
π Lepaskan Aku 43 π
πππ
ππ
π
π«πͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺ
Hari yang dinantikan pun tiba, sudah beberapa bulan Nayla menantikan waktu itu datang. Hari ini Ia begitu bahagia, karena setelah sekian lama, Ia akan bertemu dengan satu satu wanita yang sangat disayanginya itu.
Hari sebelumnya Nayla sudah mengajak Andre, agar mengantarkannya mudik ke kampung halamnya. Namun karena alasan sibuk, Andre tidak bisa memenuhi ajakan Nayla.
Hanya supir kepercayaan keluarga, yang mewakili Andre untuk membawanya rombongan Nayla kemana pun yang mereka tuju.
" Horeeeee, kita mau ketemu Papa " Sorak Alwi bahagia.
Dengan setelan rapi begitu juga dengan semangatnya yang masih membara. Nayla merasa sedih melihat putra kesayangannya itu sangat mengharapkan Papanya.
" Apa setelah bertemu denganNya, Alwi akan memilih tinggal disana. Meninggalkan aku seorang diri. Tidak......! Ya Allah rasanya aku tidak sanggup kalau hal itu benar benar terjadi" Batin Nayla lirih.
" Sayang, untuk saat ini kita belum bisa bertemu Papa. Kita ke kampung bukan keluar negri sayang " Jelas Nayla agar anaknya mengerti
Walaupun nampak kecewa namun Alwi akhirnya diam dan menyetujui keinginan Mamanya tersebut.
" I ya Ma, kita akan bertemu Oma, Mama jangan sedih lagi ya ! ."
Suara mobil terdengan diluar rumah, tidak lama terdengar suara mengucapkan salam.
" Assalamu alaikum " Sapa Mang Jo
" Mang Jo....! Teriak Alwi sambil berlari kepelukan Mang Jo.
Mang Jo adalah supir pribadi Andre, umurnya masih sangat muda. Karena keuletannya dalam bekerja, Ia diangkat jadi supir pribadi dengan bayaran yang cukup mahal diatas rata rata .
" Wah sudah rapi harum juga, sudah siap mau berangkat.....?" Tanya Mang Jo sambil menoel pipi bocah gemes itu.
" I ya Mang Jo, Alwi mau bertemu Oma sama Mama sama Ibu juga " Jawab Alwi bahagia.
Setelah selesai menata semua bawaan kedalam bagasi mobil, akhirnya mereka pun berangkat.
πππππππππππππ
Dret~ dret ~ dret
" Iya hallo Bu ada apa ? "
********
" Baik Bu, tentu saja jadi. Tunggu 15 menit lagi disana, kita langsung berangakat ".
***
1 jam berlalu rombongan Nayla akhirnya tiba di kampung halaman Bu Lastri. Nayla mandang sekeliling, nampak banyak hal yang sudah berubah. Rumah rumah pun nampak berdiri kokoh dengan bangunan permanen.
__ADS_1
Hingga akhirnya mobil berhenti dekat sebuah rumah.
" Mama kenapa kita berhenti disini, apa sudah tiba dirumah Oma " Tanya Alwi kemudian.
" I ya sayang, kita sudah sampai. Ayo kita turun, kita kasih kejutan buat Oma. Oma pasti akan bahagia setelah melihatmu ".
Mereka akhirnya keluar dari dalam mobil , di mulai dengan Nayla, Alwi dan terakhir adalah Kamila. Sedangkan si supir memilih tinggal di dalam mobil.
Tok ~ tok ~ tok! bunyi pintu di ketuk.
Entah sudah beberapa kali Nayla memberi salam dan juga mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban dari pemilik rumah tersebut.
" Waalaikum salam "
" Anda siapa dan mau cari siapa " Tanya seorang pria.
" Begini Pak, kami dari kota, ingin menemui Bu Lastri. Tapi sejak tadi ngetuk dan salam tidak ada yg jawab ".
" Ah mungin mereka keluarga jauh Bu Lasrti kemungkinan besar mereka tidak tau kabar tentang Bu Lastri " Batin pria itu
" Oh Bu Lastri, beliau sudah tidak disini lagi. Disini hanya beberapa pembantu yang diperintahkan Pak Asrul untuk membersihkan rumah ini " Jelas pria itu kembali
" Oh begitu, apa Bapak tau dimana kami bisa bertemu dengan Bu Lasti ?" Tanya Kamila kembali.
Pria itu kembali meyakini bahwa orang yang sedang berdiri di hadapannya memang keluarga jauh Bu Lastri.
" Kalian bisa menemuinya di pemakaman umum, disana beliau dimakamkam 6 tahun yang lalu. Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu, Assalamu alaikum......! " pamit pria itu sambil berlalu pergi.
Bagai disambar petir disiang bolong, Nayla terhuyung kebelakang hingga beberapa langkah. Ia tidak menyangka akhirnya akan menerima kabar seperti ini.
Wanita yang paling disayanginya pergi meninggalkannya, bahkan tanpa Nayla disisinya disisa sisa hidupnya.
" Ibu.......! Maafkan aku, Maaf........! "
" Maaf aku tidak ada disisimu saat detik detik terakhir darimu " Isak Nayla penuh penyesalan.
Kamila dan juga Alwi memberikan dukungan dan memeluk Nayla dengan sayang.
" Ibu, Mama kenapa menangis ? Apa paman tadi berbicara sesuatu yang menyakitkan sehingga Mama menangis " Tanya Alwi bingung.
Kamila bingung bagaimana cara menjelaskan pada Alwi, Ia tahu anak seumuran Alwi memang punya rasa ingin tahu yang tinggi. Dia pasti akan sering bertanya semua yang ingin Dia ketahui, sebagai seorang yang lebih tua, Kamila harus menjelaskannya semaksimal mungkin agar bisa mudah di fahami.
" Sayang begini, paman tadi tidak jahat. Terkadang orang dewasa pun bisa menangis di saat sedang bersedih. Sama seperti Alwi kalau sedang bersedih, pasti menangis kan, begitu juga dengan Mama " Jawab Kamila lembut.
Alwi mendengarkan dengan seksama semua yang di ucapkan wanita yang di panggilnya Ibu tersebut.
" Mama, Alwi tidak tau apa yang buat Mama sedih dan menangis. Tapi sekarang Mama jangan menangis lagi, kan ada Alwi yang jagain Mama. Alwi janji tidak akan buat Mama sedih, Alwi janji tidak akan meninggalkan Mama walau apa pun yang terjadi " Ucap Alwi mengusap wajah sang Ibu yang terbalut dengan cadar.
Nayla merasa lega, di saat Ia bersedih ternyata ada yang memberikannya penghiburan.
πΌπΌπΌπΌπΌ
πΌπΌπΌ
πΌπΌ
Dengan langkah gemetar Nayla melangkah memasuki kompleks pemakaman umum tempat yang disebutkan oleh pria itu sebelumnya.
__ADS_1
" Assalamu alaikum Pak "
" Maaf kami dari kota, ingin mencari makam Bu Lastri. Ibu yang dimakamkan 6 tahun yang lalu " Tanya Nayla pada seorang pria paruh bayah.
Nampak kakek itu mencoba mengingat ingat nama yang baru ditanyakan Nayla.
" Oh Bu Lastri, dari keluarga Bu Dian yang dari kota itu juga ?". Tanya sang kakek penjaga makam.
" Ah I ya Pak " Jawab Kamila cepat.
" Makamnya sebelah sana Neng, mari biar saya antar " Ucap kakek tua itu sambil berlalu
Nayla, Kamila dan juga Alwi mengikuti langkah kaki kakek tua itu, hingga berhenti di depan sebuah makam. Ada yang berbeda dari makam tersebut, ternyata lebih mewah dari makam makam di sekitarnya.
" Apa benar ini makamnya Pak ?" Tanya Kamila memastikan.
" I ya Neng, kalau begitu saya pamit dulu. Mau membersihkan tempat yang lain " Pamit kakek itu sambil berlalu pergi.
" Ibu.....! Ternyata Ibu Dian merawat Ibu dengan Baik " Batin Nayla.
" Assalamu alaikum Bu " Sapa Nayla mengucapkan salam, sambil berlutut di samping pusara sang Ibu.
" Maafkan Nayla baru datang mengunjungi Ibu, maafkan Nayla baru tahu semua ini, maafkan Nayla karena tidak berada disisi Ibu saat detik detik terakhir Ibu. Maafkan Nayla karena tidak memberi kabar pada Ibu, maaf Bu........! " Ucap Nayla penuh penyesalan.
Alwi dan juga Kamila kembali mengelus Nayla dengan sayang.
Karena kesedihannya Ia lupa memperkenalkan anak semata wayangnya itu.
" Sini sayang " Nayla merangkul Alwi dan membawanya kedalam dekapannya.
" Ibu, Nayla datang tidak sendirian. Ada Kamila adik angkat Nayla. Dan ada juga Alwi, anak Nayla cucu Ibu. Bukan kah Ibu dulu ingin punya cucu, sekarang cucu Ibu sudah datang."
Mereka akhirnya kembali setelah mengirimkan do'a dan juga menabur bunga di atas pusara Bu Lastri.
******
Sebuah mobil mewah berhenti di halaman parkir sebuah pemakaman. Nampak seoeang wanita dan juga seorang Pria turun dari sana.
Mereka berjalan menuju sebuah makam yang memang sering mereka kunjungi.
" Assalamu alaikum sahabatku, bagaimana kabarmu disana. Maaf baru kembali lagi kemari " Ucap seorang wanita.
Namun setelah itu mereka bingung karena ada yang berbeda dari makam itu.
" Pak Udin.......! " Panggil si Ibu.
Pria yang di panggil pak Udin pun berlari mendengar namanya di panggil.
" I ya ada apa Ibu ? " Tanya Pak Udin.
" Bapak lihat ini, apa ada orang lain yang ziarah kemari " Tanya si Ibu sambil menunjuk bunga yang di tabur di atas makam.
" Ah I ya Bu, baru saja ada dua orang wanita dan juga seorang anak kecil yang nyekar. Katanya dari kota, mencari makam Ibu Lastri, mereka baru saja pergi " Ucap Pak Udin.
" Dua wanita dan seorang anak kecil, siapa mereka " Batin Si Ibu.
" Baiklah Pak, terima kasih. Bapak bisa pergi sekarang."
__ADS_1
π Terima kasih atas dukungannya semuanya, baik itu like, komen, rate, gift dan juga vote. Semoga kebaikan semuanya mendapat berkah pahala yang berlimpah π
Salam sayang dari Nayla Aisyah ππππ