
🌷🌷🌷
Asrul mengendarai mobil baru nya yang baru saja dia beli beberapa jam yang lalu. Misi nya hari ini hanyalah satu, mencari kebenaran dari semua bukti yang sudah Ia kumpulkan.
Mobil melaju mengikuti seseorang sejak tadi hingga tiba di sebuah RS. Asrul memarkirkan mobil nya setelah di pastikan nya aman.
Perlahan Ia mencari jalan pintas agar tidak nampak, hingga tiba di sebuah ruangan.
" Makasih sayang atas semua bantuan nya, aku tidak tahu kalau kamu tidak membawaku segera kemari, mungkin aku hanya tinggal nama. "
" Sudahlah Rico, anggap saja kalau ini adalah balas budi atas bantuan mu selama ini padaku. Setelah ini kamu harus bisa membantu ku menyingkirkan wanita itu agar dia tidak menjadi benalu dalam kehidupan aku dan juga Asrul. Karena kemarin rencana kita gagal maka aku harus pikirkan rencana yang lebih jitu setelah ini, dan aku minta bantuan mu juga. "
" Tentu saja sayang, apa pun akan aku lakukan untuk mu. Untuk hal itu tidak perlu kamu ragukan, katakan saja kapan dan di mana. "
Asrul mendengar dengan seksama di balik dinding semua obrolan kedua anak manusia itu, tangan nya mengepal dengan sempurna.
Runtuh sudah semua kepercayaan yang selama ini Ia bangun demi wanita yang sangat di cintai nya itu. Bahkan karena cinta nya Ia sampai mengalahkan logika, semua selain sang wanita pujaan hati bagi nya tidak ada yang benar. Dunia nya hanya berputar putar antara kerjaan dan juga Siska satu satu nya wanita yang ada di hati nya selain sang Ibu.
*
*
*
*
Seorang Suster yang di tugaskan mengawasi keadaan pasien, kini kembali lagi untuk melaksanakan tugas nya. Namun Ia bingung melihat seorang Pria yang sedari tadi hanya mengintip di balik kaca.
" Bapak sedang apa di sini, kenapa tidak masuk kalau memang mau menjenguk pasien. " Tanya Suster tersebut.
" Gawat, kalau mereka tahu aku ada di sini bisa bahaya. "
Asrul segera megambil langkah seribu setelah memberi uang tutup mulut pada Suster itu, dan aneh nya dengan bahagia nya Suster itu pun menerima nya.
Siska dan juga Rico saling pandang, mereka baru menyadari kalau ada yang mungkin mencuri dengar setelah mendengar suara perawat di luar.
" Tunggu di sini, biar aku periksa di luar. "
__ADS_1
Siska segera berjalan keluar mencari siapa yang di maksud perawat tersebut.
" Siapa Sus ?. " Tanya Siska.
" Ah tidak tahu Bu, tadi ada seseorang yang berdiri di sini. Mungkin keluarga pasien yang takut untuk masuk, pas mau saya tanya, eh ternyata Bapak itu langsung pergi. " Jawab Suster menjelaskan.
" Siapa dia, semoga saja bukan Mas Asrul. Kalau sampai dia yang mencuri dengar maka tamat lah semua nya. " Batin Siska.
" Oh.... Suster mau periksa pasien, silahkan masuk. "
Siska memandang sekeliling memastikan kalau tidak ada orang yang mereka kenal.
" Keterlaluan kamu Siska......! Cinta ku, kasih sayang ku, pengorbanan ku, semua nya kau anggap apaaaaaaaa.......!. " Teriak Asrul prustasi.
Berulang kali setir mobil milik nya menjadi sasaran kemarahan nya.
Di tengah kekalutan nya, tiba tiba wajah seorang anak kecil terlintas di benak nya, membuat nya sedikit terhibur.
" Lebih baik aku ke sana, siapa tahu aku bisa bertemu dengan nya. " Gumam Asrul.
Di kemudikan nya mobil milik nya di jalan raya, menuju rumah yang pernah Ia kunjungi, tak butuh waktu lama mobilnya sudah terparkir di sana.
Nayla nampak terkejut dengan kedatangan Pria yang pernah mengisi hari hari nya, menjadi seseorang yang pernah begitu penting bagi nya.
Asrul tertawa kecil mendengar pertanyaan Nayla, nampak senyum licik terbit di sudut bibir nya.
" Aku sudah tahu semua nya, mengenai kamu dan juga Alwi..... ANAKKU. Aku kemari untuk mengajak nya jalan jalan, atau bisa juga untuk membawa nya pergi dari sini. " Jawab Asrul santai di selingi dengan senyum licik di bibir nya.
Nayla terkejut mendengar semua yang di katakan Asrul, akhir nya yang Ia takut kan selama ini akan menjadi kenyataan.
" Dia bukan anak mu, dia adalah anakku. "
" Anakmu dan juga aku. " Jawab Asrul lagi
" Sejak kapan kau mengakui dia anakmu, pergilah, kau tidak di butuhkan di sini. Ingat, Alwi hanyalah anakku bukan anakmu. " Ucap Nayla dengan suara berat menahan kemarahan di dalam hati nya.
" Baiklah, aku akan pergi. Tapi nanti aku akan datang kembali membawa pengacara untuk merebut hak ku. Karena aku juga mempunyai hak yang sama dengan mu. " Pesan Asrul seraya menjauh pergi.
Kamila berlari keluar rumah mendengar suara Nayla yang berbeda dari biasa nya. Ia sangat terkejut melihat kondisi Nayla, berpegang pada tiang jemuran dengan tubuh tegak bagaikan robot.
__ADS_1
" Ya Allah, Kak Nayla...... ! ada apa ❓ lepaskan kak, ini tajam. Lihatlah tangan kakak berdarah. "
Kamila berusaha membujuk Nayla namun nampak nya ucapan nya tidak di dengar oleh Nayla, hal itu membuat Kamila menjadi khawatir.
" Mas Andre.... Mas Andre.....! Iya, hanya Mas Andre. "
Kamila buru buru mengambil ponsel milik nya dan menghubungi orang yang di maksud. Dengan tubuh bergetar Kamila masih berusaha membujuk Nayla, agar dia mau melepaskan pegangan tangan nya pada sisi jemuran yang tajam.
" Mas Andre...... cepat kemari, Kamila takut.....!. " Batin Kamila.
Mobil yang di kemudikan Andre tiba di halaman rumah Nayla. Alangkah terkejut nya Ia melihat kondisi adik nya itu.
" Pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiran nya. " Batin Andre.
" Mila, apa tadi ada orang yang kemari ? . " Tanya Andre memastikan.
" Mila tidak tahu Mas tadi Mila lagi masak di dalam. Tapi tadi Mila dengar kakak seperti berbicara dengan seseorang. Pas Mila keluar, kakak sudah seperti ini Mas. " Jelas Kamila.
" Cepat hubungi Pandu, katakan segera datang sekarang. Di rumah Nayla, katakan begitu saja dari Andre. " Pinta Andre.
Walau masih ada rasa tidak enak di hati Kamila buat Dokter itu. Ia terpaksa menghubungi Pria itu demi sang Kakak.
" Hallo, Assalamu'alaikum Dok. Ini Kamila. " Ucap Kamila langsung ketika panggilan nya tersambung.
" Kamila, gadis itu. Wah mimpi apa aku semalam, akhir nya gadis itu menghubungi ku lebih dulu. "
" Ada apa Kamila, rindu ya...... " Goda Dokter Pandu.
" Maaf, saya di perintahkan Mas Andre untuk menghubungi Dokter. Segera datang kerumah Nayla ada yang darurat, kak Nayla terluka parah terkena ujung jemuran yang tajam. Sekarang juga ya Dok, makasih Assalamu'alaikum. " Ucap Kamila.
" Waalaikum salam. " Jawab Dokter Pandu.
" Ya gagal lagi, kira in tadi menelpon karena rindu, eh malah situasi genting. " Ucap Pandu sambil membereskan barang barang yang akan Ia bawa.
" Tidak apa apa, masih banyak waktu. Sekarang lakukan yang terbaik dulu buat Kakak nya. Kalau Kakak nya beres adik nya pasti ngikut beres. "
🐇🐇🐇
Mampir juga ya ke karya Author yang kedua. Semoga suka dan minta dukungan nya juga Oke, makasih 🙏🙏
__ADS_1