
🌻🌻🌻
Ada yang kurang, yuk....bagi dukungan nya biar tambah semangat 🙏
***
Asrul bangun di pagi hari dan merasakan sakit di seluruh tubuh nya terlebih kepala nya yang terasa sangat berat, Ia terkejut karena bangun tidur bukan berada di kamar nya sendiri.
" Dimana aku, kenapa aku berada disini. " Gumam Asrul, diarahkan nya pandangan nya keseluruh ruangan dan mendapati foto sahabat nya yang terpampang disana.
" Ini kan rumah Romi, kenapa aku sampai tidur disini. "
Asrul kembali mengingat kejadian kemarin saat dia sendiri memata- matai aktifitas Nayla. Ada yang melaporkan padanya aktifitas Nayla belakangan ini, entah kenapa Asrul merasa tidak suka. Jadi Ia memutus kan untuk melihatnya langsung.
Mulai pagi setelah ke kantor dan menyerahkan pekerjaan nya pada Romi, Asrul langsung mencari kostum untuk penyamaran nya. Ia mengikuti keseharian Nayla sampai akhir nya makan malam romantis itu berlangsung.
Gemuruh di dadanya serasa bergelora melihat Pria lain memperlakukan Nayla dengan sangat mesra, tanpa Ia sadari ada rasa tidak rela di hatinya.
Setelah kepulangan Reihan dari rumah Nayla, Asrul melampiaskan rasa tidak nyaman di hati nya dengan mengunjungi sebuah club malam, berharap rasa yang ada di hatinya itu menghilang.
Namun setelah mengkonsumsi minuman sangat banyak Ia jadi lupa apa yang terjadi pada nya hingga Ia terbangun pagi ini di kediaman sahabat nya Romi
*
*
__ADS_1
*
Asrul melangkah ingin membersihkan dirinya agar tubuh nya terasa nyaman.
" Kamu kenapa lagi Rul, sudah lama sekali semenjak hari itu kamu melakukan hal yang sama. Bukankah seingat aku kamu sudah berjanji untuk tidak melakukan nya lagi, tapi kenapa hal yang sama masih terulang lagi. Apa kamu ada masalah yang berat lagi sehingga kamu jadikan sebagai pelarian. Kalau memang itu benar ceritakan saja Rul, aku siap mendengarkan nya. Mungkin juga aku bisa membantu mencari jalan keluar nya. "
Romi berharap Asrul mau menceritakan alasan kenapa Ia melakukan hal yang bodoh itu lagi, namun sayang Asrul seakan menutup diri enggan untuk menjawab jujur.
" Tidak apa- apa Rom, aku hanya sedikit frustasi dengan semua pekerjaan kantor yang seakan tidak ada habis nya. Sudahlah berikan aku handuk, aku ingin membersihkan diri dulu. "
Romi membuka lemari dan mengambil handuk baru untuk Asrul. Asrul pun menyambut nya dan bergegas ke kamar mandi.
" Oh ya kemarin ada kabar dari Istrimu, beberapa orang kita melaporkan hal yang penting. Sebenar nya sejak kemarin aku ingin mengatakan ini padamu tapi nomor ponselmu seharian tidak aktif. " Ucap Romi.
Asrul mengerutkan keningnya mendengar ucapan Romi sahabat nya.
Kini giliran Romi yang mengerutkan keningnya bingung mendengar nama Nayla disebut.
" Nayla....! Maksud nya apa Rul ? Tanya Romi balik.
" Bukankah kamu tadi mengatakan.....
" Bukan dia yang aku maksud, maksudku Istrimu sekarang, Siska......!. " Sahut Romi cepat setelah mengerti maksud sahabat nya.
" Oh.... " Hanya itu kata yang keluar dari mulut Asrul, Ia pun melanjutkan aktifitas nya menyegarkan diri.
__ADS_1
" Ada apa denganku, kenapa dia mulai menguasai pikiranku. Bisa- bisa nya Nayla yang ada di pikiranku saat mendengar Romi mengatakan ada kabar tentang Istriku " Asrul menggelengkan kepalanya.
" Eh tapi tadi katanya ada kabar tentang Siska, ada apa lagi dengan nya. " Gumam Asrul sembari mengguyur tubuh nya di bawah guyuran shower.
Setelah dirasa cukup Ia pun keluar dan memakai baju yang sudah di siapkan Romi untuk nya di atas tempat tidur lalu turun kebawah.
" Ayo kita sarapan dulu, aku yakin kamu belum makan dari kemarin dan kamu pasti lapar. " Romi menyajikan sepiring nasi kuning untuk Asrul hasil dari membeli di tetangga sebelah.
Asrul pun menuruti apa yang dikatakan Romi karena memang benar perutnya sudah keroncongan, dan butuh asupan.
" Hm.... apa kamu akan ke kantor hari ini atau mau istrahat saja, tapi kalau saran aku ya lebih baik kamu istrahat dulu, biar tubuhmu fit dulu. Oh ya, jangan dulu pulang kerumah, aku takut Tante Dian akan curiga. "
Asrul menatap Romi seakan meminta penjelasan.
" Tante Dian kemarin mencarimu karena kamu tidak ada kabar, beliau juga menghubungi aku menanyakan bagaimana kabarmu. Aku terpaksa berbohong kalau kamu keluar kota karena ada urusan penting, kalau kamu pulang sekarang aku takut Tante Dian akan curiga "
*
*
*
Di sebuah rumah sakit Siska sedang melakukan serangkaian tes untuk operasi pengangkatan rahim miliknya yang sedang bermasalah. Ia memutuskan untuk mengikuti saran Dokter mengingat alasan nya adalah demi kesinambungan hidup nya agar lebih lama bertahan di dunia ini.
Ijin keluar kota karena acara keluarga sebenarnya hanyalah alasan agar Ia bisa menjalani pengobatan tanpa ada gangguan dari Asrul maupun semua mata- mata yang di tugaskan Asrul untuk mengawasi nya.
__ADS_1
Di kantor Asrul sedang menandatangani beberapa dokumen penting ketika ada sebuah notif masuk dalam ponsel nya, sebuah senyum terbit di sudut bibir nya.
" Jadi benar kamu berada disana, dan lagi- lagi kalian melakukan drama murahan untuk mengelabui Ibu, kapan kamu akan mencoba jujur padaku."