Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
DIA ADALAH ANAKMU


__ADS_3


💖· · • • • ✤ • • • · ·· · • • • ✤ • • • · ·💖


AUTHOR IMUT HADIR LAGI, JANGAN LUPA RATE SAMA LIKE NYA YA. KALAU BERKENAN BISA VOTE ATAU GIFT SEIKHLASNYA. KARENA YANG IKHLAS AKAN LEBIH BAIK.


LANJUT


🦚 LEPASKAN AKU 61 🦚


SELAMAT MEMBACA SEMOGA SUKA DENGAN KETIKAN AUTHOR YANG MASIH BANYAK KEKURANGANNYA.


☕☕☕


Dengan semangat yang tinggi seperti biasa, Mang Jo berangkat menjemput Alwi. Sudah menjadi aktifitasnya sehari hari mengantar dan juga menjemput bocah laki laki yang sudah di anggap anak oleh majikannya sendiri.


Tak butuh waktu lama Ia sudah memarkirkan mobilnya di halaman parkir sekolah tersebut. Beberapa orang murid nampak keluar di sambut oleh orang tua mereka masing masing.


Dengan sabar Jo menanti anak majikannya tersebut, namun hingga hampir seluruh murid keluar, Alwi tidak nampak ada di sana. Hal itu membuatnya gelisah


Ia pun berinisiatif menemui pengurus sekolah menanyakan dimana keberadaan Alwi, kenapa tidak terlihat sejak tadi.


" Assalamu alaikum Bu. Maaf saya yang di tugaskan menjemput Alwi, dimana dia ya, sejak tadi saya tidak melihatnya. " Tanya Mang Jo ramah.


Bu Rusti tertawa kecil mendengar ucapan Pria di depannya.


" Maaf, tapi tadi sudah ada yang menjemputnya. " Jawab Bu Rustiti, Ibu kepala sekolah


" Di jemput ? Tapi Ibu kan tahu kalau saya yang di tugaskan mengantar dan juga menjemput Alwi, kenapa Ibu membiarkannya di jemput orang lain. " Ucap Mang Jo mulai khawatir.


" Orang tadi mengatakan Ia adalah suruhan Pak Andre, dan Alwi tadi sepertinya enjoy saja ikut dengan mereka. Tidak seperti berada dalam tekanan. " Jelas Bu Rustiti.


Dengan segera Mang Jo mengeluarkan ponsel dari dalam kantong celananya dan menghubungi seseorang yang di maksud.


[ Hallo Assalamu alaikum ]


***

__ADS_1


[ Maaf Boos, apa Pak Boos memerintahkan orang lain menjemput Boos kecil ]


***


[ Tapi Boos kecil tidak ada di sekolah, kata pengurus dia sudah pulang bersama orang suruhan Pak Boos ]


***


[ Baik Pak Boos, Assalamu alaikum ]


Bu Rustiti seketika menjadi panik karena mendengar langsung percakapan keduanya, Ia merasa teledor karena ini kali kedua muridnya hilang dari pengawasannya.


*


*


*


*


" Kamu kenapa Putri ?. " Tanya rekan kerjanya.


" Anakku hilang dari tempatnya sekolah, katanya di jemput beberapa orang tidak di kenal. " Jawab Nayla semabri sesegukan.


" Oh ya Diana, kalau boleh aku ijin pulang duluan ya. Aku ingin ikut mencari Putraku. "


Diana merasa kasihan melihat keadaan rekan kerjanya, sedikit banyaknya dia mengetahui masalah yang menimpah temannya itu.


" Baiklah, pergilah. Lagian semuanya sudah siap, tinggal kami menyajikannya saja. Kabari aku kalau ada kabar baik, aku akan kerumahmu nanti sepulang kerja. "Ucap Diana.


Nayla sangat bersyukur di tempat kerja Ia mendapatkan teman yang baik. Yang selalu membantunya, meski kadang Ia harus rela berbohong dalam keadaan genting demi melindungi Nayla.


***


Andre sudah menghubungi beberapa orang kepercayaannya yang siap membantunya kapan pun di butuhkan.


" Siapa mereka yang menjemput Alwi, semoga mereka tidak berniat buruk. Asrul..... mungkinkah Asrul yang menjemputnya. Ia, siapa lagi kalau bukan dia. " Gumam Andre

__ADS_1


Tanpa pikir panjang di raihnya kunci mobil dan juga ponsel miliknya, berlari keluar menuju parkiran. Pikirannya hanya tertuju pada satu orang yang menjadi satu satunya tersangka yang kemungkinan besar menjadi penyebab hilangnya Alwi.


Sementara ditempat lain Asrul sudah bersiap siap, hari ini Ia berencana menemui anak kecil yang selalu mengganggu pikirannya. Menjadi penyemangatnya setiap kali mengingatnya.


" Semoga hari ini aku bisa bertemu dengannya, mengajaknya jalan jalan seperti kemarin. Aku ingin sekali menghabiskan waktu hari ini, semoga si Andre mengijinkan. " Gumam Asrul


Baru saja mau melangkah keluar terdengar keributan di luar rumah, Suara ribut beberapa orang Pria.


" Tuan ASRUL YABINTANG, keluar......!."Teriak suara dari luar.


Asrul bergegas keluar melihat siapa yang berani membuat keributan di rumahnya. Alangkah terkejutnya ketika melihat Pria yang pernah hadir di masa lalunya itu sekarang ada di halaman rumahnya.


" Ada apa ini, kenapa ribut ribut di rumah saya. "Suara Asrul terdengar menggema mengalihkan pandangan Andre.


" Akhirnya kamu keluar juga pengecut, cepat katakan di mana kamu menyembunyikan anakku. "


Tangannya menggenggam kerah baju milik Asrul, tatapannya bagai singa kelaparan yang siap menelan mangsanya kapan saja.


" Anakmu, apa tadi katamu anakmu ?. " Tanya Asrul memastikan kalau pendengarannya tidak salah.


" Tidak perlu berpura pura tidak tau, kamu kan yang menyuruh anak buahmu menjemput Alwi di sekolahnya. Sekarang katakan dimana dia ?. " Teriak Andre


" Cukup, aku tidak mengerti apa yang kamu maksudkan. Apa maksud kamu Alwi hilang begitu ?." Tanya Asrul kemudian.


" Sudahlah jangan pura pura bodoh. Aku sudah tahu sejak dulu kamu itu Pria bodoh, tapi sekarang jangan bertingkah lebih bodoh lagi di depanku. Kalau sampai terjadi apa apa dengannya, aku tidak akan memaafkanMu. Walau anak itu adalah anakMu.......!. "


Andre langsung beranjak pergi setelah mengucapkan kata kata terakhirnya. Ia tidak ingin kemarahannya membuatnya tidak mampu menahan diri, dan berakhir dengan perkelahian.


" Anakku, apa katanya tadi, anakku......! Apa maksudnya ? Hey tunggu ! Apa maksudmu anakku. " Asrul berusaha mengejar Andre namun yang di kejar sudah menghilang bersamaan dengan hilangnya deruman mobil miliknya.


" Apa maksudnya tadi, anakku......! Ah sudahlah itu tidak penting sekarang. Sekarang aku harus mencari siapa yang menjemput Alwi, semoga dia tidak kenapa kenapa. " Gumam Asrul seraya melajukan mobilnya ke jalan raya menuju target penyelidikannya yaitu sekolah.


" I ya sekolah itu pasti punya kamera pengawas, kenapa aku tidak lihat di situ saja, pasti ada petunjuk. " Gum Asrul


Sementara di lantai atas sejak tadi tanpa kedua Pria itu sadari, nampak dua pasang mata sedang menonton keributan dua Pria itu dengan perasaan dan pikiran mereka masing masing.


BERSAMBUNG.........

__ADS_1


__ADS_2