Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Terlambat Untuk Semua nya


__ADS_3

🍀🍀🍀


Asrul mengemudikan mobil nya dengan kecepatan normal, andai saja di dalam mobil itu hanya dia sendiri mungkin dia akan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena amarah yang ada di hati nya terasa ingin meledak.


" Lihat dirimu Nak, sebenar nya ada apa dengan mu. Kamu marah pada siapa, sehingga tembok yang tidak salah menjadi sasaran kemarahan mu. Makin lama Ibu makin bingung padamu, kamu marah karena Alwi ternyata lebihemilih Ibunya di banding kita atau ada hal yang lain " Tanya Bu Dian.


Asrul enggan menjawab pertanyaan Ibu nya, Ia memilih menahan diri agar tidak melampiaskan kemarahan nya pada wanita yang sangat Ia hormati dalam hidup nya itu.


Tiba di rumah Asrul turun dan melangkah cepat kedalam rumah, Bu Dian mengejar nya dari arah belakang.


" Nak..... tunggu, tangan mu di obati dulu biar tidak infeksi. Bibi...... tolong ambil kotak P3K di laci " Teriak Bu Dian


" Duduk sini dulu Nak, ayo biar Ibu obati dulu " Bujuk Bu Dian.


Wanita yang di panggil Bibi berlari tergopoh- gopoh membawa kotak yang di minta majikan nya.


Bu Dian mulai membersihkan dan mengolesi luka di tangan Putra nya.


" Dia bahkan tidak nampak kesakitan walau tangan nya seperti ini di bersihkan pakai alkohol. Ada apa sebenar nya, apa terjadi sesuatu pada nya " Batin Bu Dian


" Untuk apa Ibu mengobati tangan itu, luka di tangan itu tidak seberapa sakit nya di banding sakit di hati ini Bu. Kenapa aku merasakan hal ini Bu, hatiku sakit sekali melihat nya bersama Pria lain, ada rasa tidak rela Bu "


Asrul berkata itu pada Ibu nya tentu saja hanya dalam hati nya, Ia tidak punya kemampuan untuk mengatakan nya langsung pada Ibu nya.


" Ada apa dengan mu Nak, apa ada yang kamu sembunyikan dari Ibu. Katakan pada Ibu jika ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu " Bujuk Bu Dian lembut.


" Tidak apa apa Bu, aku naik ke atas dulu ingin istrahat " Sahut Asrul

__ADS_1


Ia melangkah menaiki anak tangga satu persatu menuju kamar milik nya dan duduk di bibir ranjang.


Ia mengingat kilas balik semua yang terjadi dalam hidup nya hingga hari ini, banyak kejadian yang berbanding terbalik dengan hati nya saat ini.


" Apa yang sudah aku lakukan " Gumam nya.


Ia mencari sesuatu yang sebelum nya Ia simpan rapat- rapat, setelah di temukan nya Ia kemudian membuka nya perlahan.


Kata demi kata Ia baca dengan teliti, ada rasa penyesalan yang mendalam di hati nya.


" Apa yang sebenar nya terjadi padaku, apa aku sebenar nya......


Asrul merasa lelah berpikir hingga akhir nya Ia tertidur masih dengan pakaian lengkap yang melekat di tubuh nya.


"


*


*


Bu Dian naik ke atas membawa nampak berisi makan siang untuk Putra nya, sampai di atas ternyata pintu tidak di kunci.


Bu Dian membuka pintu perlahan dan meletakkan barang bawaan nya di atas meja. Ia geleng geleng kepala melihat Asrul tertidur masih mengenakan pakaian lengkap bahkan sepatu pun masih melekat di kaki nya.


" Ada apa dengan mu Nak, Ibu tidak percaya kalau hanya karena gagal mendapatkan gak asuh Alwi kamu jadi seperti ini. Kamu marah marah tidak jelas, kamu melukai dirimu sendiri bahkan sekarang kamu melakukan hal yang tidak pernah kamu lakukan sebelum nya. Tidur tanpa membersihkan diri terlebih dahulu " Batin Bu Dian


Bu Dian perlahan melepas sepatu Asrul dan meletakkan nya pada tempat nya, baru saja akan melangkah keluar matanya menangkap sesuatu

__ADS_1


" Apa ini " Gumam Bu Dian


Beliau mengambil lembaran kertas yang ada ci tangan Asrul, alangkah terkejut nya melihat apa isi nya.


" Ini kan surat Nayla "


Bu Dian memandang kertas itu dan memandang Putra nya bergantian, men oba mengartikan apa yang sedang berlaku saat ini.


" Surat ini, kemarahan mu akhir akhir ini, apa kamu mulai menyadari perasaaan mu pada nya Nak. "


Bu Dian mundur beberapa langkah dan duduk di sofa yang ada di kamar itu.


" Ibu tidak tahu harus bagaimana Nak, apakah harus bahagia atau sedih. Ibu bahagia karena akhir nya setelah sekian lama kamu menyadari perasaan mu selama ini pada nya, namun Ibu juga sedih karena mungkin saja kita sudah terlambat untuk semua itu. Sudah terlalu banyak cerita yang kita berikan untuk nya, mungkin saat ini pintu hati nya sudah tertutup rapat untuk kita "


Bu Dian berkata seorang diri, hati nya sedih memikirkan nasib Putra nya. Bagaimana pun juga yang nama nya orang tua pasti akan bersedih ketika melihat anak nya sedih dan tidak bahagia.


Bu Dian turun ke bawah dan membawa serta makanan yang tadi Ia bawa ke atas.


Bibi yang ada di dapur pun bingung melihat wajah majikan nya yang muram tidak seceriah sebelum nya, belum lagi makanan yang Ia sediakan pun masih utuh tidak tersentuh sama sekali.


" Masukkan lagi kedalam kulkas Bu " Perintah Bu Dian.


" Baik Bu "


Meskipun bingung dan besar rasa ingin tahuan Bibi mengenai apa yang terjadi namun Ia tidak berani bertanya lebih jauh karena Ia bukan siapa siapa di rumah itu


" Apa aku ke rumah nya saja besok minta maaf pada nya atas nama Asrul, tidak.... aku tidak boleh terlalu jauh ikut campur urusan mereka. Cukup sudah karena perjodohan yang aku dan Lastri pilih, mereka berdua tersiksa "

__ADS_1


🍀🍀🍀


__ADS_2