidatnya saja "


Rossa menggandeng tangan suaminya untuk masuk ke kamar guna menghindari masalah lebih lanjut, namun sayang hal itu tidak berhasil.


" Kamu...... ! Oh ternyata benar isu di luar sana, kau masih hidup. Dasar manusia siluman, beraninya kau menginjakkan kaki mu yang kotor itu di rumahku " Bentak Pak Burhan.


Alya yang bingung sontak memeriksa kakinya sepertinya tidak ada masalah, sebelum kemari dia sudah mencuci kakinya dan sejak tadi dirinya tidak menginjak tanah tanpa alasan kaki, bagaimana mungkin kakinya menjadi kotor.


Burhan menatap dari atas sampai bawah sembari memaki dan mencibir. Alya semakin bingung dengan keadaan saat ini, kenapa semua yang melihatnya begitu membenci nya seakan mereka sudah pernah bertemu sebelumnya dan Alya melakukan kesalahan yang sulit untuk di maafkan.

__ADS_1


" Ayah, cukup.......! dia bukan Siska tapi Alya. Dia wanita yang aku cintai saat ini, aku mengajaknya kemari untuk memperkenalkan pada Ayah dan juga Ibu bukan untuk mempermalukan dia atau membuat Ayah dan Ibu serta seisi rumah ini memarahinya "


Plak...... " Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Andre menyusul teriakan dari Alya dan Rossa.


" Pak..... ! Mas....... " Teriak kedua wanita itu bersamaan.


" Ada apa ini Pak, Bu.....! Saya sungguh tidak mengerti, kenapa seisi rumah ini seakan membenci kehadiran saya. Saya memang orang miskin dan tidak punya apa apa, jika kehadiran saya disini mengganggu maka saya mohon maaf, saya akan pergi sekarang juga "


..." Maafkan aku Mas Andre, seharusnya aku memang tidak datang kemari. Karena aku Mas jadi terkena amarah dari orang tua Mas. Memang seharusnya kita tidak bersama, aku.... aku akan pergi dari hidupmu, aku tidak mau kamu berada dalam masalah karena aku " Batin Alya....


" Mas, aku pergi " Pamit Alya masih dengan berjuta tanda tanya di benak nya.


" Pembawa masalah...... ? Masalah apa Pak, saya bahkan baru kali ini berjumpa dengan keluarga ini bagaimana mungkin saya bisa membawa masalah "


Terdengar tawa Pak Burhan yang menggema seisi ruangan, tawa yang begitu mengerikan bagi Alya.


Prang......... ! " Sebuah bingkai foto terlempar tempat di dekat kaki Alya dengan kaca yang pecah serpihan nya bahkan mengenai kaki gadis itu.


Ia merasa perih tapi hal tidak di hiraukan nya, fokusnya teralihkan pada foto seorang wanita yang ada di dalam bingkai tersebut.

__ADS_1


" Aku....... ! Tapi...... tapi bagaimana mungkin fotoku bisa ada disini " Gumam Alya shock.


" Sayang....... Awas..... jangan bergerak, banyak beling aku takut kamu terluka "


Andre segera menggendong tubuh Alya pergi menjauh dari tempat itu. Sementara yang lain masih nampak shock dengan keadaan saat ini.


" Mas...... itu..... itu siapa Mas, kenapa wajahnya sama persis denganku. Itu bukan aku kan, tapi kalau itu aku kenapa fotoku bisa berada di rumah ini " Tanya Alya di dalam pelukan Andre.


" Tidak apa apa sayang, semuanya hanya salah faham. Jangan pikirkan itu dulu, sekarang kita harus mengobati kakimu lebih dulu " Andre menatap dalam mata kekasihnya itu, Ia merasa bersalah dengan semua kejadian saat ini.


Sementara Andre membawa pergi Alya dalam pelukan nya seseorang yang menyaksikan itu dari jauh nampak kebakaran.


" Sial, bukannya dalam masalah mereka malah bermesraan. Awas saja loh Alya, aku tidak akan membiarkan kamu merebut apa yang harusnya menjadi milikku. " Sembari berlalu pergi dari sana


" Pelan pelan saja Mas, aku tidak apa apa ini tidak sakit, lagi pula luka nya jauh dari jantung jadi tidak akan masalah "


Alya malah merasa tidak tega melihat kepanikan Andre padanya padahal luka nya tidak terlalu dalam.


" Bagaimana Dok luka nya tidak begitu serius kan " Tanya Andre khawatir.

__ADS_1


" Tidak apa apa Pak hanya tergores sedikit " Jawab Dokter.


__ADS_2